Browsing All Posts filed under »Cerpen«

Menanti Pahlawan Kembali

November 17, 2009

8

Alhamdulillah, akhirnya kumpulan cerpen fiksi ilmiah-nya terbit juga. Dan cerpen berjudul “Menanti Pahlawan Kembali” terpilih jadi judul bukunya. InsyaAllah sedang menggarap novelnya. Kalau biasanya saya meresensi buku penulis lain, kali ini nyoba ngasih over-view cerpen sendiri. Sebelumnya trims buat anak-anak ForSa (Forum Sains Indonesia) yang udah sharing ide-ide segarnya lewat postingan-postingan ilmiahnya, especially mimin dan […]

Aku dan Tempat Nafkahku (Part IV – Tamat)

September 17, 2008

19

Agak berat bagiku untuk meneruskan kisah suka dan dukaku dengan tempat nafkahku ini. Nyaris kuputuskan tak akan menyambung cerita ini lagi. Cukup pada part III saja berakhir. Namun nampaknya suasana hatiku tergerak untuk meneruskannya setelah dua hari kemarin seorang sahabat jauh-jauh datang dari rumahnya menggunakan sepeda motor menuju kontrakanku yang sederhana di sebelah selatan Jakarta […]

Sempurna….

September 15, 2008

9

Tepat di malam ke-15 bulan Ramadhan ini. Cahaya bulan benar-benar bulat sempurna. Gumpalan-gumpalan awan putih terhampar indah menyebar, menjadi latar belakang teater tunggal sang purnama yang mempertontonkan kemilaunya. Lingkaran warna pelangi pun tersemburat pada gumpalan awan, mengelilingi sang purnama. Benar-benar indah sempurna. Dan menjadi lebih sempurna, bahkan istimewa karena di hari ini telah terjadi moment […]

Mimpi [mode on] : Gombal-Gombalan

September 15, 2008

11

“A… ni ta’jil kita hari ini” [sembari menyuguhkan segelas teh dan kurma muda] *dug.. dug.. dug.. *Allahu Akbar… Allaku Akbar [suara bedug, diikuti adzan bersahutan] [ssrrrrrrttt…..] “Kok teh-nya tawar De?” “Kalo dulu Aa butuh pemanis, sekarang kan udah ada Ade” [tertawa renyah] *kurma pertama dicicipi bersama

Manisnya Buah Kejujuran

September 7, 2008

9

Ibu Nurhayati. Salah satu guru SMPku. Beliau mengajar mata pelajaran keterampilan Tata Busana. Berpostur tubuh sedang, dengan rambut sebatas bahu. Tak berkacamata. Satu hal yang paling aku ingat dari beliau, sorot matanya yang tajam. Tak ada yang berani berulah dengan guru yang satu ini. Persis kelinci yang takut dimangsa elang. Teman-teman bilang, ngeri. Dan kengerian […]

Aku dan Tempat Nafkahku (Part III)

Agustus 28, 2008

12

Aku hampir tak punya otak waras. Benar-benar peristiwa yang memalukan. Hanya gara-gara miscommunication. Untunglah di saat seperti itu, bukan aku sendirian yang mengalaminya, melainkan bersama ke empat rekanku. Suasana yang seharusnya menegangkan itu kini telah berubah menjadi tawa nyinyir yang kadang merangsang gelak tawa bersama. Hampir saja kami berpikir untuk tidak pulang ke rumah, jika […]

Aku dan Tempat Nafkahku (Part II)

Agustus 11, 2008

13

Tepat tujuh tahun yang lalu, aku masih menyandang status sebagai siswa berseragam putih abu-abu pada jurusan teknik elektronika tingkat 4. Tak ada yang spesial pada diriku, kecuali orang lain mengenalku sebagai orang yang murah senyum dan punya lesung pipi. Namaku mulai mencuat kala aku menjadi rohis yang diberi nama FDI. Dan lagi-lagi hampir tidak ada […]