Menyemai Adha dalam Dada

Posted on 25 Oktober 2012

3



Detik-detik hari Arafah, segera berakhir. Semoga shaum sunnah kita adalah tanda cinta.

Kesempurnaan cinta itu ada pada berqurban. Maka berqurbanlah dengan qurban yang terbaik. Luruskanlah niat, semata-mata mengharap cinta dari Allah. Tumbuhkanlah jiwa sosial dengan memberi kepada yang tidak mampu.

Menyembelih qurban. Simbol ketundukan. Menyembelih nafsu-nafsu binatang yang bercokol dalam jiwa. Simbol penumpahan darah kotor yang mengalir dalam dada.

Marilah kita kembali kepada Adha
Adha bukanlah sekedar ritual potong kambing
Bukan pula pesta daging

Adha adalah bukti penghambaan
Adha adalah tanda cinta pada sang Pemberi Kehidupan
Adha adalah tanda kasih kemanusiaan

Tebarlah kedamaian di bumi
Mi’rajkan ruhmu ke langit
Datangilah Tuhanmu dengan qurban terbaik
Keluarlah, dan bahagiakan orang-orang disekitarmu

Jadikan Adha menghujam dalam jiwa
Belahlah dadamu kawan
Sucikan jiwanya dengan air zam-zam
Isilah dengan cahaya dan kerinduan
Rindu akan perjumpaan dengan Rabbmu
Rindu akan penghambaann kepada Tuhanmu
Semayamkanlah rasa rindu tersebut
Hingga akhirnya lahir rasa cinta
Biarlah rasa cinta itu tumbuh
Mudah-mudahan Allah membalas kecintaan tersebut

Manakah yang lebih beruntung dari orang yang dicintai Allah?
Kehilangan seperti apakah yang akan dialami
oleh orang yang memiliki cinta Sang Pemilik segala sesuatu?

Selamat idul Adha
dan selamat menyemaikan Adha dalam dada…

Posted in: Islam