My Beloved Quran. Wish U’re Back…

Posted on 8 Juni 2012

2



Hari ini Al-Quran saku kesayangan tidak lagi menemani. Dialah yang selama ini tidak pernah alfa dari saku maupun tas, selain ke kamar mandi. Teman saat bepergian, teman saat kesusahan, teman saat bergembira. Sahabat yang menemani khatam setiap 30 hari. Sahabat yang menentramkan. Aduhai… betapa indahnya menghabiskan hari-hari istimewa bersamamu.

Malam ini terasa dingin. Dingin sekali. Masih memegang Al-Quran, namun bukan kamu, al-Quran kesayanganku. Meski ayat-ayat yang ku baca sama seperti aku membaca bersamamu. Diam-diam aku jatuh hati kepadamu. Terlalu banyak kenangan yang kita habiskan bersama. Saat-saat indah mengkhatam, menghafal, dan mengulangnya kembali. Kita telah membuat kebosanan sampai bosan menguntit kesenangan kita.

Malam ini sepi sekali… Lihatlah… air mata memaksa menerobos celah-celah sudut mataku, dan mereka berteriak… Aku merindukanmu! Engkau adalah hadiah terbaik yang pernah aku terima, lebih dari apapun juga.

Ramadhan… siapa yang akan menemaniku mengkhatamkan hingga 3 atau 4 kali. Padahal engkau yang selalu menemaniku setiap saat. Di mushala, di rumah, di bis, dalam perjalanan, dalam duduk, dalam selonjor, saat berbaring. Aku tidak bisa membayangkan menjalani ramadhan tahun ini tanpa kehadiranmu.

Aku sangat berharap, kamu bisa kembali, meskipun terlalu mustahil. Tapi bila pun tidak, aku berharap engkau berada pada orang yang mencintaimu sebagaimana aku sangat mencintaimu.


Ditandai:
Posted in: Personal