Anugerah Suatu Negeri

Posted on 10 Mei 2012

1



Anugerah Suatu Negeri
Oleh : Insan Sains
Date : 10 Mei 2012

Anda-anda yang dilahirkan di abad 20-an, tentu mengenal REPELITA. Saya saja hampir hafal, meski tidak hingga butir-butirnya. REPELITA merupakan Rencana Pembangunan Lima Tahun yang didesain pemerintah kita untuk mewujudkan Indonesia yang makmur. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah saat itu optimis dalam 25 tahun Indonesia bisa menjadi negara mandiri dan berkesejahteraan. Mungkin pemerintah kita saat itu berkaca pada Jepang yang di tahun 1945, negaranya porak poranda, seluruh infrastrukturnya mati total karena serangan nuklir. Tapi perlahan mampu bangkit kembali. Dan terlihat setelah 50 tahun kemudian, apalagi hingga saat ini, Jepang merupakan negara maju yang menjadi kiblatnya teknologi dunia, dan etos kerja.

Sayang, Indonesia tidak mampu benar-benar meniru keberhasilan Jepang. Padahal pondasi yang ditanamkan pada REPELITA tersebut merupakan hal luar biasa. Coba simak kembali isinya :

  • Repelita I. Tahun 1969-1974, merupakan tahun pembangunan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia serta infrastrukturnya. Bidang yang ditekankan adalah pertanian
  • Repelita II. Tahun 1974-1979, merupakan tahun pembangunan pulau-pulau selain Jawa, Bali, dan Madura.
  • Repelita III. Tahun 1979-1984, merupakan tahun pembangunan industri padat karya untuk meningkatkan devisi melalui export
  • Repelita IV. Tahun 1984-1989, merupakan tahun pembukaan lapangan kerja dan industri-industri baru
  • Repelita V. Tahun 1989-1994, merupakan tahun pembangunan sarana transportasi, komunikasi, serta pendidikan

Inilah sebuah negara profesional, terarah. Bahkan tujuan dan langkah-langkah tersebut tidak hanya diketahui oleh elit-elit politik di pemerintahan, melainkan juga disebarkan kepada setiap elemen di masyarakat, di bangku Sekolah Dasar malah. Hal ini untuk menjalin kesamaan gerak antara pemerintah dan rakyatnya.

Sangat disayangkan, fondasi yang benar ini runtuh bersamaan dengan runtuhnya kepala pemerintahannya. Padahal jika diteruskan, mungkin saat ini kita bukan hanya bisa mandiri dalam kebutuhan pangan, bisa jadi kita tidak perlu ada TKI yang mengemis lapangan kerja ke  negara lain dengan resiko nyawa dan harga diri, dan bisa saja bangsa kita akan menyejarah sebagaimana Jepang.

Sekarang, generasi masyarakat Indonesia kini sudah tidak mengetahui kemana negara ini akan dibawa. Bidang apa yang ingin negara fokuskan tahun ini? Indonesia ingin kuat dalam hal apa? Era reformasi ternyata menjadikan rakyat serasa jadi kerbau yang dicocok hidungnya. Pergi tanpa arah tujuan, melangkah tanpa tahu harus kemana. Semua orang terpencar, seolah mencari induk kepemimpinannya masing-masing. Benar-benar negeri yang menyedihkan!

Maka benarlah ungkapan, “Anugerah bagi suatu negeri adalah pemimpin yang adil dan visioner”. Mudah-mudahan negeri ini diberkahi. Jika pemimpin itu masih terpendam dalam tanah, mohon keluarkan ya Allah. Jika ia ada di atas langit, maka turunkan ya Allah. Kami merindukannya.

Iklan
Posted in: Opini