Bekerja yang Terbaik atau Keluar

Posted on 25 April 2012

4



Bekerja yang Terbaik atau Keluar
Oleh : Insan Sains
Date : 25 April 2012

“..Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu..”

Demikian rosulullah menjawab pertanyaan sahabat yang khawatir tidak dapat memberi makan orang yang berpuasa saat rosul menyampaikan khutbahnya menyambut Ramadhan.

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun”

Karakter para sahabat yang bersegera melaksanakan perintah nabinya tersebut direspon oleh azzam untuk melaksanakan. Termasuk oleh para sahabat yang tidak memiliki kecukupan harta. Sehingga mereka bertanya untuk mengetahui keringanan, bukankah Islam itu tidak memberatkan ummatnya. “Ya Rosulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”

“satu biji kurma”, “seteguk air atau susu”, siapa yang tidak bisa melakukannya?

Potongan hadist inilah yang menyemangati ibu-ibu lingkungan mesjid untuk menyediakan makanan bagi yang hendak berbuka shaum ramadhan di mesjid. Termasuk di mesjid tempat saya tinggal, mungkin juga mesjid tempat Anda tinggal. Giliran pun sudah ditentukan. Ibu anu tanggal sekian, ibu anu tanggal sekian, dan seterusnya, bahkan ada yang kebagian dua-tiga kali.

Bahkan dijalan-jalan, tidak sedikit, organisasi, atau kelompok yang membagi-bagikan makanan ta’jil gratis. Sebuah semangat yang luar biasa. Semangat memberi karena jaminan pahala yang ruah.

Namun semangat ini, sebagaimana ibadah-ibadah ramadhan yang lain, hanya disemarakkan di bulan ramadhan saja. Tidak terlihat geliatnya di bulan-bulan yang lain. Padahal justru dibulan-bulan di luar ramadhanlah, arena amal yang sesungguhnya. Bukan arena training / pelatihan.

Potongan hadist di atas mengajarkan kita semangat memberi kebutuhan pokok kepada orang lain. Yang digambarkan dengan “kurma” dan “air”. Jika satu biji kurma dan satu teguk air saja sudah dianggap memberikan kehidupan bagi orang lain, bagaimana jika kita dapat memberikan orang lain sebuah pekerjaan yang dengannya orang dapat makan dan minum sepuasnya?

Di ranah inilah seharusnya ummat ini bergerak sepanjang tahun, sepanjang bulan, sepanjang hari. Agar yang namanya kemakmuran, dirasakan bukan hanya oleh Anda, oleh saya, tapi oleh seluruh ummat. Rahmatan lil alamin.

Jika Anda sudah merasa nyaman di tempat Anda bekerja saat ini, sudah merasa cukup menghidupi kebutuhan Anda dan keluarga kecil Anda. Merasa tidak perlu melakukan hal yang lebih, terlebih bagi orang lain. Lantas di atas keringat siapakah nasib orang-orang yang saat ini mengemis pekerjaan, mengemis kebutuhan, anak-anak terlantar, dan pengamen di jalanan?

Hey… itu adalah Anda, saya, kita..

Mari menyemai hadist di atas menjadi sum-sum kita. Anda yang saat ini bekerja di perusahaan, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Berikan yang terbaik yang belum pernah Anda lakukan. Jadikan pekerjaan Anda ladang ibadah. Besarkan perusahaan Anda, bukan perusahaan yang membesarkan Anda. Jika perusahaan membesar, maka ada ruang kosong yang mungkin menjadi tempat saudara-saudara Anda yang saat ini sedang mengemis pekerjaan ke sana-kemari.

Janganlah Anda mencela keburukan tempat Anda bekerja. Karena orang lain mungkin akan mensyukurinya jika ada di posisi Anda saat ini. Jangan pula membayangkan betapa enaknya bekerja di tempat yang lain, padahal Anda belum yakin merasakannya. Yang belum tentu atasan dan rekan kerjanya lebih baik tabiatnya dari atasan dan rekan kerja Anda saat ini. Jika Anda masih juga tidak puas dengan pekerjaan Anda saat ini, maka lebih baik Anda keluar dan berdiri di atas kaki sendiri, membuat usaha yang menurut Anda paling memuaskan. Posisi Anda bekerja akan diisi oleh orang lain yang akan bersyukur, dan Anda sebagai enterpreneur dapat membuka lowongan pekerjaan.

Jika setelah membaca tulisan ini Anda masih merasa nyaman dan tidak ingin berbuat lebih. Maka Anda adalah bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi.

Sudah saatnya kita bangkit, menyiapkan “kurma” dan “air” untuk saudara-saudara kita yang lain.

Selamat memberikan yang terbaik di tempat Anda bekerja, dan
Selamat menjadi enterpreneur, membuka lowongan kerja.

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: Motivasi, Renungan