[HoAx] Nenek Curi Singkong dan Hakim Hebat

Posted on 8 Februari 2012

50



Pagi-pagi dapat update dari milis. Bunyinya hanya repost dari milis sebelah katanya. Isinya saya copas seperti di bawah :

Kasus tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Lampung (kisah nyata),…… diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,…. namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjd contoh bg warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, ‘maafkan saya’, ktnya sambil memandang nenek itu,. ’saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU’.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

‘Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termsk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yg tersipu malu krn telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh hakim berhati mulia 🙂

Sumber ini bisa dilihat di :
http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/08/nenek-pencuri-singkong-dan-hakim-hebat/
http://hukum.kompasiana.com/2012/02/07/nenek-curi-singkong-dan-hakim-hebat/
http://rulliawann.blogspot.com/2012/02/hakim-hebat.html
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12988378

Karena saya tidak punya account di media-media tersebut, jadi tidak bisa memberikan komentar. Berikut komentar saya.

Tentu saya berharap ini adalah kisah nyata. Tapi apa mau dikata, nalar saya berbicara lain. Ada banyak kejanggalan di sini.

“saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya”

Ada gitu yah denda demikian di UU negara kita. Hahaha… mimpi…

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

Sejak kapan yah di ruang pengadilan, hakim, jaksa, dan lain sebagainya pakai topi toga… gkgkgkgk… Kayak mau wisuda ajah.

Lalu kalimat ini :

“sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah”

Kalau si nenek pergi dengan 3.5 juta, plus dia harus membayar 1 juta sebagai denda. Maka dia dapat 4.5 juta. Kalau setiap orang bayar 50ribu. Maka harus ada sekitar 90 orang.. Sebuah sidang yang cukup besar seharusnya. Mana mungkin pers tidak tertarik… ^_^

Dan keanehan di awal ditulis :

“kasus tahun 2011 lalu dikab prabumulih, lampung (kisah nyata),…… diruang sidang pengadilan, hakim marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU”

Meski saya bukan orang Lampung, tapi mana ada kabupaten prabumulih di sana. Tinggal liat di Wiki, cari Lampung. Dah ketahuan bahwa di sana gak ada nama kabupaten itu. 😀

Terima kasih atas mimpi yang ditulis oleh si pemosting…. Mudah-mudahan suatu saat jadi kenyataan untuk pengadilan negeri ini. Kalau ditelusuri lebih jauh, ternyata artikel ini sangat mirip dengan cerita hoax tahun 2002 di link ini : http://www.snopes.com/glurge/laguardia.asp

>> Update 9 Februari 2012  /  08:20 AM

Terima kasih untuk yang berkomentar dan telah menambahkan beberapa hal. Saya pula ketika hari ini surfing lagi di internet, ternyata banyak click menuju tema ini. Bahkan saya menemukan beberapa postingan serupa dengan tulisan ini… 🙂 Tapi untunglah, saya tidak jeli menghitung denda 50.000 / orang, padahal si hakimnya sudah bayar 1 juta duluan. Kenapa untung, karena yang ngopi paste tulisan saya, jadi ikut-ikutan salah juga… ^_^

Seharusnya, karena si hakim sudah bayar 1 juta, maka 3.5 juta itu didapatkkan dari 70 orang lainnya. 🙂 Terima kasih untuk pembaca yang jeli mengcross-check ulang.

Kemudian soal kabupaten Prabumulih. Terima kasih untuk pembaca yang menambahkan posisi sebenarnya, yaitu di Sumatera Selatan. Berikut saya lampirkan gambar dari mbah Google Maps supaya lebih jelas, mana letak Lampung, dan mana letak Prabumulih.

Jadi jelas Prabumulih bukan berada di Lampung, melainkan di tengahnya Sumatera Selatan. Dan itu pun bukan kabupaten, melainkan kota. CMIIW.

Terakhir, saya hanya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini dibuat bukan sebagai perdebatan. Melainkan sebagai bahan analisis terhadap cerita yang saat ini sedang riuh. Anda boleh percaya cerita itu, boleh juga tidak. Itu kembali kepada Anda. Saya di sini memaparkan analisis saya, karena beberapa komentar yang saya temukan di dunia maya, meminta kejelasan fakta cerita tersebut. Analisis ini bisa dinyatakan SALAH, bila fakta sebenarnya terungkap. Misalnya tiba-tiba nenek atau hakim yang disebutkan dalam cerita tersebut muncul di koran. 🙂

Awalnya saya merasa tidak peduli, “Kalau toh itu cuman cerita, ngapain saya harus nulis hal seperti ini?”. Namun karena yang menulis cerita mengatakan ini adalah “kisah nyata”. Maka saya naik banding. Saya ingin beradu argumen dengan yang membuat tulisan tersebut. Benarkah? Jika memang dibuat-buat, bukankah ini kebohongan publik? (dengan memberikan tag “kisah nyata”) mengapa juga harus membawa salah satu nama company cukup pamor? Jadi silahkan bagi yang merasa membuat tulisan tersebut untuk membuat tulisan tandingan yang membuktikan bahwa cerita itu benar-benar nyata.

Dan sebagai bonus, ini contoh rekaman video saat persidangan. Silahkan memperhatikan topi toga yang dipakai hakim. Kalau nemu berarti hebat. 🙂

http://www.youtube.com/watch?v=tihG2feOdMc

Iklan
Posted in: hoax