Cerita Kita Belum Berakhir

Posted on 1 Agustus 2011

8



 

Seperti sebuah buku yang “menggantung”. Halaman depannya terisi cerita tangisan saat kita terlahir. Tangisan ketakutan sesosok makhluk baru dalam dunia yang fana. Lain dengan orang-orang yang menyaksikan kita, mereka tersenyum bahagia, puas.

Hari-hari berlalu, lembaran-lembaran buku pun telah tercetak dan telah menjadi ketetapan bagi kita. Ada halaman-halaman yang lucu, sedih, gembira. Ada pula halaman-halaman suram, dan baru kita sadari saat ini. Namun jangan pernah menyerah. Masih ada halaman-halaman akhir yang kosong. Kita memang tidak pernah tahu berapa banyak halaman kosong yang masih tersedia bagi kita. Tapi yang pasti, ada halaman hari ini,  masih putih bersih. Dan bisa kita tulis dengan cerita lebih baik.

Teruslah menulis cerita yang lebih baik di setiap halamannya. Jadikanlah buku kita “better ending” not only “happy ending”. Jadikanlah akhir hidup kita, mampu menjadi orang yang tersenyum puas, bahagia. Sedangkan orang-orang di sekitar kita, menangis kehilangan.

Iklan
Posted in: Renungan