Episode Cinta (Bag. 8) : Desir Cinta di Taman Jiwa

Posted on 24 Desember 2008

20



Kegelapan dan keheningan adalah hak paten sang malam. Saat sang malam tiba, kelelahan dan ketakutan mungkin dapat merasuk raga. Mendekap jiwa-jiwa dengan selimut mesra hingga mentari menyapa. Lain hal bagi jiwa-jiwa pecinta, malam adalah sebuah taman jiwa. Taman hati tempatnya memadu kasih membenam lelah, melepas rindu mendatangkan bahagia, membelah langit mengantarkan cinta, merobek gelap mengundang cahaya, memecah hening mencipta desir. Dan desir itu bernama, desir cinta.

Sesekali, jauhkanlah lambungmu dari nyamannya tempat tidur. Bukalah jiwamu. Niscaya dirimu akan menyaksikan jamuan penuh cinta. Jika pendengaran jiwamu awas, desir itu niscaya akan terdengar. Jika penglihatan jiwamu tajam, semburat cinta itu niscaya akan terlihat jelas. Coba dengarlah dengan jiwamu salah satu desir cinta ini.

* * *

Bismillahi rahmani rahim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Duhai pemilik jiwa ini…
Apakah orang yang telah mencicipi manisnya cintaMu
akan mengharapkan pengganti dariMu?
Apakah orang yang telah merasa tenang dekat denganMu
akan menginginkan pertukaran dariMu?

Duhai Cahaya diatas cahaya…
Jadikan kami diantara orang-orang :
yang Kau pilih untuk berada di dekatMu,
yang Kau sucikan untuk mencintaiMu,
yang Kau ridhakan untuk menerima qada’Mu,
yang Kau anugerahkan untuk melihat wajahMu,
yang Kau hadiahkan ridhaMu,
yang Kau lindungi dari pengusiran dan kebencianMu,
yang Kau dudukkan diatas kursi kejujuran di sisiMu,
yang Kau istimewakan dengan makrifatMu,
yang Kau pantaskan untuk menghamba kepadaMu,
yang Kau tenggelamkan jiwanya dalam kehendakMu,
yang Kau pilih untuk menyaksikanMu,
yang Kau pusatkan perhatiannya untukMu,
yang Kau kosongkan hatinya untuk cintaMu,
yang Kau bangkitkan hasratnya untuk menggapai apa yang ada di sisiMu,
yang Kau ilhami untuk mengingatMu,
yang Kau dorong untuk mensyukuriMu,
dan yang Kau jadikan dari makhlukMu yang saleh (shalehah).

Ya Allah…
Jadikan kami diantara orang-orang :
yang dambaannya adalah mencintai dan merindukanMu,
yang seluruh usianya adalah merintih dan menangis kepadaMu,
yang dahinya bersujud karena keagunganMu,
yang matanya terjaga (di malam hari) dalam berbakti kepadaMu,
yang air matanya mengalir karena takut kepadaMu,
yang hatinya terikat pada cintaMu,
dan yang jiwanya terpesona dengan kewibawaanMu.

Wahai yang cahaya qudusNya bersinar terang
dan kesucian ZatNya membahagiakan hati orang-orang yang mengenalnya

Wahai harapan hati orang-orang yang rindu
dan wahai puncak cita-cita para pecinta

Jiwa ini memelas memohon cintaMu,
memohon cinta jiwa yang mencintaiMu,
karuniakan jiwa ini kecintaan terhadap setiap amalan yang mengundang cintaMu,

Jadikan diriMu lebih aku cintai daripada selainMu,
jadikan cintaku kepadaMu membimbingku ke arah ridhaMu,
kerinduanku kepadaMu mencegahku dari bermaksiat kepadaMu,
anugerahkanlah kepadaku untuk melihatMu,
tataplah aku dengan mata kecintaan dan kasih sayang,
jangan Kau palingkan wajahMu dariku,
dan jadikan aku diantara orang-orang yang telah berbahagia untuk menempuh jalan menujuMu,

Wahai pengabul doa, istajib du’a ana ya Allah.
Wahai yang lebih kasih dari para pengasih.

(Insan Sains)

*do’a dikutip (dan mengalami pengeditan) dari kitab Mafatih Al-Jinan, Syekh Abbas al-Qummi

Jakarta, 24 Desember 2008, 05:19 WIB

Next episode : ….

Posted in: Episode Cinta