Episode Cinta (Bag. 6) : Ayat-ayat Cinta

Posted on 21 Desember 2008

11



“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 165)

“Katakanlah : ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (melaksanakan sunnah-sunnah nabi Muhammad saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (QS. Ali-Imran, 3 : 31)

Bersabda rosulullah saw : “Ada tiga sifat yang jika salah satu sifat tersebut ada pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu (1) jika Allah dan rosul-Nya lebih dicintainya dari semua hal; (2) atau orang yang mencintai saudaranya sesama mukmin semata-mata karena Allah; (3) atau orang yang membenci kekafiran setelah merasakan keimanan sama seperti kebenciannya jika ia dilemparkan ke dalam api neraka” (HR. Bukhari Muslim)

Sabda Rosulullah saw : “Allah swt berfirman (dalam hadist qudsi), Aku wajibkan cinta-Ku bagi orang-orang yang mencintai karena Aku, saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku” (HR. Malik dalam Al Muwaththa‘)

Bersabda Rosulullah saw : “Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada segolongan umat, mereka bukanlah para Rosul dan bukan pula para syuhada, tetapi para rosul dan para syuhada sangat menginginkan untuk mencapai derajat mereka disisi Allah. Maka para sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu, ya rosulullah?” jawab Rosulullah saw “Mereka adalah orang-orang yang saling bekerja dan saling mencintai karena Allah tanpa adanya hubungan kekerabatan dan hubungan duniawi. Demi Allah! Wajah-wajah mereka bermandikan cahaya dan mereka berada diatas mimbar-mimbar dari cahaya, dan mereka tidak merasa takut dan tidak merasa sedih ketika manusia lainnya merasa takut dan sedih” (HR. Abu Daud)

Sabda Rosulullah saw : “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu (1) pemimpin yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah, (3) seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah dan di jalan Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, (5) seseorang yang diajak (berzina) oleh perempuan yang berkedudukan dan cantik, tapi ia mengatakan “aku takut kepada Allah”, (6) seseorang yang bersedekah kemudian merahasiakannya, sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, (7) dan seseorang yang berdzikir dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Selamat menyemaikan cinta, duhai para perindu cintaNya (Insan Sains)

Jakarta, 21 Desember 2008, 21:13 WIB

Next episode : Garam, Simbol Kesempurnaan Cinta

Iklan
Posted in: Episode Cinta