Episode Cinta (Bag. 4) : Semburat Cinta Langit dan Bumi

Posted on 19 Desember 2008

13



Banyak rumah tangga telah terbentuk. Taman jiwa tempat dua hati bertemu dan taman hati tempat dua cinta berpadu. Keindahan taman hati ini tidak akan tercipta jika penghuninya tidak pernah menghiasinya. Taman hati ini tidak mungkin memiliki kekuatan untuk memberikan ketentraman bila penghuninya tidak berupaya mengusahakannya. Lalu bagaimanakah agar taman ini tetap dipenuhi pohon cinta yang memberikan penghuninya kekuatan untuk selalu tumbuh?

Sejenak kita keluar dari diri kita. Belajar pada alam yang telah dikaruniakanNya. Para penghuni taman hati itu hendaknya menyaksikan kemesraan cinta antara langit dan bumi yang tersemburat indah melalui kemegahan ciptaanNya ini. Bagaimana keduanya menjaga romantisme cinta hingga mampu membangun dan menumbuhkan semesta.

Langit senantiasa memayungi kekasihnya, bumi. Saat bumi gersang kehausan, langit dengan penuh kelembutan menurunkan air penyejuk. Melepas dahaga, agar sang kekasih tetap dapat hidup. Saat bumi menggigil kedinginan, langit dengan penuh kemesraan menyelimutkan panas mentarinya. Memberi kehangatan, agar sang kekasih tetap dapat tumbuh. Indah nian cinta sang langit ini. Memberi, tanpa mengharap yang dicinta membalas cintanya. Memberi kehidupan, memberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

Dan cinta mereka pun menjadi lebih sempurna, karena bumi tidak lantas menyia-nyiakan tanda cinta sang imam : langit. Bumi pun menebarkan cintanya. Tenggelam dalam hakikat cinta, yaitu semangat memberi.. memberi.. dan memberi. Hingga tumbuhlah hijau pepohonan. Keluarlah ranum bebuahan. Menghambur nafas kehidupan, menyejukkan, menghidupi dan menumbuhkan penghuni-penghuni diatasnya.

Ada kalanya cinta mengalami kebekuan. Saat-saat dimana kalimat “aku mencintamu sayang” terasa hambar. Dan pandangan mata tak lagi menyejukkan. Disinilah kepiawaian sang imam dibutuhkan. Perhatikanlah bagaimana langit menjaga dan menghidupkan romantisme cintanya. Langit menyuguhkan gelap malam. Sesaat membuat bumi ketakutan. Perlahan langit mulai memegang tangan bumi. Hendak mengatakan bahwa sang kekasih tidak sendirian. Dengan romantis, mereka duduk berdua, hingga langit memberi kejutan dengan kerlap-kerlip bintang. Serta purnama yang indah menawan. Bumi pun tersenyum manis, hingga jangkrik ikut bertasbih, angin ikut berdesir, dan pohon ikut bersenandung.

Itulah cinta antara langit dan bumi. Menyemburat indah, mencipta keharmonisan alam semesta.

Wahai jiwa-jiwa maskulin, belajarlah engkau pada langit agar mampu membahagiakan, melindungi dan menginspirasi istrimu untuk menjadi jiwa yang lebih baik. Wahai jiwa-jiwa feminim, belajarlah engkau pada bumi agar mampu membahagiakan, membantu dan mendorong suamimu mencapai derajat jiwa-jiwa unggulan. Saling melengkapilah, sebagaimana langit melengkapi bumi, dan bumi melengkapi langit.

Selamat menjadi langit yang bijak
Dan selamat menjadi bumi yang subur saat dipijak (Insan Sains)

Jakarta, 18 Desember 2008, 05:12 WIB

Next episode : …..

Posted in: Episode Cinta