The True Power of Water

Posted on 6 November 2008

11



Judul : The True Power of Water
Penulis : Masaru Emoto
Penerbit : MQ Publishing
Tahun : 2006
Genre : Pengetahuan Populer
Tebal : 192 Halaman
ISBN : 979-26-4400-8

the_true_power_of_water_260





















Secara sepintas tak ada yang istimewa dari bentuk fisik air. Bentuknya cair. Bisa menjadi padat bila dibekukan. Dan menjadi gas bila diuapkan. Penelitian tentang air pun hanya sampai sebatas mengetahui massa jenis, daya apung, dan beberapa sifat kimia-fisik dari air. Sampai pada tahun 1994 seorang peneliti Jepang yang bernama Masaru Emoto menggemparkan dunia dengan hasil penelitiannya yang menyimpulkan bahwa air itu “hidup” dan memiliki “perasaan”.

Sedikit radikal memang kesimpulan ini, dan adalah bukan hal yang mudah untuk membuktikan kesimpulan ini agar diterima oleh ilmu pengetahuan konvensional. Namun faktanya, Masaru Emoto bersama rekannya (Kazuya Ishibashi, seorang ahli sains yang ahli dalam mengobservasi objek melalui mikroskop) berhasil menunjukkan bukti-bukti hasil penelitiannya kepada publik.

Bukti penelitian Masaru Emoto itu berupa gambar-gambar kristal air yang terbentuk saat sample air dibekukan pada suhu -25 derajat celcius, dan diambil gambarnya pada suhu -5 derajat celcius. Yang paling mencengangkan bukan hanya berhasil mengambil gambar kristal air untuk pertama kalinya di dunia yang karenanya Emoto mendapatkan penghargaan. Namun yang lebih fantastis adalah ditemukannya gambar kristal air yang bermacam-macam bentuk untuk setiap “informasi” yang diberikan pada sample air yang diuji.

“Informasi” yang disampaikan pada sample air tersebut ada yang berupa kata-kata maupun sekedar tulisan diatas kertas dan ditempelkan pada wadah air yang akan diuji. Untuk setiap kata-kata atau tulisan yang bernada positif (misalnya : “aku sayang”, “kamu baik”) akan dihasilkan gambar kristal air yang benar-benar hexagonal (segi enam sempurna) dengan hiasaan indah di sekelilingnya, persis seperti manik-manik perhiasan yang berkilauan. Sedangkan untuk setiap kata-kata ataupun tulisan yang bernada negatif (misalnya : “kamu jahat”, “aku benci”) akan dihasilkan gambar kristal yang berantakan, bahkan sama sekali tidak menghasikan gambar kristal air.

Buku yang pernah masuk kategori Best Seller The New York Times ini dilengkapi juga dengan gambar-gambar hasil penelitian Masaru Emoto sehingga pembaca dapat melihat sendiri perbedaan kristal-kristal air yang terbentuk. Kertas yang cukup exclusive membuat buku ini enak pula untuk dibaca, ditambah lagi dengan nuansa fullcolor.

Berdasarkan pengujian dari seorang peneliti yang sebenarnya bukan berlatar belakang pendidikan sains ini disimpulkan bahwa kata-kata paling “ajaib” yang mampu mengubah kualitas air menjadi lebih bagus sehingga menghasilkan kristal-kristal air yang paling indah adalah dua kata, yaitu “cinta” dan “terima kasih”. Semakin bagus kristal yang terbentuk, semakin bagus kualitas air tersebut.

cintadanterimakasihh

Lalu bagaimana dengan air yang ada dalam tubuh kita? Bukankah tubuh kita 70% terdiri dari air juga? Temukan korelasi pengujian sifat air tersebut dengan psikologi seseorang dalam buku ini. Dan tentunya banyak pengetahuan dan hasil temuan lain yang akan membuat pembaca terperangah membacanya. Namun kemudian akan meng-anggukkan kepala karena banyak kenyataan dan kesamaan fakta yang akan ditemui. Misalnya, bagaimana pengaruh musik terhadap air? bagaimana pengaruh tontonan televisi terhadap sample air? Bagaimana pula pengaruh handphone? Temukan semuanya dalam buku kecil nan exclusive ini.

Overall, buku ini sarat informasi dan pengetahuan (sains) terkini. Walaupun ada pula buku yang membantah hasil penelitian ini, tapi buktinya sampai detik ini bantahan tersebut belum mampu meruntuhkan hasil penelitian Masaru Emoto dan Kazuya Ishibashi ini. (insansains)

Posted in: Buku