[Experiment] Membuktikan Korelasi : Kualitas Ucapan vs Kualitas Nasi

Posted on 1 November 2008

16



Tulisan ini sebelumnya pernah dipublikasikan di Pintunet. Hanya saja sekarang situs tersebut sudah almarhum. Dan saya sekarang mencoba mengumpulkan kembali tulisan-tulisan saya yang hilang tak berbekas itu. Tulisan aslinya ada di hardisk yang sekarang sudah bad sector. 😦 Iseng-iseng mencari menggunakan Google, siapa tahu Google masih nyimpen cachenya. Wah.. ternyata tidak semua tulisan saya disimpen om Google. Tapi untungnya Google mengarahkan saya pada situs yang meng-copy-paste tulisan saya ini.

PENDAHULUAN

Apakah Anda sudah mengetahui kualitas nasi yang Anda makan? Cobalah melakukan experiment kecil dan sederhana ini. Anda akan tercengang dengan hasil yang akan Anda lihat sendiri. Saya melakukan percobaan ini dua tahun yang lalu (2006, red). Hasilnya pernah saya tunjukkan pada orang-orang kantor. Mereka saling bertanya keheranan, dan bahkan tidak percaya. Sayangnya tidak ada foto yang bisa ditampilkan disini, karena ketiadaan kamera. Adapun gambar yang saya sisipkan di blog ini adalah hasil “nyomot” dari sini

LANDASAN PERCOBAAN

  • Ucapan seorang teman

Katanya tumbuh-tumbuhan yang dirawat dengan kasih sayang, sambil didengarkan musik membuat tumbuhan itu cepat tumbuh dan subur, dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang dirawat biasa-biasa saja (hanya disiram dan dipupuki)

  • Buku The True Power of Water

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa air itu ternyata HIDUP dan memiliki perasaan. Dalam buku itu pula dikatakan bahwa tidak hanya air yang memiliki perasaan, tapi juga makanan (mungkin benda-benda lain juga). Dan mereka (Masaru Emoto, dan rekannya) telah membuktikannya dengan berbagai percobaan sebelum mengambil kesimpulan tersebut. Menurut percobaannya, ada dua kata yang dapat menimbulkan mukjizat kepada semua benda (khususnya air), yaitu kata “Cinta” dan “Terima Kasih”

ALAT DAN BAHAN

  • Toples transparan
  • Nasi putih (secukupnya)

LANGKAH PERCOBAAN

  1. Sediakanlah 2 toples transparan (ukurannya bebas, yang penting wadah tertutup dan transparan agar kita bisa melihat reaksi yang terjadi di dalam toples)
  2. Masukkan nasi putih kedalam masing-masing toples (cukup seperempat dari isi toples, dan tidak perlu dipadatkan).
  3. Lakukanlah hal dibawah ini setiap pagi dan malam.
  • Ambillah toples pertama, dan katakanlah sesuatu yang buruk-buruk, contohnya : kamu jelek, egois, menyebalkan, aku benci sama kamu, dll
  • Kemudian ambillah toples kedua, dan katakanlah sesuatu yang baik-baik, contohnya : bismillaahi rahmaani rahiim, kamu baik, terima kasih, saya cinta kepadamu, dll. Dan lakukanlah sambil tersenyum dan dengan senang hati.
  • Setelahnya simpan dan diamkan saja kedua toples tersebut.

Lakukanlah ke-tiga langkah diatas, setidaknya selama 14 hari. Maka Anda akan melihat keajaiban sedang terjadi…..!

Hasil percobaan yang saya dapatkan :

  • 3 hari pertama tidak terlalu banyak perubahan yang bisa dilihat secara kasat mata.
  • Hari ke-4 baru terlihat sedikit perubahan. Nasi di toples ke pertama, mulai berembun, sedangkan nasi di toples kedua tidak nampak perubahan sama sekali.
  • Hari-hari selanjutnya, nasi di toples ke pertama makin banyak mengeluarkan embun dan mulai menghasilkan jamur di bagian bawah dan atas nasi. Di toples kedua, mulai muncul embun, tapi quantitasnya tidak banyak.
  • Yang paling terlihat mencolok adalah di hari ke-14. Toples pertama dipenuhi dengan jamur, dan warna nasinya berubah menjadi kekuning-kuningan sebagian lagi hijau busuk, sedangkan toples kedua hanya sedikit jamur di bagian bawah toples (namun warna nasinya masih putih)
  • Ketika 1 bulan penuh, toples pertama makin lebih buruk, seluruh isi toples sudah dipenuhi dengan jamur, dan nasi sekarang berubah menjadi warna coklat kotor, dan di dasar toples timbul cairan berwarna coklat. Sedangkan di toples kedua hanya dipenuhi sedikit jamur saja.

Sumber : http://www.hado.net/img/powerofword_2.jpg

KESIMPULAN DAN HIKMAH

Untuk nasi pada toples kedua lebih tahan lama, dan bisa dikatakan memiliki kualitas yang baik, sedangkan untuk nasi pada toples pertama sangat buruk kualitasnya. Perbedaannya ditimbulkan dari kata-kata yang diucapkan kepada masing-masing toples.

Jika benar hasil percobaan Anda seperti hal diatas, maka mari kita coba renungkan pertanyaan ini : Bukankah tubuh kita ini terdiri juga dari makanan dan minuman yang selama ini masuk kedalam perut kita? Bagaimana jika nasi berkualitas buruk yang masuk ke tubuh kita? (saya yakin Anda bisa menarik kesimpulan dari apa yang saya maksud)

Itulah sebabnya dalam setiap agama, mengajarkan pemeluknya untuk selalu berdoa sebelum dan setelah beraktifitas (diantaranya, makan / minum). Bahkan dalam agama yang saya yakini (Islam, red) doa memulai dan mengakhiri aktifitas itu mengandung sekurang-kurangnya dua makna, yaitu Kasih Sayang = Cinta dan Syukur = Terima Kasih

Kedua kata inilah (CINTA dan TERIMA KASIH) yang dalam penelitian The True Power of Water yang dianggap memiliki kekuatan untuk memperbaiki kualitas makanan dan minuman yang kita konsumsi. Jadi budayakan selalu berkata yang baik, agar kualitas hidup kita membaik.

Terima kasih Cinta….! ^_^

Iklan