Mengontrol Perangkat Elektronik melalui Pikiran

Posted on 25 Oktober 2008

1



[postingan ini sudah pernah dipublikasikan di Forum Sains dan mengalami pengeditan]

Sejak tahun 1970, beberapa ilmuwan telah mulai mengkaji bagaimana otak manusia bisa mengontrol device (peralatan) elektronik. Huh.. dan tidak sia-sia juga hasilnya, buktinya teknologi itu sekarang sudah dinamakan dengan Brain Computer Interface (BCI) atau yang lain menamakannya Direct Neural Interface atau Brain-Machine Interface.

Otak sejatinya ketika sedang bekerja akan secara kontinyu mengirimkan sinyal. Nah.. sinyal inilah yang kemudian akan diterjemahkan kedalam sinyal-sinyal listrik yang kemudian akan diteruskan ke sebuah chip microcontroller yang bisa digunakan untuk mengontrol peralatan dari luar. Aplikasi teknologi ini tentu akan banyak sekali, mulai dari automatisasi, security, medis, komputer, gadget, dan lain sebagainya. Salah satu contohnya, bagi orang yang cacat hampir semua fisiknya, dan hanya pikirannya saja yang mampu bekerja, bisa dibantu menggunakan alat ini, baik itu untuk menjalankan kursi rodanya, menyalakan televisi, komputer, dan lain sebagainya. Bahkan seandainya pun tidak bisa berbicara, dengan teknologi ini saya rasa bisa dibuatkan alatnya, toh teknologi text to speech sudah ada, jadi bukan lagi hambatan untuk mengubah sinyal digital ke dalam text kemudian diubah lagi menjadi suara.

BCI

Kalo untuk dipakai pada komputer sendiri, sudah banyak penelitian yang diadakan. Salah satunya universitas di Berlin yang membuat BCI mouse dan digunakan untuk bermain Pong. Di bawah ini salah satu videonya.

Di dalam otak itu ada yang namanya sinyal SSVEP (Steady State Visual Evoked Potential), dimana sinyal ini akan muncul bila mendapat rangsangan dari sistem syaraf tubuh. Misalnya, ketika kita mata kita melihat suatu objek, mendengar suara tertentu, atau ketika hendak merespon rangsangan tersebut. Nah.. electrode-electrode yang dipasang di kepala itu yang akan mendeteksi muatan-muatan yang terjadi di sekitar kepala dan melanjutkannya ke sebuah komputer atau microcontroller untuk diolah.

Ada salah satu proyek yang bernama AMaRob (Autonome Manipulatorsteuerung fΓΌr Rehabilitationsroboter atau Autonomous Manipulator control for rehabilitation Robots) yang didanai oleh Uni-Eropa yang aplikasinya dirancang untuk para penyandang cacat fisik, misalnya karena kelumpuhan akibat ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Proyek ini diimplementasikan dengan membuat sebuah robot yang berbentuk kursi roda elektrik yang memiliki 7 DOF (Degree Of Freedom, derajat kebebasan gerak suatu robot). Robot medis ini terdiri dari 3 komponen penting yaitu :
– image processing
– tactile sensor
– dan yang utama adalah Brain Computer Interface itu sendiri

Hoho.. teknologi memang berkembang terus…! Besok-besok mouse dan keyboard gak dipake, besoknya lagi pembantu Rumah Tangga dibutuhkan lagi, besoknya lagi untuk mengaktifkan, mengerakkan, dan mengontrol sesuatu tinggal dipikirin aja, dan besoknya lagi gak ada orang yang bakal berpikiran jorok… hahahahaha.. πŸ˜€Β  bagus juga nih teknologi. Ada yang mau bikin gak di Indonesia? Kalo dikasih dana sama pemerintah, aku mau ikutan ah… hehehe….

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Direct_mind-computer_interface
http://www.livescience.com/health/050317_brain_interface.html
http://www.iat.uni-bremen.de/sixcms/detail.php?id=555

Iklan
Posted in: Teknologi