Syukur diatas Syukur di hari Jumat

Posted on 24 Oktober 2008

3



Engkau menghadirkan Jum’at sebagai hari teristimewa. Maka aku pun berusaha menspesialkannya. Kubuka lembaran nafasku dengan menyebut asma-Mu. Kubasahi lisanku membaca surat cintaMu. Ku berharap Engkau sekarang menoleh kepadaku.

Ku keramasi rambutku, ku bersihkan sekujur tubuhku. Ku semprotkan wangi-wangian ke tubuh. Pakaian terbaik yang kumiliki pun aku kenakan di Jumat ini. Kadang baju taqwa bersetelan jas, kadang baju taqwa putih, atau kadang kemeja batik lengan pendek. Ku potong juga kuku-kuku panjangku. Semua itu aku lakukan untuk mendapatkan perhatian-Mu, duhai Rabb.

Ku sisir dan ku minyaki pula rambutku yang mulai menipis. Tak sedikit pun kubiarkan rambut kasar tumbuh dibagian atas bibir. Kupelihara rambut yang melingkar dari kedua ujung bibir turun ke bawah hingga keduanya bertemu dan lebat di dagu. Tak pernah panjang menjuntai, tapi meliuk ke dagu bagian dalam. Tak kucukur habis karena akan membuatnya kasar. Sekali lagi aku berharap, Engkau menoleh kepadaku sekali saja karena telah menjalankan sunnah rosulMu.

Rabbi… aku ingin mendapatkan kesempurnaan Jum’at ini. Sepanjang perjalanan menuju tempat mencari nafkah, sengaja ku perlambat langkah. Berharap bisa membagikan senyum, bersedekah sekecil-kecilnya. Lingkaran kecil di pipi, terbentuk kala ku simpulkan bibirku. Berharap orang yang mendapatkannya akan senang dan kembali membalas ku dengan senyuman. Rabbi… tidakkah engkau ridha dengan semua itu?

Disela-sela duduk di meja kerja, kucoba menghadirkan-Mu. Aku ingin menyempurnakan Jumat ini Rabbi…! Aku sedekahkan hartaku, aku datangi mesjid lebih awal semampuku. Aku habiskan siang dengan membuka kembali lembaran suciMu. Rabbi….!! Aku hanya mengharapkanMu. Namun mengapa Engkau masih saja terasa jauh dariku?

Duhai hambaKu…!!
Engkau memang telah berbuat berbagai kebaikan. Engkau melaksanakan yang wajib, tak lupa pula yang sunnah. Tapi ada satu hal yang engkau lupa hambaKu. Syukurmu. Engkau merasa telah berbuat sesuatu yang baik untukKu, tapi sayang engkau melupakan rasa syukurMu.

Engkau memang mengatakan Aku memberikanmu hari teristimewa diantara seluruh hari, yaitu Jumat. Tapi apakah pernah engkau bersyukur kepadaKu? Akulah yang telah mempertemukanmu dengannya.

Engkau terbangun dari tidur, menyebut namaKu dalam sadar setengah kantuk. Engkau pun lantunkan ayat-ayat suciKu untuk membuka harimu. Tapi katakanlah kepadaKu, Siapakah yang telah membangunkanmu dari kelelapan? Siapakah yang telah membukakan pandangan itu untukmu? Siapakah yang telah meminjamkan lisan itu kepadamu? Kemudian menggetarkannya untuk menyebut nama-Ku? Lalu apakah engkau pun telah bersyukur atas karuniaKu itu?

Lalu siapakah yang telah menumbuhkan setiap helai rambut dan bulu dari ujung kepala, dagu, dada hingga ke kakimu? Yang dengan kekuasaanKu engkau Kuberi kesempatan untuk mencukur sebagian, dan memelihara bagian yang lainnya? Lantas, kapankah terakhir kali engkau bersyukur atas karuniaku itu?

Engkau pula yang kupinjami dua lesung pipi. Ku buat yang sebelah kanan lebih dalam dari yang lain. Ketika engkau menyimpulkan kedua bibirmu, keduanya merekah ditengah pipimu. Engkau merasa senang telah memilikinya, lalu kapankah engkau akan bersyukur atas nikmatku itu?

Aku pun melihat sedekahmu, Aku mendengar dzikirmu, aku menyaksikan pula ibadah-ibadah lain yang kau kerjakan. Tapi coba tanyakanlah kepada dirimu, dari siapakah harta yang kau sedekahkan itu? Dari mana kau dapatkan kesempatan untuk berdzikir itu?

Hambaku…! Engkau telah menangkap banyak ibadah. Memasukkannya dalam sangkar. Namun sayang, engkau lupa untuk menutupnya dengan syukur kepada-Ku. Katakanlah kepadaku, Apakah engkau akan memasuki surgaKu karena amal-amalmu? Ataukah karena karuniaKu?

Allahu rabbi… aku benamkan wajahku. Memohon ampun atas kesombongan diri. Engkau yang memberdirikan, merukukkan, dan men-sujudkan diriku. Engkau pula yang menengadahkan tanganku untuk meminta kepada-Mu. Engkau yang menggerakkan, tapi pahala ibadahnya Engkau berikan kepadaku. Sungguh, semua itu karunia dariMu, duhai Rabbku.

Rabbi.. dengan karuniaMu akan ku tutup Jumat ini. Akan ku sempurnakan jumat ini dengan syukur kepadaMu. Dengan karuniaMu pula ijinkan aku mempersembahkan sepertiga malam terakhirku, hanya untukMu. Alhamdulillah… Alhamdulillah.. Alhamdulillah…. Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Alhamdulillah…

Kemudian Tuhan berkata, lalu bagaimana engkau mensyukuri nikmat bisa bersyukur kepadaKu?

Ditandai: ,
Posted in: Renungan