Perpisahan (lagi)

Posted on 23 Oktober 2008

10



To : *******-san (insan sains, red)

Hereby, I give u your book.

“Life is beautiful”, but I found it more beautiful outside *** (your paradise, red)

I know the decision to get out from here sooner is hard,

but i’ll never regret 4 what I’ve choosen.

Thanks for d book

Nice to know u, pal.

Ganbatte!!!

Many thanks,

** (your friend, red)

Dalam setiap kehadiran selalu akan ada ketiadaan. Dalam setiap kemunculan selalu akan ada kehilangan. Siapa yang datang, maka dia pula yang akan pergi. Lihatlah mentari. Dia datang menyapa tanpa kata, dan akhirnya merangkak senja hingga hilang dipelupuk mata. Bagaikan padi yang hijau, kemudian menguning, dan akhirnya mengering seakan tak pernah ada. Bagaikan pepohonan yang ranum buah, kemudian kering kerontang.

Adalah naif, bila kita menginginkan sesuatu, dan tak ingin melepaskannya. Dan juga adalah keliru, bila kita telah mendapatkan sesuatu, namun belum siap untuk kehilangannya. Itulah sunnatullah yang telah ditulis-Nya. Sebagaimana ada terbit, ada pula terbenam. Ada awal, ada pula akhir. Yang kekal hanyalah DIA, yang Maha Awal dan yang Maha Akhir, yang menerbitkan dan yang menenggelamkan.

* * *

Diri ini merasakan kebahagiaan yang saat ini sedang dan akan dirimu rasakan. Kebahagiaan yang mungkin akan terasa dari ujung rambut hingga mata kaki. Dari kulit ari hingga menyerap ke tulang sum-sum. Kebahagiaan yang tak terkira bagi diri ini, karena dirimu menemukan “a wonderful life”. Sekalipun dirimu melihatnya ada di ‘luar’ sana. Dirimu mungkin akan hilang dari pandangan dan pendengaranku. Tapi aku akan tetap mengatakan, “it’s a beautiful life”. Bagaikan matahari yang berselimut pekat, kemudian hilang ditelan gelap. Namun aku tidak akan sedih kehilangannya, karena aku tahu cahaya matahari itu masih akan tetap ada (terpantul.) Dan keberadaannya akan nampak dari indahnya sinar rembulan.

Dan kebahagiaan itu segera dirimu genapkan. Ah.. betapa kebahagiaan ini akan menjadi sempurna.

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair.

Yap.. satu kata dalam doa itu, ‘berkah’. Kata itulah yang menjadikan besar-kecil menjadi tidak bermakna. Kata itu pula yang membuat panjang-pendek menjadi tak ada. Karena ‘keberkahan’ itu tidak dapat diukur dari besaran-besaran makhluk, namun ada satu yang menandakan kehadirannya, yaitu ‘khair’. Ketika apa yang kita miliki menjadi jalan kebaikan (al-khair), dan mampu membuahkan manfaat, maka itulah ‘keberkahan’. Dan mudah-mudahan ‘keberkahan’ itu pula ada dalam tiap nafas yang terhembus dalam hidup barumu.

* * *

All the praises and thanks be to Allah, the Lord of the ‘alamin, coz He has allowed me to know you. Although a little things about you.

As you said my sis, “Life is Beautiful”. And i’m glad to heard that you have found the place that can bring you to a beautiful life. Even, more, a wonderful life. You have chosen, so do i. Be a good muslimah and be a good muslim wife.

‘This’ home is always open for you. To show you, how beautiful my world as i see. (maybe, and I hope that 😀 ). If there is someone ask, “What makes your life beautiful if all the good things gone?” I’ll say, “my Lord the Almighty”. Yap. Coz, He is the only one who never leave me. And He is the only one who give me the this happiness.

[upps… sorry.. I’ve lost my writing focus]

Sist… Keep your beautiful life. With a thankful and patience. And also, ‘a cup of smile’ of course.  🙂 Coz, the messenger of Allah, upon whom be peace, said :

“Never underestimate a good deed, even if it’s a smiling face to a fellow Muslim.”

“Every good deed is sadaqah (charity). To meet your brother (or sister) with a smiling face and to pour out from your bucket into his container are sadaqah”.

🙂 Take care my friend. I’ll be here. For you a thousand times over!

Iklan
Posted in: Personal