[Report] Itikaf Daarut Tauhiid 1429H

Posted on 8 Oktober 2008

14



Ramadhan tahun ini telah menjadi ramadhan paling spesial bagi saya. Ramadhan kali ini jauh lebih produktif dari ramadhan-ramadhan tahun kemarin. Al-Quran alhamdulillah bisa 3 kali khatam, terjemahannya 1 kali khatam, membaca buku, membuat resensi, membuat tulisan, menghafal, dan aktifitas lainnya pun masih bisa dikerjakan. Dan yang paling berkesan adalah menjelang seperempat abad umurku alhamdulillah mendapat jamuan 10 hari terakhir Ramadhan dari Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Jika tahun-tahun yang lalu saya habiskan malam di mesjid kampus dan siangnya bekerja di kantor. Tahun ini alhamdulillah diberikan kesempatan untuk mereguk tiap detik kenikmatan berada di rumah Allah selama 10 hari full. Tidak tanggung-tanggung, jamuan itu ada di mesjid saya yang tercinta Daarut Tauhiid Bandung.

Ah… jari ini tak mampu menandingi pikiran yang tengah mengenang hikmah-hikmah selama 10 hari tersebut. Ada banyak cerita dan hikmah yang ingin saya sharing. Namun mohon maaf ketidakmampuan jari tangan ini untuk mengungkapkan semuanya dalam satu postingan. Yang jelas, saya sudah berazzam untuk membukukan “hidangan terindah” tersebut. Mudah-mudahan dapat selesai sebelum ramadhan tahun depan. Syukur-syukur kalau ada penerbit yang tertarik untuk mencetaknya [mengkhayal mode on].

“Ya Rabb.. berikan aku kekuatan, kesempatan dan keistiqamahan untuk menyelesaikannya”

SEKILAS DAARUT TAUHIID
Daarut Tauhiid memang tidak sekelas Istiqlal. Bahkan tak semegah masjid di kampusku sekalipun. Daarut Tauhiid adalah mesjid yang bisa dibilang kecil. Mau dilebarkan ke samping salah, karena terpentok jalan dan bangunan. Mau di perpanjang ke depan-belakang salah, karena terhalang bangunan lain yang sudah berdiri kokoh. Tak ada jalan lain kecuali menjadikannya mesjid bertingkat (saat ini ada 3 tingkat). Daarut Tauhiid bukanlah mesjid milik yayasan bukan pula milik Aa Gym, tapi Daarut Tauhiid adalah milik umat. Rasa kebersamaan itulah yang mungkin akhirnya menjadikan mesjid ini lebih makmur dan lebih berkah. Bahkan kemakmurannya mampu mengalahkan mesjid-mesjid kelas elite berkubahkan emas sekalipun. Lihat saja, Daarut Tauhiid tidak pernah sepi dari jamaah, terutama saat waktu shalat tiba. Mulai dari shubuh hingga kembali ke shubuh lagi, masjid ini selalu terisi jiwa-jiwa pencari Tuhan.

Layar lebar LCD tersebar di sudut-sudut mesjid. Tata letak sound system terbaik yang tertata pas, membuat kajian keilmuan menjadi lebih nyaman untuk diterima. Juga kamera dan infocus untuk menampilkan penceramah yang diperbesar puluhan kali menambah suasana mesjid yang mengikuti zaman. Tapi jangan heran, Daarut Tauhiid tidak sampai menggembok mesjid sebagaimana umumnya mesjid-mesjid di Indonesia karena takut kedatangan maling. Daarut Tauhiid benar-benar mesjid terbuka, tanpa pintu, seakan menginsyaratkan siapapun dapat melepaskan kerinduan bersama Tuhannya, dan dapat berkunjung kapanpun.

Ada satu tempat yang menjadi kavling favorite saya. Yaitu shaf terdepan, dekat dengan pilar masjid sebelah kanan. Ya.. itulah tempat yang bagi saya nyaman untuk mengadu kepada sang Rabb. Mengadu sepuas diri, menangis meluapkan isi hati, meminta keberkahan mulai dari kulit ari hingga urat nadi, dan bertaubat mengharap mendapat kenikmatan setelah mati. Di kavling favorite inilah saya menghabiskan 10 hari 10 malam ramadhan terakhir saya.

PESERTA
Siapapun dapat beritikaf di mesjid Daarut Tauhiid. Namun DKM Daarut Tauhiid mengadakan acara yang disebut pesantren itikaf ramadhan. Untuk mengikutinya memerlukan registrasi. Untuk penghitungan biaya, peserta dikenakan tarif sesuai jumlah hari yang diikuti. Saya sendiri mengambil satu paket full (10 hari) dengan biaya Rp. 275.000. Tahun lalu sekitar Rp. 150.000 (tolong dikoreksi bila salah). Biaya tersebut sudah termasuk biaya ta’jil, makan berbuka, makan sahur, buku panduan, syal, hand out kajian-kajian keislaman, sertifikat, bahkan tahun lalu diberikan juga jaket peserta itikaf.

Sekitar 150 orang peserta itikaf terdaftar (ikhwan dan akhwat) pada kegiatan pesantren itikaf ramadhan 1429H. Sssst… tapi jangan salah, ketika malam tiba jumlah itu bisa berlipat puluhan kali lipat, apalagi di malam-malam ganjil. Yups, sekitar 2000 hingga 3000 orang memadati Daarut Tauhiid. Sebagian ada yang menempati Daarul Haj, dan aula mesjid, bahkan membludak sampai teras-teras mesjid. Tidak laki-laki, tidak perempuan, tidak anak kecil, tidak kakek nenek, semuanya tumpah ruah di Daarut Tauhiid. Bukan hanya mereka yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, tapi mulai dari Sabang hingga Merauke. Bahkan satu orang yang semula saya kira dari Papua ternyata setelah taaruf barulah tahu bahwa bapak Nadzir tersebut berasal dari Sudan. Ada juga bapak-bapak (maaf saya lupa namanya) yang rela menempuh perjalanan 14 jam dari Jogjakarta menggunakan motor. Subhanallah.

Daarut Tauhiid juga menyediakan makan sahur untuk peserta itikaf yang tidak terdaftar, biasanya nasi goreng.

KEGIATAN
Secara garis besar, kegiatan yang diadakan untuk peserta itikaf yang terdaftar terdiri dari :

  • Shubuh – Sore : Kajian keislaman
  • Sore – Malam : Berbuka, tarawih, ceramah
  • Malam – Shubuh : Istirahat, shalat malam

Kajian keislaman yang disampaikan untuk tahun ini meliputi :

  • Mengenal Hakikat Hidup
  • Deteksi Penyakit Hati
  • Obat Penyakit Hati
  • Parasit Aqidah
  • Bedah Buku
  • Tauhid
  • Fiqh Thaharah
  • Fiqh Shalat
  • Fiqh Waris
  • Training B3P (Berpikir, Berhati, Bertindah Positif)
  • Seminar “Bersahabat dengan Al-Quran”
  • Zakat
  • Unlocking Potential Power
  • Tarbiyatul Maut
  • Training Pengurusan Jenazah

Kegiatan lain yang tak kalah seru adalah :

  • Tasmi’ Al-Quran selama 3 hari (3 hari mengkhatamkan Al-Quran bersama hafizh)
  • Tahsin Al-Quran (mempelajari tajwid membaca Al-Quran)
  • Pemutaran Film

Dari sisi pemateri-pematerinya, sangat luar biasa, diantaranya :

  • Ust. Mulyadi AF
  • Ust. Mardais AH
  • Ust. Shalahudin
  • Ust. Roni AF
  • A’ Deda
  • Ust. Mulyana
  • Ust. Jamaludin
  • Ust. Fahrudin
  • Masrukhul Amri
  • Ust. Fuaf Muhsin, S.Ag

Walaupun di tahun ini tidak ditemani Aa Gym karena sedang menjalankan ibadah umrah, tapi beliau selalu menyempatkan untuk menyampaikan hikmah dan muhasabah via line telepon. Diantara pemateri yang saya acungi jempol adalah A’ Deda, Masrukhul Amri, dan Ust. Mulyadi. Beliau-beliau dapat menjadikan suasana yang tadinya suntuk, ngantuk menjadi suasana yang nyaman untuk menimba ilmu, menambah motivasi dan bercermin diri.

MANFAAT
Ada banyak manfaat yang bisa saya petik dari kegiatan pesantren itikaf di Daarut Tauhiid. Sehingga saya tertarik untuk membukukan pengalaman tersebut. Namun secara garis besar, beberapa hal positif yang saya dapat adalah sebagai berikut :

  • Bersyukur bisa terhindar dari perbuatan maksiat dan perbuatan sia-sia. 10 hari di mesjid, tidak ada sarana dan prasarana yang bisa menjadikan shaum saya sia-sia (kecuali kalau hati saya menduakan tujuan shaum dan ibadah-ibadah saya selain untuk Allah. Mudah-mudahan terhindar)
  • Termotivasi untuk menghafal Al-Quran. Apalagi setelah bertemu dengan seorang peserta itikaf bernama Yasin, dan ketika ada kegiatan tasmi Al-Quran oleh para hafidz, bahkan hafidz cilik. ck.. ck.. ck.. subhanallah, luar biasa.
  • Menambah ilmu dan kefahaman. Tidak ada waktu yang sia-sia, semuanya terisi dengan ilmu dan hikmah. Kajian-kajian yang disampaikan pun sangat berbobot. Tidak hanya dari team Asaatidz DT saja, melainkan juga dari para peserta itikaf yang notabene dari segi keilmuan dan pengalaman lebih senior dari saya, mulai dari masalah keagamaan, kesehatan, sosial, politik, bahkan bagi-bagi pengalaman taaruf dengan calon istri, dst (ehm… ehm…!)
  • Dapat menghidupkan malam ramadhan. Saya benar-benar menyedikitkan waktu tidur malam, paling lama itu saya tidur 2 jam, dan itu pun karena tubuh saya sedikit tidak enak. Di malam-malam ganjil saya mengusahakan untuk tidak tertidur semenit pun.
  • Bersemangat untuk berfastabikul khairat. Bagaimana tidak tergerak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Lihat ke kiri, ada orang yang sedang mengaji, lihat ke kanan ada orang yang sedang membaca, lihat ke depan ada orang yang sedang shalat, lihat ke belakang ada orang yang lagi tidur (hehehe.. tidurnya orang shaum kan ibadah?). Tapi saya gak ikut-ikutan berfastabikul khairat dengan yang di belakang. Bahkan lihat ke atas pun, banyak kaum hawa yang tekun sekali beribadah di lantai tiga.

ENDING
Menjelang akhir-akhir penutupan, timbul perasaan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman satu itikaf. Seakan sudah terjalin hubungan bertahun-tahun dengan mereka semua. Itulah mungkin yang disebut dengan pertemuan yang berkah. Sebelum pamitan saya sempat mengkoordinir data lengkap dari peserta itikaf. Sayangnya hanya dapet 20-an.

Satu lagi yang disayangkan. Tidak ada foto-fotoan yang bisa dipampang disini nih. Mudah-mudahan, teman-teman itikaf yang sempat memfoto dapat mensharingnya supaya bisa dipublikasikan disini.

Terima kasih untuk DKM Daarut Tauhiid yang mengadakan acara pesantren itikaf ini, terlebih kepada Aa Gym yang walaupun jauh secara jarak tapi selalu mengusahakan seolah-olah dekat dengan peserta itikaf, kepada para Asaatidz DT yang memberikan kajian, kang Alwi (muadzin DT) yang banyak berinteraksi dengan peserta itikaf, kang Haqi (imam DT) yang memberikan kajian tahsinnya, juga pada para peserta itikaf yang luar biasa istiqamah.

Spesial untuk para peserta itikaf (umumnya bagi siapapun) yang menginginkan presentasi kajian keislaman pesantren itikaf terutama untuk peserta itikaf tahun 2008 bisa mendownload di sini [Materi Itikaf.zip]. (plus nama-nama peserta itikaf). Untuk kajian yang sudah ada foto copyannya, tidak saya sertakan. Khusus para peserta itikaf yang merasa belum mengisi data lengkap untuk memperpanjang silaturahim, mohon untuk mengirimkannya disini atau melalui email pribadi saya (insansains@gmail.com). Mudah-mudahan tahun depan diberikan kesempatan lagi untuk ber-itikaf bersama-sama, tentunya bagi yang belum nikah (sambil menunjuk ke diri sendiri) sambil membawa istrinya, bagi yang kemarin datang sendirian, tahun depan bisa bawa anak-cucunya, bagi yang belum pernah merasakan itikaf 10 hari penuh mudah-mudahan termotivasi untuk ikutan tahun depan.

Selamat menyemai ruh ramadhan dan menebar keberkahan dan kemanfaatan bagi ummat. Mudah-mudahan Allah senantiasa menambahi kita hidayah-Nya dan mengantarkan kita kepada kebun hikmah.

Iklan
Posted in: Personal