GaFster (Gagap Friendster)

Posted on 13 September 2008

9



Latah…! Akhirnya saya bikin juga account di Friendster.

Alamatnya url-nya : http://profiles.friendster.com/insansains

Hm…. Apakah pesona

Friendster

bisa mengalahkan kecintaan saya kepada

WordPress?

Btw… barusan abis jalan-jalan dengan om Google, nyari referensi tentang Friendster. Berikut saya kutipkan hasil pencarian. Sumber tulisannya tidak jelas dari siapa, tapi untuk tulisan yang ini saya comot dari : http://www.hmistainkdr.co.cc/2008/08/sejarah-friendster.html


SEJARAH FRIENDSTER

Sebuah situs yang menyajikan layanan – layanan menarik yang banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat menjadikan friendster sebagai candu networking dalam dunia maya. Pada tahun 2002, melalui sebuah konsep lapisan – interaksi terciptalah satu ruang maya revolusioner bernama Friendster.

Friendster adalah sebuah situs yang mengimplementasikan social networking. Setiap orang dapat mendaftarkan dirinya secara gratis dan mendefinisikan daftar temannya. Setiap anggota Friendster kemudian dapat melihat daftar teman dari temannya, teman dari teman dari temannya, dan seterusnya. Intinya adalah dengan cara demikian, seseorang dapat bertemu dengan orang lain yang berhubungan, dan bukan orang yang sepenuhnya tak dikenal. Tahun 2002, Jonathan Abrams menciptakan Friendster. Ia adalah seorang old former software engineering di Netscape. Nama Friendster sendiri berasal dari ‘Friend’ dan ‘Napster’. Pada saat itu Napster memang sudah menolong orang-orang untuk bertukar informasi melalui jaringan maya, dan Friendster melakukan hal yang sama dalam dimensi yang berbeda.

Berawal dari situs-situs dating yang banyak tersebar, Jonathan melihatnya sebagai sesuatu yang ‘creepy’ karena orang-orang yang terhubung tidak dapat ‘melihat satu-sama lain’. Friendster ia buat dengan tujuan agar masing-masing individu dapat menampilkan profile sehingga interkasi tersebut berjalan lebih terbuka. Dengan konsep four degrees separation, tiap individu akan berkaitan dengan individu lainya. Dengan begitu jaringan ‘pertemanan’ akan semakin meluas.

Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman saja di Frienster, bisa terhubung ke jaringan teman dari 18 teman anda, dan tanpa sadar kita telah terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam sekejap.itupun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya untuk berkomunikasi.ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh teman dalam jaringan, ada bulletin board yang berisi pesan – pesan yang dapat dibaca oleh teman dalam jaringan, ada pula testimonial, dimana teman – teman anda dapat mengisi kesan – kesan mengenai anda.frienster benar – benar merupakan perpaduan luar biasa antara e-mail, bulletin board, personal web, serta “ jaringan sosial ”.

Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna awal Friendster terhenyak didepan komputer, menghabiskan banyak waktu didunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman, menemukan kejutan – kejutan baru dari teman – teman baru, memeriksa testimonial dari teman, mengecek pesan, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Frienster yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta. Bukan hanya anak – anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Melainkan bila kita search lebih dalam anggota yang usianya diatas 40 tidak sedikit yang muncul.

Dengan fitur – fitur yang mudah digunakan oleh pemakai internet pemula Frienster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60 tahun untuk bergabung. Friendster membuka pendaftaran secara gratis. Friendster juga tidak melakukan verifikasi apakah setiap individu didaftarkan oleh individu yang sebenarnya. Oleh karena itu dapat saja seseorang mendaftarkan orang lain di Friendster.

Ada seorang anggota yang mengatakan,”Frienster itu ibarat candu, sekali pakai ketagihan !”. komentar ini ditulis oleh pria yang berusia 34 tahun, ia mengaku membuka Frienster tiap hari untuk melihat apakah ada teman lama dan baru yang menemukannya, dan apakah teman – teman yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya, dan masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Frienster bercerita kalau temannya yang kelihatan alim, pendiam, dan sering berkhotbah ternyata penggemar LinkingPark.

APA & BAGAIMANA FRIENDSTER ?

Beberapa waktu ini kita sering mendengar istilah Friendster di internet. Apa itu friendster?. Fenomena friendster begitu menghebohkan dunia gaul di internet akhir-akhir ini. Friendster adalah sebuah komunitas online di internet yang memungkinkan setiap anggotanya untuk berhubungan dengan anggota yang lain dalam ikatan pertemanan. Hampir dua juta orang telah tergabung dalam komunitas yang didirikan sejak bulan Maret 2002. Anggota yang tergabung dalam friendster bisa mencari teman-teman baru maupun teman-teman lama melalui jaringan pertemanan satu dengan yang lainnya. Penulis sendiri sangat senang ketika akhirnya bisa menemukan teman SD dan SMP yang telah lama hilang kontak dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Akhirnya komunitas ini membuat pertemanan menjadi bersifat tak terbatas waktu dan tempat, bahkan memungkinkan pertemanan menjadi suatu yang bersifat kekal dan universal di dunia ini.

Berbagai fasilitas selalu ditambahkan dalam web friendster, misalnya biodata, jumlah teman dan jaringan pertemanan, photo-photo pribadi, dan testimonial (atau kesaksian dari teman-teman). Setiap anggota dapat memasukkan biodata sesuai dengan apa yang diinginkannya, menambah dan mnegurangi jumlah teman ataupun memberikan kesaksian (testimonial terhadap teman kita yang lain). Tentunya friendster juga dilengkapi fasilitas untuk mencari teman kita berdasarkan email, nama lengkap, ataupun berdasarkan sekolahnya, kesamaan hobinya dan lain-lain. Ada lagi fasilitas untuk buletin board yaitu semacam mailing list yang hanya bisa dibaca oleh teman-teman kita sendiri.

Keasyikan mencari teman-teman di friendster membuat jumlah pengakses di friendsterpun semakin banyak sehingga terkadang web friendster seakan sering sekali mengalami gangguan/error. Apalagi web friendster ini masih dalam kategori beta version, wajar saja jika beberapa kali kita akan mengalami kesulitan dan masalah dalam mengaksesnya. Meskipun demikian masalah ini tidak menyurutkan para pengguna friendster untuk mengakses situs friendster dan merasakan asyiknya mencari dan menjalin pertemanan di komunitas ini.

Begitu trendnya komunitas friendster di Indonesia sehingga begitu banyak web-web sejenis yang mulai bermunculan…. sebut saja temanster.com yang merupakan ‘plesetan’ komunitas friendster dari indonesia, ataukah sohib.com yang merupakan jalinan pertemanan khusus teman-teman yang berasal dari Indonesia.

Meskipun web-web sejenis memiliki fasilitas yang lebih baik dan kestabilan yang tinggi. Namun populeritas friendster tetap tak tersaingi. Mungkin ini disebabkan karena friendster adalah web komunitas online pertemanan pertama yang muncul di Internet sehingga telah dikenal dan memiliki paling banyak jaringan pertemanan dari segala penjuru dunia.Ini membuktikan bahwa dunia semakin sempit saja dan tidak ada lagi waktu dan tempat yang mampu membatasi pertemanan dan persahabatan.

Untuk membuat sebuah identitas Friendster, seseorang harus mengisikan alamat emailnya pada form pendaftaran Friendster. Setelah itu Friendster akan mengirimkan kode autorisasi ke email tersebut. Selanjutnya identitas Friendster akan diaktifkan setelah pengguna tersebut menggunakan kode autorisasi yang diberikan oleh Friendster tersebut.

Pada situs Friendster ini, ada 3 bagan utama yang menjadi focus yakni Foto, profil, dan testimoni. Ketiga bagan ini membangun identitas utuh si individu dalam tampilan Friendster. 3 bagan itulah yang menjadi alat negoisasi dalam jaringan Friendster.

Foto merupakan kekuatan negoisasi
Ini lapisan pertama yang akan ditemui. Foto merupakan komponen negoisasi yang penting (kalau tidak bisa dibilang terpenting) dalam menentukan interaksi pertama. Foto bukan lagi sekedar komponen identitas, namun alat negoisasi.

Negoisasi ini dimulai ketika muncul ketertarikan untuk melihat visual individu tersebut. Berlanjut kepada profil dan diakhiri oleh rangkaian testimoni. Foto menjadi kekuatan yang menentukan. Bila 2 pihak yang saling tidak mengenal ‘bertemu’ dalam jaringan ini, mereka akan berkomunikasi melalui visual diwakili oleh foto, serta teks yang diwakili oleh profil dan testimonial.

Banyak pengguna aktif Friendster melakukan updating foto secara berkala. Selayaknya menceritakan apa dan siapa saya, apa yang sedang terjadi dengan siapa, dengan siapa sekarang saya berkencan, atau setidaknya; berkencanlah dengan saya. Tiap individu memiliki kesadarannya untuk memilih foto atau image mana yang akan ditampilkan dalam layar komputer.

Kita bisa menjelajahinya, etalase yang menyajikan sejarah individu tersebut. Kita bisa mengamsusikan bahwa mereka benar-benar ada, karena kita tidak akan pernah tahu kebenaran yang sesungguhnya. Tidak penting lagi apakah Ia adalah Realster, Fakester, atau pun Pretenderster. Yang lebih menakjubkan adalah, kita bisa memilikinya, merampasnya, atau membajaknya. Apa yang dulu tersembunyi kini muncul ke permukaan tanpa malu-malu. Tidak lagi sebuah album foto, juga tidak lagi lagu Slank ‘foto didalam dompetmu’. Lihatlah, betapa mudah saya merampas ‘Anda’. Betapa mudah saya menertawakan ‘Anda’. Betapa mudahnya bagi saya untuk menjadi voyeur, menciptakan imajinasi bahwa salah satu dari Anda adalah pacar saya, kakak saya, pembantu saya, keluarga saya.

KEUNGGULAN & KELEMAHAN FRIENDSTER

Selain memiliki fitur – fitur yang lengkap dan menarik ternyata Friendster juga mempunyai kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah munculnya Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lainnya yakni tiap individu dapat membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga, termasuk Universitas Gajah Mada, Mailing List para pecinta marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club, tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi anggota, friendster adalah sebuah wahana yang menarik. Bagi sang penemu, inilah wahana bisnis yang sangat menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat besar.

SUMBER PENDAPATAN

Iklan online di Friendster saat ini belum banyak karena masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke target audience yang cocok dengan iklannya.

Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis. Namun sudah ada kasak – kusuk untuk mengutip biaya layanan khusus Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp. 99,5 ribu per bulan. Misal kita asumsikan saja 10% dari anggota yang sekarang rela merogoh koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta.

Ditandai:
Posted in: Personal