The Spirit of Pluralism

Posted on 21 Agustus 2008

8



Judul : The Spirit of Pluralism;Menggali Nilai-Nilai Kehidupan, Mencapai Kearifan
Penulis : Adi Ekopriyono
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2005
Genre : Sosial Budaya
Tebal : 168 Halaman
ISBN : 978-979-20-7673-8

.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita tengah hidup di tanah dimana berkumpul orang-orang dari berbagai suku, berbagai ras, berbagai bahasa, pun tak luput dari berbagai agama. Di tengah kehidupan yang serba plural ini, tentu kita masih mengharapkan kehidupan bermasyakat yang tetap harmonis. Tapi apakah kehidupan masyakat yang harmonis ini akan dapat terjadi bila masing-masing kita menganggap hanya dirinyalah satu-satunya kebenaran?

Buku ini bukan ingin mengajarkan tentang pluralisme –faham yang menganggap semua aliran kepercayaan adalah sama, bukan pula buku yang secara frontal menolak keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menfatwakan keharaman pluralisme ini pada tanggal 29 Juni 2005 lalu. Bukan…! Sama sekali bukan mengarah ke sana. Akan tetapi isi buku ini lebih condong memaparkan sisi toleran dalam hal kemasyarakatan atau hubungan sosial yang seyogyanya bisa digali dan direalisasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

Buku karya Adi Ekopriyono ini berisi kumpulan essay-essay tentang nilai-nilai kemanusiaan (humanitas) yang sebagian di antaranya pernah dimuat di harian Suara Merdeka. Di dalam buku ini terdapat tiga puluh lima tulisannya yang dibagi ke dalam tiga bagian: Menemukan kebijaksanaan, Menggapai hati nurani, dan Menuju kedamaian jiwa. Buku ini banyak berbicara tentang kehidupan sosial di ranah Indonesia. Kadang berisi sindiran, kadang berisi penggalian makna sebuah peristiwa, kadang mengajak pembaca untuk bercermin diri.

Mengutip perkataannya seorang ulama muslim, “Ajaranku memang benar tapi mungkin ada salahnya. Dan ajaran orang lain salah, tapi mungkin ada benarnya.” Spirit inilah yang digali oleh penulis buku ini, dan dipaparkan secara menyejukkan di tengah mencuatnya konflik-konflik masyakarat yang selalu dikaitkan dengan agama dan berujung dengan diruncingkan menjadi konflik antar agama. Penulis mencoba menghidupkan kembali spirit toleran di tengah masyarakat yang plural. Dengan gaya bahasanya yang khas, mas Adi –panggilan akrab untuk si penulis– ini selalu menyisipkan ungkapan-ungkapan bahasa Jawa hampir dalam setiap tulisannya.

Overall, tulisan-tulisan dalam buku ini layak dibaca bagi siapa saja yang merindukan terciptanya kehidupan masyakarat Indonesia yang harmonis di tengah segala pluralitasnya. (insansains)

Iklan
Posted in: Buku