Engkau adalah Berlian! bukan Arang

Posted on 30 Juli 2008

15



Beberapa hari ini, salah seorang sahabatku sedang dirundung duka. Hehe.. sebenarnya mungkin sejak setahun yang lalu, tapi dia baru bisa bercerita akhir-akhir ini. Ya.. apalagi kalo bukan karena kerjaannya yang hampir setengah mati mengejar-ngejarnya, setelah dikerjakan dengan susah payah ternyata hampir semua kegagalan dilimpahkan kepadanya, dari pagi buta hingga larut malam akhwat (baca : gadis muslimah) ini melakukan closing yang ternyata tidak pernah benar-benar closed tiap minggunya, ditambah lagi perlakuan bos yang kurang menyenangkan tentunya menambah beban batinnya. Nyaris tidak ada senyum lagi di wajahnya (hiperbolis, padahal mah gak pernah lihat orangnya), atau mungkin dia tengah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum dan mensyukuri anugerah yang dia dapatkan pagi ini.

Benar-benar speechless ketika mendengarkan keluhannya. Dan sialnya aku pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Terlebih secara tidak langsung akulah yang telah membuatnya sedemikian tertekan secara emosional dikarenakan program ERP / PPIC yang terbengkalai (karena tugas luar kotaku). Dan lagi-lagi, tekanan pun pasti menghujam dirinya, dimana hari ini dua best friends-nya resign dari kerjaan ini. Yang jelas dia tidak akan lagi menemukan teman untuk berbagi cerita malam, teman yang dengan rela mendengarkan dan berbagi keluh kesahnya, teman yang dengan tulus menyeka tangis dan menyediakan pundaknya sebagai sandaran kala semua beban yang dirasa makin perih.

Ya… sekali lagi, benar-benar speechless. Saat ini aku hanya ingin menuliskan seuntai kalimat alam yang Allah tunjukkan pada ciptaan-Nya untuk kita ambil ibrah (baca : pelajaran, hikmah)nya bersama-sama.

BERLIAN….! Indah bukan benda yang satu ini?

Fin : “Ciee.. emang mau ngasih berlian ya A…?”

note : Fin is my lovely notebook name

Husss… sembarangan saja Fin ini. Ya ngggak laaaah… Bisa-bisa, “chama”-nya malah marah-marah. Kan udah dibilang hari ini mau nulis doang. Begini… Siapa sih yang gak mau dikasih berlian? Benda yang teramat menakjubkan, berkilauan, indah dipandang, tidak mudah hancur sekalipun dilindas truk. Jadi tak heran harganya pun mahal dan banyak orang yang menginginkannya. Bahkan berlian yang belum sempurna pun masih lebih berharga dari batu-batuan di jalanan.

Sekarang bandingkan dengan arang. Sudah hitam, rapuh, murah lagi. Kayaknya tidak ada orang yang mau dikasih sekalipun gratis, kecuali tukang sate.

Fin : “Aa dah mulai ngaco deh bahasannya. Tadi cerita tentang berlian sekarang cerita tentang arang”

Tenang dulu dong Fin…! Kamu tuh suka memotong pembicaraan deh, biar dilanjutkan dulu ceritanya. Ok…! Berlian dan Arang itu memiliki satu kesamaan. Mereka terlahir dari satu atom penyusun yang sama, yaitu Carbon (C).

Fin : “Loh kok bisa ya A…?”

Bagus sekali pertanyaannya. Kenapa dua benda yang memiliki unsur penyusun yang sama tiba-tiba kok memiliki kualitas yang berbeda? Coba kita selidiki bagaimana hal ini bisa terjadi. Kalo kita cari tahu dari tante Wiki, kita akan dapatkan informasi sebagai berikut :

Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan. Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang, dan benda lain. Arang yang hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara ini terdiri dari 85% sampai 98% karbon, sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Arang)

Berlian atau Intan adalah mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau alotrop, dari karbon. Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikan cahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan berbagai penerapan di dalam dunia industri. (http://id.wikipedia.org/wiki/Intan)

Nah.. jadi kedua benda itu (baca : Arang dan Berlian) adalah dua benda yang sama-sama unsur penyusunnya adalah Karbon, hanya bedanya unsur karbon pada Berlian lebih terstruktur sehingga membentuk kristal yang lebih solid. Keteraturan unsur karbon inilah yang menyebabkan Berlian memiliki nilai lebih bahkan jauh melebihi saudaranya, yaitu si Arang.

Lalu darimanakah keteraturan itu bisa terbentuk? Jawabannya, adalah dari proses tempaan dan tekanan alam. Berlian tidak ujug-ujug (baca : tiba-tiba) muncul begitu saja, benda yang indah ini lahir dari tekanan perut bumi yang terus menempanya selama puluhan bahkan ratusan tahun. Pun setelah orang-orang mendapatkan berlian ini dari perut bumi dengan cara menyedotnya bersama campuran tanah dan air, berlian ini harus digosok untuk memunculkan kecantikannya, dan menghadirkan keindahannya.

Lain hal dengan arang, dimana kita cukup membakar benda-benda seperti kayu, tulang, atau yang lainnya, dan kita pun tinggal menunggu benda tersebut menjadi hitam pekat dan berubah menjadi arang yang tidak cukup berharga jika dibandingkan dengan berlian. Arang menginginkan sesuatu yang instant untuk memunculkan dirinya, dia tidak berani mengambil resiko dengan menerima tempaan untuk dirinya. Dia lebih memilih untuk menerima dan menghindar dari kenyataan. Maka tak heran, dia menjadi benda murahan.

Kawan…! Begitu pula dengan kita. Kadang kita sering berhadapan dengan masalah, tekanan dari orang lain, hidup yang terasa menghimpit, beban batin yang makin perih dirasa.

Kawan…! Iingatlah bahwa tekananlah yang membuat berlian, terpahat menjadi sebuah benda yang indah, menakjubkan, juga kuat. Ingatlah tekanan, masalah yang sedang kita hadapi sekarang ini adalah pahatan yang akan menjadikan kita manusia baru, manusia yang lebih unggul, lebih baik, lebih mulia, lebih dewasa, dan lebih bijak. insyaAllah

Jika kita tidak merasa mempunyai masalah, hidup datar-datar saja, maka menangislah karena bisa jadi diri kita hendak dijadikan-Nya arang, yang hitam dan rapuh. Juga tentunya murahan. Maukah kita menjadi manusia murahan??

Berlian dan arang mempunyai unsur yang sama yang membentuknya. Kita semua pun berasal dari bentuk yang sama, air mani yang kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang merengek-rengek. Tidak ada diantara kita, baik itu orang sukses, orang terkaya, orang miskin, atau pun yang lainnya terlahir langsung menjadi dewasa atau bahkan tua.

Kawan…! Hanya dirimulah yang Dia berikan ujian ini. Ingat…! Allah tidak pernah memberikan ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya. Jadi tentu ada maksud tertentu Allah mengujimu dengan ujian ini. Mengapa bukan aku yang ada diposisimu? Karena Allah lebih mengetahui siapa diriku. Kamu dan mungkin hanya kamu yang bisa menuntaskan ujian ini.

Kawan… aku menitipkan dua hal untukmu :

Pertama : SENYUM
Ingatlah setelah ini kita akan menjadi manusia baru yang lebih baik, dan karena senyum bisa mengundang syukur.

Kedua : SABAR
Butuh waktu untuk menjadi berlian yang sempurna, dan karena Allah menyuruh kita untuk bersabar.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang SABAR, (QS. Al-Baqarah, 2:155)

Selamat menjadikan diri sebagai BERLIAN yang paling indah….

About these ads
Posted in: Motivasi