Selamat Tinggal Bidadariku….

Posted on 24 Juli 2008

20



Ya Rabb…
Rasanya baru kemarin aku mengucap syukur kepada-Mu
Engkau papaskan aku dengan seorang gadis pujaan
Seorang gadis yang kelak kulabuhkan segenap asaku
Yang menyelimutiku dengan kelemahlembutannya
Yang bersama-sama kami tunduk menghamba kepada Sang Penggenggam Alam

Kini…
Engkau pula yang memaksaku bertakbir lirih
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar…
Seraya membalutnya dengan kesabaran
Bidadari itu ternyata telah menemukan istananya
Remuk redam hati ini kala mendengarnya
Pahit dan getir memang terasa
Tapi ini adalah suratan yang harus aku telan

Tuhan…
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan gadis se-shalehah Khadijah
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan gadis semanis Aisyah
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan kesempurnaan akhlaq seseorang namun tidak pernah mampu untuk menyempurnakan akhlaq pribadi

Tuhan…
Kening ku sujudkan, sebagai tanda taubat nasuhaku
Hati ku relakan, sebagai tanda keridhaanku kepada takdirMu
Air mata ku cucurkan, sebagai penyesalan untuk menebus dosa dan khilafku

Tuhan…
Bukankah Engkau Sang Maha Pengampun itu?
Bukankah Engkau Sang Maha Pengatur itu?
Bukankah Engkau Yang Maha Mengetahui itu?
Dan bukankah Engkau yang Maha Indah itu?

Tuhan…
Engkaulah yang telah menggoreskan taqdirku
Bahkan jauh sebelum aku tercipta
Maka aku menyerahkan kepadaMu segala urusanku
Sebab hanya Engkaulah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Mu

Tuhan…
Terima kasih untuk semangat yang kau hujamkan kepadaku
Melalui pertemuan dengannya
Terima kasih untuk ladang syukur yang kau sediakan bagiku
Kala memuji keindahan dan kesempurnaan ciptaanMu itu
Terima kasih untuk segala hal yang telah kau anugerahkan kepadaku
Alhamdulillah….

Ya Rabb…
Jangan sisakan secuil pun ingatan kepadanya
Bila memang bukan dia jodohku
Habiskanlah kenangan tentangnya bersama dengan lelehan air mataku
Jangan benamkan aku dalam sesal
Bila Engkau hendak menggantinya dengan yang lebih baik

Jangan jadikan air mata ini keluar karena pedihnya cobaanMu
Namun jadikan air mata yang keluar karena rindu sunnah rosulMu

Aku akan pergi kemana cita-citaku menggantung tinggi
Aku akan bangkit 100 kali, kala aku terjatuh 99 kali
Aku akan ridha dengan apa pun yang terjadi
Karena aku hanya memiliki satu kehidupan yang tidak mungkin aku dapatkan kembali

Ya Rabb….
Anugerahkan kepadaKu kecintaan kepadaMu,
Kecintaan kepada orang-orang yang mencintaiMu,
dan kecintaan terhadap segala hal yang mendorong aku untuk mencintaiMu

Selamat jalan bidadariku….
Sampai jumpa di surga yang sama-sama kita rindu
Semoga ridha Allah selalu menyertai setiap langkahmu
Cukup bagiku kecintaan Allah kepadaku hingga menenggelamkanku

(insansains, Bogor, 24 Juli 2008, 22:02 WIB)

Setidaknya saya bisa berhenti berharap mendapatkan gadis pujaanku itu. Dan kembali menyusuri sisa-sisa kehidupanku sambil menunggu isyarat Tuhan datang menghampiri.

Dan akhirnya akan ada banyak pertanyaan, apakah puisi ini benar-benar pengalaman yang saya alami sendiri? ataukah hanya sebuah karangan belaka? Nampaknya untuk tulisan yang satu ini akan lebih indah jika tetap dijaga kesamarannya ^_^

Iklan
Ditandai: , ,
Posted in: Personal