A Beautiful Mind

Posted on 18 Juli 2008

0



Resensi ini telah dipublikasikan di http://www.wisata-buku.com

Judul : A Beautiful Mind
Penulis : Sylvia Nasar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2005
Genre : Novel Biografi
Tebal : 625 Halaman
ISBN : 979-22-1464-x

A Beautiful Mind. Sebuah buku yang pernah memenangkan National Book Critics Circle Award pada tahun 1998 untuk kategori biografi, serta lolos pula sebagai finalis Pulitzer Prize. Buku ini mengisahkan kehidupan John Forbes Nash, Jr., yaitu salah sosok jenius Matematika Amerika Serikat yang menemukan Teori Permainan (Game Theory), penemu perilaku rasional, dan seorang Matematikawan yang menjabarkan teori Ekuilibrium –sekarang diabadikan dengan sebutan kesetimbangan Nash yang merupakan solusi ekonomi yang lebih canggih daripada metafora Invisible Hand-nya seorang ekonom terkemuka Adam Smith.

Game Theory atau yang singkatnya disebut sebagai “analysis of decision making” adalah sebuah analisis dengan mempertimbangkan strategi orang lain di dalam strategi kita. Salah satu aplikasi yang memanfaatkan Game Theory ini adalah untuk kejadian prisoner’s dilemma, dimana kejadian ini akan menguntungkan semua pihak bila mencapai sebuah titik yang dinamakan kesetimbangan Nash. Teori kesetimbangan ini lebih banyak digunakan pada bidang ekonomi.

Buku ini mengisahkan dengan baik saat-saat ketika intelektual Nash tengah berapi-api, serta memberikan sentuhan emosional ketika mengetengahkan bagaimana Nash diterjang penyakit skizofrenia yang sempat meringkuk, bolak-balik ke rumah sakit jiwa, dan tak lupa sang penulis menghadirkan tokoh tegar sang istri (Alicia) yang merupakan fisikawan muda yang cantik dan mencoba untuk tetap tabah menghadapi kondisi suaminya yang kian lama kian kritis. Sang penulis, Sylvia Nasar di sini sanggup memaparkan semua kehidupan Nash dengan sangat detil, bahkan kejahilan-kejahilan Nash ketika berada di Princeton University tak luput dikisahkannya.

Di bagian akhir, pembaca dibuat terharu biru, ketika sang Nash yang tengah menua pada umurnya yang ke-60 tahun, kala kesehatannya makin memburuk, justru dua keajaiban besar sedang menantinya, dan bersiap merangkul bahagia dirinya. Apakah itu? Yang jelas, hal inilah yang membuat industri per-film-an Dream Works terpincut untuk mengangkatnya menjadi sebuah film yang dibintangi oleh aktor ganteng Australia, Russel Crowe.(insansains)

Iklan
Posted in: Buku