“Sayap Terbang”, Transportasi kita masa depan

Posted on 21 Mei 2008

4



Allah memang telah menciptakan alam semesta dengan sempurna. Manusia dengan akal yang dikaruniakan kepadanya, dengan ikhlas maupun dengan terpaksa harus mengakui ke-Maha Besar-an seluruh ciptaannya. Allahlah yang menjadikan burung, salah satu makhluk-Nya yang dikaruniai kemampuan alamiah untuk melawan gravitasi, terbang bebas mengitari langit.

Namun manusia disisi lain, dengan segala keterbatasannya selalu mempunyai angan-angan yang jauh lebih besar dari segenggam otak yang ada dikepalanya. Ketika manusia bermimpi ingin terbang seperti burung, untunglah otak itu tidak sekecil ukurannya, ia bahkan jauh lebih besar dari gugusan bintang-bintang. Wright bersaudara mencacat sebuah sejarah penting, tentang angan-angan yang menjadi sebuah kenyataan, sebuah mimpi yang bukan lagi ada pada benak yang terpendam, melainkan telah berwujud nyata yang membuat rasa bangga.

Orville – Wilbur

Orville Wright dan Wilbur Wright tercacat sebagai orang pilihan yang telah mempelopori keinginan manusia untuk bisa terbang merantas cakrawala. Beberapa desain pesawat terbangnya sempat mereka ujicoba, sampai akhirnya mereka menambahkan mesin kedalam pesawat terbangnya yang mereka namai Wright Flyer. Pada pukul 09.30 pagi dalam cuaca yang mendung tanggal 17 Desember 1903, Wright bersaudara menerbangkan untuk pertama kalinya pesawat terbang berkendali sejauh 4 mil di dekat wilayah berbukit pasir di Kitty Hawk, North Carolina.

Kini, teknologi berkembang, desain pesawat mereka kini berevolusi dapat membawa ratusan penumpang untuk melintasi langit, melawan grafitasi, membawa dan mengabulkan angan orang yang ingin terbang bagai burung.

Setelah sekian lama berlalu, manusia memang masih belum puas. Ia ibarat ingin menjadi seekor burung yang hanya terbang sesuai kehendaknya, sendiri! Kali ini giliran Yves Rossy yang mempertunjukkan realisasi angan manusia tersebut. Tepat pada tanggal 14 Mei 2008, di wilayah pegunungan Alpen, dengan menggunakan sayap-jet nya yang kira-kira selebar 2.5 meter, Rossy melayang mempertontonkan kemampuan manuver-nya di langit. Pria yang berumur 48 ini, pertama kali terjun dari pesawat kemudian menyalakan mesin jet yang dapat memberikan dorongan hingga 300 km/jam. Dan dia pun terbang bagai burung selama 6 menit di udara, kemudian menginjakkan kaki di tanah setelah turun menggunakan parasut.

Walaupun “sayap buatan” ini belum sempurna sebagaimana yang banyak orang harapkan, tapi bisa jadi ciptaan Yves Rossy (si manusia dijuluki “Fusion Man”) ini bisa menjadi mile stone baru dalam pencapain mimpi manusia yang ingin terbang bebas, sendiri! Dan bisa jadi, inilah mesin transportasi kita kelak. Melihat orang berseliweran di udara. Wah.. kapankah itu akan terjadi!!! Apakah Anda tertarik?

sumber :
dailymail.co.uk
wikipedia.org
kompas.com

Iklan
Posted in: Teknologi