Bu.. Maafkan Aku

Posted on 21 Mei 2008

6



“Who should I give my love to,

my respect,

and my honour to?

Who should I pay good mind to?

After Allah… And Rasul Allah?

Comes your mother…

Who next?

Your mother…

Who next?

Your mother…

And then your father…”

Memulai hari dengan sebuah nasyid, musik-musik klasik, maupun musik instrument membuatku menatap penuh binar seabgrek aktifitas yang akan aku lakukan hari ini. Syair nasyid diatas yang diciptakan oleh Yusuf Islam dan dinyanyikan oleh anak-anak kecil tersebut membuat aku teringat akan ibuku yang ada di Bandung. Di benakku langsung terlintas berbagai banyak hal tentang sosok seorang ibu yang selalu aku rindu ini, serta tatapannya yang selalu melekat saat kami berjumpa, pernah ku curi pandang saat ia melelehkan air mata memandangku lekat. Hari ini, mau berbagi cerita saja. Cerita ini dahulu saya dapatkan dari sebuah situs cerita-cerita luar biasa milik warga Amerika. Teks asli dalam bahasa inggris. Dan mohon maaf tidak dicantumkan nama pembuatnya, karena benar-benar lupa. Jika kelak si empunya mengunjungi blog ini, dan meminta namanya dicantumkan. Maka dengan senang hati, tuts keyboard ini akan menorehkan namanya.

Suatu malam seorang ibu hendak pergi ke kamar anaknya, untuk memastikan bahwa anaknya telah tertidur pulas dan seluruh badannya telah terselimuti. Ketika membuka pintu kamar, terlihatlah lampu belajar anaknya masih menyala, dan sang ibu melihat anaknya sedang duduk dan tengah sibuk menulis sesuatu sampai-sampai tidak sadar ibunya tengah memperhatikannya. Dengan senyum dan bergumam dalam hati sang ibu berkata, “Anak yang rajin, mama sayang padamu Nak!”.

Sang ibu perlahan keluar, tak ingin mengganggu anak kesayangannya tersebut. Tak lama setelah membereskan meja makan, sang ibu melihat anaknya keluar dari kamar dan masuk ke kamar orang tuanya. Anak itupun segera keluar dan masuk ke kamarnya lagi untuk tidur. Sang ibu yang penasaran dengan apa yang dilakukan anaknya tersebut, bergegas pergi ke kamarnya. Ia melihat secarik kertas tergeletak diatas bantalnya. Saat membaca tulisan tersebut, berubahlah raut muka sang ibu. Tahukah apa yang ditulis anaknya tersebut ?

Untuk membereskan tempat tidur : Rp. 2000

Untuk membersihkan lantai rumah : Rp. 3000

Untuk pergi ke pasar di surut ibu : Rp. 5000

Untuk menjaga adik ketika ibu pergi : Rp. 2000

Untuk nilai ujian metematika 9.5 : Rp. 3000

Jadi untuk hari ini ibu berhutang kepadaku : Rp. 15.000

Begitu berhenyaknya sang ibu ketika membaca tulisan tersebut. Dengan perasaan heran berbaur dengan tangis, sang ibu kemudian mengambil sebuah ballpoint dan menuliskan sesuatu pada kertas kosong. Kalimat inilah yang ditulisnya :

Untuk mengandungmu selama 9 bulan : GRATIS

Untuk tiap tetes susuku yang kau minum : GRATIS

Untuk setiap malam menjagamu agar tidur pulas : GRATIS

Untuk tiap tetes keringat agar kau tumbuh : GRATIS

Untuk semua biaya sekolahmu agar pandai : GRATIS

Untuk setiap pakaian yang kau kenakan : GRATIS

Semuanya ibu berikan tanpa sepeser pun yang harus kamu ganti. Itulah kasih sayang ibu kepadamu. Kamu adalah buah hatiku dan akan selalu menjadi bagian dari hidupku Sang ibu meletakkan suratnya itu diatas meja belajar anaknya.

Esok harinya, sang anak terbangun dan membaca surat dari ibunya tersebut. Spontan, berlinanglah air matanya, ia merasa menyesal telah menulis sesuatu yang kurang pantas untuk ibunya. Kemudian ia pun kembali menulis dengan tulisan yang sangat besar.

“AKU BERHUTANG KEPADAMU“

Sambil menangis, sang anak memberikan tulisan itu langsung kepada ibunya. Namun ibunya kemudian memeluk anaknya seraya berucap : “Kamu tak berhutang apapun anakku, aku memberikan itu semua dengan tulus untukmu. Itu adalah kasih sayang yang Allah karuniakan untuk seorang Ibu.”

Hm… jadi teringat akan sebuah lagu masa kecil dulu Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjanga masa hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia Saudaraku, Allah mengajarkan kepada kita bagaimana kita bersikap terhadap orang tua kita. Diantaranya adalah :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut didalam peliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Q.S. Al-Israa’, 17:23) “Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada kedua ibu-bapanya – ibunya telah mengandungkannya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu-bapamu, hanya kepada-Ku lah kamu kembali” (Surah Luqman, 31:14). Marilah kita doakan orang tua kita, dengan doa yang Allah ajarkan “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku! Kasihilah mereka keduanya, sepertimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” (Surah Al-Israa’, 17:24). Anda bisa mendownload cerita & file animasi flash lainnya bertemakan ‘ibu’ di:

  • Animasi Nasyid – IBU
  • Animasi Kisah – IBU
  • atau di halaman Free Downloads
  • Posted in: Renungan