Bila Hati Tak Punya Iffah

Posted on 18 Mei 2008

2




Malam ini, aku benar-benar tidak bisa fokus belajar. Begitu kalimat-kalimat dan rumus-rumus yang tergores dalam teks book-teks book itu aku baca, mereka menghilang begitu saja ditelan lamunan tidak bermutu. Padahal besoknya, aku harus menghadapi ujian. Hah.. kenapa ini harus terjadi. Saat aku tulis tulisan ini, toolbar jam di komputerku yang terletak disebelah kanan bawah tengah menunjukkan pukul 22.17. Iigggh… betapa kesalnya diriku, tidak ada satupun pemahaman pun yang bisa aku ingat. Hm… akhirnya aku coba menulis kekesalan ini, mudah-mudahan bisa memuntahkan semua hal yang “tidak beres”dalam benakku.

Tadi siang, seperti biasa duduk manis di depan komputer, online di internet niat mencari ilmu, sambil ditemani sedikit cemilan pengganjal perut. Paman google seperti biasa menjadi andalanku merentas dunia maya ini, aku tinggal menyebutkan keyword “tempat” apa yang aku inginkan, dalam sekejap dia menghadirkan kepadaku pilihan-pilihannya, kemudian mengajakku menelusurinya lebih jauh lagi. Kali ini sungguh sial, siang itu si paman google mempertemukanku dengan satu blog yang bagiku cukup “mengerikan” (“mengerikan” bukan kata yang tepat sih, maklum kehabisan ide, sudah malam..!)

Sang penulis blog itu menceritakan tentang pengalamannya berciuman secara gamblang. Oh my God, Ya Allah, kenapa lagi aku sampai membacanya…!!! Aargghh… Jadi mau getok-getok kepala sendiri rasanya. Anehnya tulisan inilah yang membuyarkan konsentrasi belajarku malam ini, larut dalam lamunan dan pertanyaan-pertanyaan aneh. Ups… tapi yang jelas bukan karena cemburu, atau penasaran dan membayangkan bagaimana rasanya.

Blog itu memang bukan blog dari bangsa kita yang terkenal menjaga sopan santun (katanya). Aku sedikit memaklumi, budaya sana yang memang berbeda dengan budaya timur. Namun entahlah, menurut keyakinanku, rasanya kurang etis untuk menceritakannya. Apalagi jika hal tersebut dilakukan diluar pernikahan. Toh.. yang menciumnya belum tentu akan menjadi pasangan hidupnya bukan?. Apalagi kalau ganti-ganti pacar….!!! Walah…walah… Saya jadi sedikit penasaran, sehingga timbul satu pertanyaan : Apakah di dalam hatinya, tidak ada rasa iffah (menjaga kesucian) agar kelak bisa ia persembahkan untuk suaminya seutuhnya 100%, tanpa pernah ia berikan kesempatan bagi orang lain untuk “mencicipi”nya.

Hah.. sekali lagi, trend “berpacaran” masih belum masuk logikaku, apalagi yang namanya free sex. Ya.. tapi inilah dunia, tiap orang memiliki hak dan kebebasan masing-masing. Mereka berbuat sesuai dengan keilmuan, keyakinan, dan kebenaran yang mereka yakini. Begitu pula diriku. Mudah-mudah si penulis tulisan ini (baca : aku) diberikan hidayah dan karunia mendapati kebenaran dan jalan yang lurus.

Tapi, kalau saja, aku diperbolehkan menelurkan sebuah anekdot matematik tentang pacaran, maka aku akan membuat persamaan sebagai berikut :

Kalau menggunakan dalil agama tentunya lebih jelas lagi.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An-Nur, 24:30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, ….(dst)” (QS. An-Nur, 24:31)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS, Al-Isra, 17:32)

Yups.. ah… maaf kalau banyak juga yang tersinggung.

Ya Allah, bila apa yang aku sampaikan ini adalah sebuah kebenaran, maka tuntunlah teman-teman yang aku kenal dan aku cintai untuk memahaminya, namun bila yang aku sampaikan ini adalah salah, maka ampuni aku dan tunjukkan aku kepada kebenaran dan jalan yang lurus itu ya Rabb.

Btw.. jam saat ini sudah menunjukkan pukul 23.01, mau meneruskan belajar dulu ah. Ya.. rabb, tambahkan kepadaku ilmu yang bermanfaat.

Iklan
Posted in: Opini