Menangislah! Dan kamu pun akan menjadi lebih baik

Posted on 13 Mei 2008

13



(sebenarnya tulisan ini masih terlalu jauh dari enak dibaca, tapi berhubung sudah menargetkan satu hari harus bisa menulis satu artikel, jadilah dengan sangat malu mohon maaf sebelumnya kepada pembaca blog ini)

Adakah orang yang tidak pernah menangis di dunia ini? Ah.. sebuah pertanyaan konyol! Ya pasti pernahlah..! Terinspirasi dari sebuah tulisan tentang menangis, saya jadi terbawa latah untuk ikutan membahas tentang tangisan juga. Menurutnya, ada 11 alasan orang menangis, disebutin saja yach : kesakitan, terharu, gak punya duit, dimarahin, ditinggalin, benci / kesel, missing someone a lot, melihat orang yang disayangi tersakiti, keinginan tak terpenuhi, dikhiatanati, mengingat segala kesalahan yang diperbuat. Wah.. wah.. banyak sekali yach yang bisa membuat orang menangis. Dan tentunya akan semakin bertambah saja deretan daftar hal-hal yang bisa membuat kita menitikkan air mata, tergantung subjek dan pengalaman yang pernah dialami.

Apalagi makhluk yang namanya PEREMPUAN, so pasti keran air matanya lebih mudah terbuka dibandingkan dengan laki-laki. Benarkah demikian? Pertanyaan ini tidak akan dijawab dulu pada postingan kali ini. Tapi postingan kali ini sekedar membahas hal-hal berkaitan dengan MENANGIS. (Tapi membacanya, jangan sambil menangis yach…!)

Sebelum berlanjut, ada sedikit pertanyaan yang kadang sekilas datang bertengger di kepala. Apakah menangis adalah sebuah simbol kelemahan seseorang? Kenapa orang yang sering menangis disebut cengeng? Kenapa orang yang sering menangis dianggap memiliki mental ‘tempe’? Namun ketika pertanyaan-pertanyaan ini, muncul disaat sedang membaca sebuah hadist berikut ini :

Rasulullah SAW bersabda, “Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah : ..(dan disebutkan diantaranya) seseorang yang berzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir“ (HR. al-Bukhari, Muslim dan lain-lainya)

Hm.. jadi sedikit ada secercah penerang, bahwa tidak semua menangis adalah simbol kelemahan. Justru menangis bisa menjadi salah satu sumber keselamatan. Namun adakah menangis itu memberi dampak yang lain?

a = tear gland / lacrimal gland

b = superior lacrimal punctum

c = superior lacrimal canal

d = tear sac / lacrimal sac

e = inferior lacrimal punctum

f = inferior lacrimal canal

g = nasolacrimal canal

Menangis, adalah proses pengeluaran cairan yang dihasilkan kelopak mata pada bagian lacrimal grand. Proses ini dalam bahasa ilmiahnya disebut lakrimasi(mohon dikoreksi bila salah) Sebenarnya proses lakrimasi ini berjalan otomatis (tanpa kita sadari), hanya saja dalam konteks menangis yang kita fahami, proses pengeluaran cairan ini lebih banyak kuantitasnya. Proses lakrimasi ini berlangsung seiring dengan kedipan mata kita. Setiap kali kita berkedip, cairan ini muncul dan tersebar ke permukaan mata, menjaganya agar tetap lembab.

Apakah air mata hanya berguna untuk menjaga kelembaban mata? Ho..ho.. ternyata ilmu pengetahuan menguak misteri lain dibalik kedipan dan pengeluaran air mata tersebut. Cairan yang keluar saat berkedip ternyata berfungsi juga sebagai pembawa oksigen untuk mata, membersihkan mata, dan membunuh bakteri-bakteri berbahaya di permukaan mata. Sehingga sampai saat ini, alhamdulillah kita masih dapat melihat indahnya dunia ini.

Pernahkah merasakan rasanya air mata? Asin bukan!? Menurut para ahli yang meneliti, dikatakan bahwa air mata itu mengandung garam, mucin, lipids, lactoferrin, lipocalin, lacritin, immunoglobulins, glukosa, urea, potasium, dan yang terpenting enzim yang disebut dengan lysozime. Dan yang lebih menarik lagi, adalah penemuan yang diprakarsai oleh Dr. William H. Frey II yang menganalisa dua jenis air mata :

Pertama : air mata biasa atau karena terjadi iritasi (seperti saat memotong bawang),

Kedua : air mata karena pengaruh emosional.

Dr. William H. Frey II dan teamnya menemukan bahwa kualitas air mata yang dibentuk karena pengaruh emosional ternyata berbeda dengan air mata biasa atau yang dibentuk karena terjadi iritasi. Mereka menemukan kandungan-kandungan protein, prolactin, hormon adrenocorticotropi, dan leucine enkaphalin yang biasa terbentuk ketika manusia dalam keadaan stress atau depresi. Sehingga tidak salah, jika orang akan merasa lebih baik, ketika cairan-cairan tersebut keluar dari tubuh mereka melalui menangis.

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyuan mereka bertambah“. (QS. 17:109)

Ini mungkin sebuah alasan logis, mengapa orang biasanya merasa lebih baik kondisinya setelah menangis. Menangis bisa membawa kita ke tempat yang lebih tinggi, yaitu “kekhusyuan”. Sehingga menangis secara tidak langsung memberikan perasaan nikmat dalam menjalani kehidupan.

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”(QS. 19:58)

“Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”

Ayo jangan malu untuk MENANGIS!

sumber :

http://dimdima.com/science/science_common/show_science.asp?q_aid=196&q_title=How+we+cry

http://www.scienceiq.com/ShowFact.cfm?ID=64

http://en.wikipedia.org/wiki/Tears

Iklan