Renungan “Rujak Buah”

Posted on 12 Mei 2008

9



Membayangkan memakan rujak atau mangga yang asam saja, sudah cukup membuat kita “ngiler”, dan menstimulasi pangkal lidah kita mengeluarkan air liur. Apalagi sampai memakannya, pasti membuat kita merem-melek. Ssssssssttttt emmmm…! *_*

Ah sudahlah… nanti cerita tentang rujaknya disambung lagi. Sekarang kita bahas kopi. (Ada yang suka kopi tidak? Kalau saya sih tidak! Lebih sering minum susu) Kalau sekiranya, kita diminta membuat 3 cangkir kopi, dengan cangkir yang sama bentuk dan besarnya. Lalu kedalam masing-masing cangkir tersebut dimasukkan ½ sendok kopi, 1 sendok gula, serta 200 ml air panas. (atau kalau mau, tambahkanlah 50 ml susu kental, atau cappucinno.. em…!) Kira-kira………. bisakah rasa ketiga kopi itu berbeda? Adakah cangkir pertama manis, dan cangkir kedua asin? Ataukah cangkir ke-3 asam? Wah.. kayaknya mustahil bin imposibble. Iya tidak? Wangi dan rasa ketiga cangkir kopi itu pasti sama.

Tapi jika kita diminta untuk menanam biji semangka, pepaya, kedondong, jambu, dan jeruk pada tanah yang sama. Kemudian setiap hari kita siram dengan air yang sama, dipupuki dengan pupuk yang sama. Demikian seterusnya kita lakukan sampai kesemua pohon itu berbuah. Yang asalnya sebutir biji yang tidak lebih besar dari potongan kuku, sekarang telah tumbuh menjadi buah yang besar yang siap kita lumat.🙂 Tapi tunggu dulu…..!

Apakah semangka dan pepaya yang Anda tanam punya rasa yang sama?

Apakah rasa jeruk dan jambu itu sama?

Apakah semangka yang kita tanam punya bentuk yang sama dengan kedondong?

Apakah warna pepaya sama dengan jeruk?

Subhanallah…! Maha Suci Allah yang telah menciptakan buah-buahan yang beraneka rasa, warna dan bentuk, hanya dari tanah dan air yang sama.

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang ber-dampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rad, 13:4)

Hm.. kali ini, ketika aku memakan rujak atau buah-buahan maka selain rasa nikmat dan segar dari buah-buahan tersebut, ada satu rasa lagi yang mesti aku “cicipi” yaitu rasa syukur serta rasa takjub kepada Allah swt.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Imran, 3:190-191)

Ditandai: , , ,