Tentaraku (Konga XXIII-B) Berwisata Kuliner di Lebanon

Posted on 30 April 2008

14



Two Thumbs Up buat prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII B yang sampai saat ini masih bertugas di Lebanon Selatan dan melakukan inovasi-inovasi baru dalam meredam konflik di wilayah Lebanon Selatan tersebut. Kabar terbaru yang saya dapatkan adalah, di tengah daerah konflik (Lebanon-Israel), pasukan tanah air kita ini mengadakan “Wisata Kuliner”. Wow.. amazing! Namun kali ini yang berwisata justru masyarakat Lebanon sendiri. Mereka diperkenalkan tentang cara memasak masakan dan minuman khas Indonesia oleh para tentara-tentara Indonesia. Wisata kuliner ini diadakan pada hari Sabtu 26 April 2008 lalu untuk mengisi liburan musim semi bagi masyarakat setempat di daerah Bani Hayyan.

Tidak kurang dari 70 warga lokal (sebagian besar ibu-ibu, remaja putri dan sebagian kecil lainnya bapak-bapak dan anak-anak) menghadiri wisata kuliner yang dikomandoi langsung oleh Komandan Kompi Mekanis-B/ Ajax Kapten Inf Mahbub Junaidi, dibantu oleh Kapten Kav Mujahidin, Praka Didi S. dan Pratu Rohim sebagai juru masak. Ini merupakan suatu hal yang langka di mana seorang Komandan pasukan memiliki kemahiran dalam mengolah masakan dan langsung mempraktikkannya di depan masyarakat umum.

Bakso, sup ayam, perkedel kentang, nasi putih, dadar gulung dan es buah kopyor menjadi menu kuliner saat itu, tentunya dengan bahan-bahan yang mudah didapat di Lebanon. Kira-kira apa pendapat mereka tentang masakan kita yach? Yang jelas mereka mengacungkan jempol seraya berkata “good… good… good..”. Tak puas dengan ucapan tersebut, Kapten Mahbub kemudian sedikit berimprovisasi dengan meminta warga mengganti kata “good” menjadi “mak nyuuus”. Kontan serentak mereka mengucapkan kata-kata yang amat populer di Indonesia itu : “Mak nyuuus…. !!!” diikuti riuh rendah tepukan tangan.

Tak hanya itu tokoh masyarakat Bani Hayyan yang hadir saat itu, seperti Mochtar Salah Jabbar (tokoh agama) dan Mayor Mohammad Shihab (kepala wilayah) memuji kreativitas tentara Indonesia ini. Mereka mengatakan bahwa ini pertama kalinya ada tentara yang mengajarkan memasak masakan daerah asal tentara (menurut UNIFIL, The United Nations Interim Force in Lebanon yang berdiri sejak tahun 1978)

Posted in: Berita