Jet Li & Jacky Chan in The Forbidden Kingdom (2)

Posted on 29 April 2008

12



Cerita bermula dari seorang remaja laki-laki Amerika, Jason Tripitikas yang sangat tertarik dengan kungfu. Dia mengoleksi film-film kungfu yang dia temukan di kedai pegadaian benda-benda langka Cina milik seorang kakek tua. Suatu ketika, saat dia melihat-lihat DVD film kungfu yang dia gemari, dia melongok ke arah gudang penyimpanan barang-barang langka milik penjaga kedai yang saat itu daun pintunya terbuka separuh. Ketika didekati terlihat jelas sebuah benda yang memikat hatinya, sebatang tongkat emas yang sering digunakan oleh Raja Kera (Sun Wukong) di film-film kungfu yang dia tonton. Bahkan sebelumnya, ia pernah bermimpi melihat Raja Kera tersebut beraksi dengan tongkat ajaibnya. Menurut kesaksian pak tua, tongkat itu adalah warisan beberapa generasi sebelumnya, yang menunggu orang yang akan mengambilnya dan menyerahkan kepada sang pemiliknya (yaitu kera sakti, Sun Wukong)

Cerita mulai beranjak menarik ketika, beberapa preman mengetahui bahwa Jason berhubungan dekat dengan pemilik kedai pegadaian yang mereka incar. Dengan memanfaatkan hubungan baik keduanya, preman-preman itu berusaha menjarah kedai pak tua. Karena mendapat perlawanan dari pak tua yang memukul salah satu dari preman dengan tongkat ajaib, preman tersebut menembak si pak tua sampai jatuh tersungkur. Jason akhirnya diminta oleh pak tua untuk menjaga tongkat ajaib tersebut dan memberikannya kepada sang pemilik. Karena kalut dan ketakutan dilaporkan kejahatan pembunuhannya, maka preman-preman itu pun mengejar Jason dengan maksud supaya tutup mulut atau menghabisi nyawanya sekalian. Namun ketika diujung sebuah gedung, ketika Jason mulai terdesak, tersudut antara hidup dan mati. Tongkat itu menunjukkan keajaibannya, Jason terlempar ke negeri Cina kuno.

Whuestt…….!!!

Berubahlah latar ceritanya. Kali ini pemandangan khas Asia banyak terekspost disini. Sawah yang hijau, gunung yang menjulang, sungai yang jernih. Semuanya enak dipandang mata. Di negeri asing ini, Jason bertemu dengan Jacky Chan yang berperan sebagai Lu Yan si pemabuk ahli Kungfu (yang dianggap dapat hidup abadi). Kemudian dengan wanita cantik, Golden Sparrow. Dan terakhir bertemu dengan Jet Li yang berperan sebagai biksu bijak (yang ternyata belakangan diketahui merupakan jelmaan dari rambut Sun Wukong). Mereka berempat, berusaha menghidupkan kembali Kera Sakti yang dikutuk menjadi batu oleh Jade Warlord yang jahat.

Namun, awal pertemuan Lu Yan dan sang biksu (Jet Li) diwarnai dengan pertarungan kungfu kelas atas. Agh…ya..! aku sampai terkesima melihat adegan yang sangat langka ini. Seperti biasa, aku melihat kungfu Jacky Chan dengan ekspresi mukanya yang all out, dan Jet Li dengan wajah kalem dan dinginnya, yang bisa bikin para wanita tersihir. ^_^ (ah… terlalu berlebihan kali yach!)

Jason yang awalnya sama sekali tidak memiliki keahlian mempertahankan diri, akhirnya diajari kungfu oleh Lu Yan dan sang biksu bijak (alias Jet Li). Dalam perjalanan mengembalikan tongkat ajaib itu kepada sang Kera Sakti, mereka harus menempuh gurun pasir yang menyengat, dan menghadapi perlawanan dari tentara batu Giok yang membuat mereka dikejar-kejar ribuan tentara. Dalam perjalanan tersebut, punggung Lu Yan terpanah yang membuatnya sekarat dan hampir tak tertolong lagi. Dari peristiwa tersebut baru diketahuilah bahwa sebenarnya Lu Yan yang semula dikira seorang immortal (yang hidup kekal) ternyata hanyalah manusia biasa yang pasti akan mati.

Jason yang merasa iba atas keadaan Lu Yan, tanpa sepengetahuan biksu pergi ke kerajaan batu Giok sendirian untuk menyerahkan tongkat ajaib untuk ditukarkan dengan eliksir, sebuah ramuan yang menjadikan hidup kekal sebagai satu-satunya obat untuk menyembuhkan Lu Yan. Namun ternyata tidak semudah yang dia kira, Jason malah diperintah bertarung untuk memperebutkan eliksir dengan seorang wanita jahat yang menginginkan eliksir itu pula. Terang saja, walaupun Jason telah mempelajari kungfu dari guru-gurunya, dia tidaklah semahir wanita jahat tersebut. Disaat nyawanya diujung tanduk, datanglah sang Biksu beserta Golden Sparrow menyelamatkan Jason.

Di kerajaan Giok inilah terjadi pertempuran penghabisan. Sparrow yang sejak lama mengincar Jade Warlord yang lalim itu, mencoba mencari kesempatan agar dapat melemparkan panah beracunnya yang bisa mematikan sekalipun orang tersebut pernah meminum eliksir pengekal hidup. Namun, bukannya mencabut nyawa si lalim tersebut, senjata yang dilemparkan Golden Sparrow malah dipukul balik oleh Jade Warlord yang membuat perempuan cantik itu terbunuh.

Tapi akhirnya, eliksir yang diincar Jason, dapat pula diberikan kepada Lu Yan sehingga dapat sang guru tersebut sembuh seketika dan menjadikannya hidup kekal dan membantu melawan Jade Warlord. Sang biksu akhirnya menemui ajal ketika melawan Warlord, namun dilain pihak Jason berhasil menghidupkan kembali sang Kera Sakti, Sun Wukong. Ketika itu barulah diketahui bahwa biksu bijak tersebut adalah jelmaan dari sehelai rambutnya Sun Wukong. Singkat cerita, Sang Kera Sakti dapat melawan Jade Warlord dan penguasa lalin itu terbunuh di tangan Jason dengan menggunakan panah yang digunakan oleh Golden Sparrow.

Overall, banyak adegan kocak dalam film ini, termasuk gurauan-gurauan segar. Baik dalam kata-kata yang diucapkan oleh para pemain, maupun aksi kungfu Jacky Chan yang terkenal atraktif. Tak hanya itu, film ini pun menyisipkan pesan moral dan nilai filosofi yang sangat tinggi. Adapun beberapa hal yang saya tangkap dari film ini :

Pertama, saat Lu Yan mendengarkan penuturan Jason sambil menuangkan air ke gelas yang disodorkan Jason. Jason menanyakan, kapankah ia akan diajari tendangan tanpa bayangan, tinju maut, dan jurus-jurus hebat yang dia saksikan di film-film kesayangannya. Mendengar penuturan tersebut, Lu Yan malah terus menuangkan air ke gelas Jason hingga luber. Dan pernyataan filosofisnya diucapkan oleh Lu Yan, “Kamu sebenarnya sudah mengetahuinya (lebih dari aku), gelasmu sekarang sudah penuh. Jika ingin bermanfaat, maka kosongkanlah gelasmu.”

Walaupun ditanggapi dengan sikap konyol Jason dengan membuang air dalam gelas tersebut, tapi makna yang disampaikan oleh Lu Yan sungguh dalam. Banyak orang yang mengetahui banyak hal, namun karena dia tidak pernah mengosongkannya (dengan jalan mengaplikasikan dalam hidupnya) maka sia-sia saja apa yang selama ini diketahuinya. Jika sesuatu itu tidak kosong, bagaimana dia akan menerima hal/ilmu yang baru?

Kedua, saat perpisahan dimana Jason akan kembali ke dunia asalnya. Lu Yan yang telah meminum eliksir yang membuatnya hidup abadi, kembali mengucapkan sebuah kata-kata yang membekas dalam hatiku. Jason berkata “Saya tidak akan melupakan dirimu (guruku)”, dan Lu Yan (sang guru) menjawab, “Nah itulah sebenarnya kekekalan!”. Degh.. kata-kata itu langsung menghujam kedalam batin saya. Jasa atau karya kita diingat orang lain, walaupun jasad kita telah mati, itulah keabadian, bukan dengan ramuan keabadian. Umur boleh saja singkat, tapi hidup yang abadi bukan sesuatu yang mustahil dengan amal yang diingat orang lain.

Ketiga, balas dendam hanya akan membinasakan kita, sebaik apapun tujuan balas dendam tersebut! Golden Sparrow yang berkeinginan untuk meracuni Jade Warlord yang telah membumihanguskan orang tua dan kampungnya, akhirnya harus membayar nilai balas dendamnya dengan kematian dirinya sendiri. Hal ini telah diingatkan oleh biksu bijak (Jet Li) bahwa “balas dendam hanya akan membuat musuh kita menjadi menang

Iklan
Posted in: Opini