Jet Li & Jacky Chan in The Forbidden Kingdom (1)

Posted on 28 April 2008

1



Pecah juga akhirnya telur “kuper-bioskop” ku (sebutan dari teman-temanku). Selama 24 tahun 16 hari kehidupanku, baru kali ini aku menonton film di bioskop. Pengalaman pertama yang fantastic, mulai dari empuknya pijakan karpet saat membeli tiket, dinginnya AC yang mencubit-cubit kulit, harum aroma kue yang memancing air liur, sampai dengan layar lebar dengan suara yang menggelegar menabuh jantung.

Film yang aku tonton pun tidak tanggung-tanggung. Jet Li, sang idolaku nomor 8. Kali ini, aktor kungfu yang selalu berambut cepak ini bermain film bersama Jacky Chan dalam judul The Forbidden Kingdom. Film ini telah lama, aku nantikan, semenjak berita pembuatannya (2006/2007) di situsnya bang Jet Li. Begitu tahu akan rilis di Amerika sekitar tanggal 18 April 2008 yang lalu, saya sudah menyiapkan rencana untuk membeli DVDnya.

Tanpa disangka, kemarin (Senin, 28 April 2008) seorang teman kantor mengajakku menonton film di bioskop. Awalnya sih, tidak begitu tertarik dengan ajakannya, dan aku pun merespon ajakannya dengan sebuah pertanyaan basa-basi,
“emangnya ada film apaan aja?”
“Em… ya banyak, Film horor Indonesia, Forbiden Kingdom… “dia menjawab
“hah… Forbidden Kingdom?” dengan gaya sok kagetku memotong pembicaraannya.
“iya si Jacky Chan yang maen” balasnya
“Jet li juga kan?” tanyaku memastikan
“Em…gak tahu!”
“Eh iya.. Forbidden Kingdom itu Jacky Chan dan Jet Li yang maen, kalo gitu saya ikut deh” semangatku menggebu-gebu ingin menonton film yang telah lama aku nantikan.

Dengan tiket seharga Rp. 15.000 kami pun memesan 8 tiket untuk film The Forbidden Kingdom yang berada pada Studio 4. Namun karena film tersebut akan diputar jam 18.30, sedangkan saat itu jam tangan masih menunjukkan pukul 17.30, maka setengah jam waktu tersisa aku gunakan untuk menjenguk toko buku di Plaza Blok M tersebut. Tepat jam 18.00, bersiap-siap shalat magrib berjamaah di mesjid yang terletak di parkiran plasa lantai 5 tersebut.

Sambil meneguk air minum botolan yang aku bawa untuk membatalkan puasaku, rasanya miris melihat masjid yang tidak lebih baik keadaannya dibandingkan dengan bioskop. Sudah tempatnya sempit, karpetnya kotor minta ampun, penjaganya kurang ramah. Aduh minta ampun deh. Hahhhh…! sambil menghembuskan nafas panjang aku berkata dalam hati, ya… inilah dunia, mau dibagaimanakan lagi?

Dan… inilah yang paling seru, dalam perjalananku memecahkan telur kuper-bioskopku ini. Yaitu, cerita film Forbidden Kingdom ini, LUAR BIASA…! Mau tahu kenapa?

(bersambung…)

Posted in: Personal