Sainsku Yang Malang

Posted on 3 Maret 2008

1



Saya paling geram dengan tindakan pembodohan masyarakat yang mengatasnamakan sains. Disini, ilmu pengetahuan ‘diperkosa’ sekedar mengejar keuntungan komersil belaka. Ribuan produk diluncurkan, berbagai merek bertebaran, promosi gencar-gencaran dengan ‘tunggangan’ penelitian ilmiah. Tak ayal lagi masyarakat pun percaya sepenuhnya, berduyun-duyun antri mengkonsumsi produk yang katanya ilmiah itu. Huh… sedih sekali melihat sains yang diperlakukan nista seperti ini.

Tujuan penelitian, dan pencarian sains itu sendiri bukan lagi untuk menyibak tabir keMaha-Agung-an sang Pencipta yang telah menciptakan berbagai Maha Karya yang harusnya membuat kening kita sujud sungkur, tertunduk malu, seraya memasrahkan lisan mengucap syukur. Sains bukan lagi bertujuan memberikan kemaslahatan bagi kehidupan manusia yang terus berubah. Namun sains sekarang telah terikat, menjadi boneka para jutawan berdasi.

Banyak sekali penipuan-penipuan berbau ilmiah yang konon ditemukan oleh para ‘ahli gadungan’. Namun ketika para ilmuwan-sebenarnya terbangun dari kesibukannya, karena usikan microphone dan camera sang wartawan yang menanyakan perihal ‘penemuan ilmiah’ tersebut, sang ilmuwan itu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat, mendengar istilah-istilah asing yang tertera pada komposisi ‘penemuan ilmiah’ tersebut. Ugh… sebuah istilah yang baru terdengar di kalangan mereka, sebuah istilah yang diciptakan oleh orang-orang asing yang ‘tidak terdaftar’. Sains… Sains….! Malang nian nasibmu. Berbagai produk para penggila harta memanfaatkan kesaktianmu.

____________________________________________________________________________

Weekend kemarin, hari yang jarang aku temui dalam setahun. Aku akhirnya bisa menghirup udara kebebasan (bebas dari tugas-tugas kantor, bebas dari tugas-tugas akademis, bebas dari orang-orang yang mencariku –he..he.. emangnya buronan). Aku berjalan-jalan ke beberapa tempat, tak terlewatkan mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan. Ada satu hal yang menarik dari hari bebasku itu. AIR MINUM. Yaps…! Ternyata sekarang sudah puluhan merek minuman kemasan yang ada di pasaran, tak hanya itu alat-alat yang membuat air layak minum pun banyak dijual. Namun ada satu hal yang aneh. ? ? ? ? ? ? ?

Di satu pihak, sebelumnya kita mengenal air mineral (dalam kemasan) yang menurut produsennya air terbaik yang tubuh kita butuhkan. Begitulah setidaknya para ahli dari pihak mereka mengatakan. Namun di pihak yang lain, tidak sedikit akhir-akhir ini dipasarkan air minum murni, “pure water”, dengan embel-embel penambahan zat lain seperti oksigen, hidrogen aktif untuk antioksidan, or something like that’s. Mereka mengatakan bahwa air produksinya benar-benar murni, sehingga kadar zat terlarutnya hampir 0 (rata-rata 3 s/d 6 ppm). Hal ini tentunya, air produksi mereka tidak mengandung mineral (zat terlarut non logam). Tak ketinggalan berbagai penelitian dan pembuktian mereka ciptakan untuk meyakinkan konsumen bahwa air buatannya, adalah lebih baik daripada air mineral apalagi air sumur biasa.

Hugh…! lagi-lagi kita dibingungkan dengan tingkah jutawan-jutawan berdasi yang membeli sains. Jadi manakah air minum yang benar-benar baik bagi tubuh kita? Yang bermineralkah atau yang “pure water”? Padahal ilmu pengetahuan sendiri masih mencari jawaban yang sesungguhnya. Masih melakukan penelitian penentuan batas maksimum zat terlarut, dan mengkaji seberapa bermanfaatkah air minum murni tersebut. Atau mungkin bisa jadi ilmu pengetahuan telah mengungkapkannya, namun dengan sengaja dibungkam oleh pihak-pihak yang ingin mempertahankan eksistensinya.

____________________________________________________________________________

Maaf beribu maaf, ini sekedar tulisan seorang bocah kemarin sore, yang mungkin serba sok tahu. Tapi yang bocah ini inginkan adalah melihat sains kembali bersinar, bukan bersinar karena kilauan harta yang membelinya, tapi karena sains yang bersinar karena berhasil memanusiakan manusia.

Kepada produsen-produsen yang telah membeli sains dengan harga yang teramat murah, please lepaskanlah sains, jangan kau kurung dalam penjara market.

Kepada konsumen-konsumen, berhati-hatilah dan jangan mudah tertipu dengan ulah-ulah penggila harta yang memanfaatkan ‘produk-produk ilmiah’-nya.

Kepada siapapun yang membaca tulisan ini, segeralah berbuat bila melihat ‘pemerkosaan sains’. Kita tidak ingin lebih jauh lagi terjerumus kepada sains yang bisa jadi menyesatkan. JAYALAH ILMU PENGETAHUAN.

Posted in: Opini