<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>. : : I N S A N  -  S A I N S : : .</title>
	<atom:link href="http://insansains.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://insansains.wordpress.com</link>
	<description>INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 13:33:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='insansains.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5d7453c0df7aa3d25e2ac1c0f66f2036?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>. : : I N S A N  -  S A I N S : : .</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menanti Pahlawan Kembali</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/11/17/menanti-pahlawan-kembali/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/11/17/menanti-pahlawan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 13:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[buku perdana]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[forsa]]></category>
		<category><![CDATA[forum sains]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[menanti pahlawan kembali]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[sific]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1294</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, akhirnya kumpulan cerpen fiksi ilmiah-nya terbit juga. Dan cerpen berjudul “Menanti Pahlawan Kembali” terpilih jadi judul bukunya. InsyaAllah sedang menggarap novelnya. Kalau biasanya saya meresensi buku penulis lain, kali ini nyoba ngasih over-view cerpen sendiri.
Sebelumnya trims buat anak-anak ForSa (Forum Sains Indonesia) yang udah sharing ide-ide segarnya lewat postingan-postingan ilmiahnya, especially mimin dan momodnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1294&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1293 aligncenter" title="Menanti Pahlawan Kembali" src="http://insansains.files.wordpress.com/2009/11/menanti-pahlawan-kembali.jpg?w=210&#038;h=296" alt="Menanti Pahlawan Kembali" width="210" height="296" /></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, akhirnya kumpulan cerpen fiksi ilmiah-nya terbit juga. Dan cerpen berjudul “Menanti Pahlawan Kembali” terpilih jadi judul bukunya. InsyaAllah sedang menggarap novelnya. Kalau biasanya saya meresensi buku penulis lain, kali ini nyoba ngasih over-view cerpen sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya trims buat anak-anak ForSa (<a href="http://forumsains.com">Forum Sains Indonesia</a>) yang udah sharing ide-ide segarnya lewat postingan-postingan ilmiahnya, especially mimin dan momodnya (Larry &amp; Ratna yang bentar lagi segera merit ^_^, Harry, Widy, Melnick, Ndar, etc). Lalu sahabat2 ex-pintunet yang gak bisa saya lupain sharing2-nya dan sudah ngajarin saya nulis (mba Apriel, mba Rina, mba Oline, mba Nisa, SUHU alias Alid, bang Jutawan, kang Darmawan, mas Eka, mas Ari, mas Chox, etc). Sahabat-sahabat blogger (<a href="http://harumhutan.wordpress.com">Wi3nd</a>, <a href="http://rinduku.wordpress.com">Rindu</a>, <a href="http://syelviapoe3.wordpress.com/">Putri</a>, <a href="http://ari-j-fans.blogspot.com/">Ari</a>, <a href="http://sweetstrawberry.wordpress.com/">Atik</a>, Bunga, <a href="http://alqifty.wordpress.com/">Al-Qifty</a>, <a href="http://nenyok.com">Nenyok</a>, <a href="http://haniifa.wordpress.com">mas Hanifa</a>, <a href="http://gbaiquni.wordpress.com/">mas Ganjar</a>, etc). Lalu sahabat2 di Daarut Tauhiid dan temen-temen kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerpen ini saya buat dalam rasa bangga menjadi bagian dari negeri ini. Bukan hanya soal sumber daya alam kita yang melimpah dan menjadi incaran, namun di sisi lain negeri ini memiliki manusia-manusia yang cerdas. Anehnya, dua kelebihan tersebut belum bertemu pada satu titik potong, dan menemukan momentum sejarahnya. Bukan satu dua, generasi kita mencatat rekor prestasi dalam pertandingan tingkat internasional. Tapi lagi-lagi prestasi itu dibenam masalah-masalah lain negeri ini sehingga membuat kita serba kehilangan.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>You&#8217;re a great women, honey</em>”, ucap Hans sambil mengusap keringat di kening istrinya. Menciumnya kemudian. Membelai rambut pirangnya serta. Nafas Lana masih tersenggal, namun ada sedikit lega merasuk, meski di ujung yang lain perih terasa. Setidaknya ia bahagia masih merasakan ciuman suami di keningnya. Ia selamat, dan mata birunya meng-isyaratkan syukur yang amat dalam. Pupilnya mengecil, menerawang syukur entah kemana. Yang jelas jatuh di wajah suaminya sambil menyungging senyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelegaan itu segera meredup. Bergulir menjadi ketegangan baru yang tak kalah hebat. Dulu, orang tua sangat bersyukur ketika melihat anaknya terlahir sempurna. Sepuluh jari tangan, sepuluh jari kaki, dua mata berbinar, dan segala pesona lahir yang nampak tak ada cacat. Namun tidak demikian di jaman ini, dimana segala kesempurnaan baru di-judge bila hasil analisa GAR menyatakan bahwa gen bayi yang terlahir benar-benar memiliki nilai “raport” sempurna.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Indonesia tak mungkin memberi kehidupan bagi kita</em>”,<br />
desak Hans ketika memaksa Purnama untuk mengubah keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Seratus tahun Indonesia masih ada, tapi kita telah menjadi bangkai yang dilupakan dan sama sekali tak ada karya yang patut dikenang dan dibanggakan. Kita tetap hidup miskin, meski otak dan tenaga kita peras untuk menghiasi Indonesia.</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Keduanya terdiam sejenak.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Indonesia terlalu kecil bagi otak secemerlang kau Pur. Di Swiss ini kau bisa menjadi dewa bagi para ilmuwan, tapi mengapa kau memilih menjadi budak di negeri yang tak bisa menjadi surga?</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat jawab Purnama waktu itu, “<em>Karena aku lahir di Indonesia</em>”, sambil melangkah pergi meninggalkan Hans.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<p style="text-align:justify;">Kita dilahirkan di Indonesia, mengapa keringat kita harus tertumpah di tanah yang lain? Jika pahlawan itu mampu memberikan raganya untuk mempertahankan negeri, maka kita bisa memberikan ilmu kita untuk membangun negeri.  “<em>Kamu dihidupi&#8230; Aku menghidupi</em>” Selamat membaca&#8230; ^_^ (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p><em>Surabaya, 17 November 2009,  20:26</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1294&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/11/17/menanti-pahlawan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://insansains.files.wordpress.com/2009/11/menanti-pahlawan-kembali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menanti Pahlawan Kembali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rembulan, Pesona Seorang Mukmin</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/11/04/rembulan-pesona-seorang-mukmin/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/11/04/rembulan-pesona-seorang-mukmin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 22:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, bulan bulat sempurna. Sinarnya indah luar biasa, tak terhalang awan. Gelapnya malam yang dibalut pemadaman listrik di beberapa tempat di Jakarta, menambah sempurnanya gulita. Namun kegelapan itu benar-benar menambah pesona sang rembulan. Sangat kontras, dan makin memikat. Di waiting room sebelum bertolak ke Pekanbaru, saya sedikit berandai-andai.
Saya membayangkan, bila sayalah yang menjadi bulan (dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1290&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Semalam, bulan bulat sempurna. Sinarnya indah luar biasa, tak terhalang awan. Gelapnya malam yang dibalut pemadaman listrik di beberapa tempat di Jakarta, menambah sempurnanya gulita. Namun kegelapan itu benar-benar menambah pesona sang rembulan. Sangat kontras, dan makin memikat. Di waiting room sebelum bertolak ke Pekanbaru, saya sedikit berandai-andai.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya membayangkan, bila sayalah yang menjadi bulan (dan kamu yang jadi langitnya, ups.. kok malah ngelantur). Kita bayangkan, kitalah yang menjadi bulan. Dalam posisi sebagai bulan, kita tidak memiliki apapun untuk memercik cahaya yang bisa menerangi. Tidak sama sekali. Namun meski dipenuhi segala keterbatasan, bukan berarti kita ciptaan yang gelap mutlak, tanpa pesona. Karena ada sumber cahaya di dekat kita, yaitu matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun cahaya matahari tidak seutuhnya langsung menjadikan kita purnama penuh pesona. Untuk menjadi purnama, kita mesti menyorong diri kita mendekati sumber cahaya. Pada posisi paling tepat. Hingga tiap sudut dan lengkung kita, terlihat utuh tak terbelah. Pada momentum seperti itulah, kita mampu menangkap sempurna cahaya matahari, dan memunculkan pesona ulung kita sebagai ciptaan yang bernama rembulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka begitu pula menjadi seorang muslim. Tak ubahnya dengan 6 milyard manusia yang berjalan di muka bumi. Yang menjadi pembeda adalah, seorang muslim memiliki “sumber cahaya”. Namun sumber cahaya itu tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak menyorong diri kita untuk menangkap cahayanya. Menyorong diri mendekati sumber cahaya membuat kita bukan lagi sebagai bulan melainkan rembulan, bukan lagi seorang muslim melainkan mukmin. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita menyorong diri kita mendekati cahaya diatas cahaya tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana kita ketahui, berislam berarti berserah diri. Ketundukan. Jadi seorang mukmin bukanlah orang yang bertanya “saya ingin seperti apa?”. Tidak bertanya apa yang menjadi keinginannya. Tapi seorang mukmin, adalah manusia yang selalu bertanya “Allah menginginkan saya seperti apa?”. Karena memang Allahlah yang telah mendesain pribadi kita. Maka hanya dialah yang mengetahui fungsi kita sebagai apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara apa yang Allah inginkan bagi kita, masih merupakan sebuah konsep pribadi yang ideal. Pribadi diatas rata-rata yang sedikit sekali ruang inisiatif. Ini mungkin lebih cocok kita sebut sebagai malaikat yang berjalan di alam manusia. Realitasnya, kita memiliki keunikan masing-masing yang tidak bisa kita lepaskan begitu saja, mungkin telah paten melekat. Inilah yang bisa kita sebut, diri kita secara realitas. Membiarkan diri kita lebur dalam ruang realitas, tanpa mengukur standar idealitas, dipastikan menjadi orang yang paling merugi. Karena desain diri kita, jelas dimuati kekurangan-kekurangan fitrah, seperti sering tergesa-gesa, malas, ingin sesuatu yang instant, lalai, dan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berbicara bagaimana memunculkan pesona seorang mukmin, berarti berbicara tentang bagaimana menyorong diri kita untuk mempertemukan antara pribadi realitas kita dengan pribadi idealis yang telah dipetakan oleh sang Creator kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Pribadi realitas kita tentu bisa beragam. Dan penilaiannya kita kembalikan pada diri kita masing-masing. Yang perlu kita fahami adalah pribadi idealis seperti apa yang dapat memunculkan pesona kita sebagai seorang mukmin. Ada beberapa ayat dalam al-Quran, yang paling sederhana tentang konsep pribadi idealis ada pada surat An-Ashr yang tentu sudah kita hafal bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal shalih, dan nasihat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-menasehati dalam kesabaran (QS. Al-Ashr : 1-3)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menekankan pentingnya ayat-ayat ini dengan meletakkan sumpah pada perjalanan waktu. Para ahli tafsir sepakat, bahwa jika Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, itu berarti betapa pentingnya keberadaan makhluk tersebut. Ambil contoh, langit. Apa yang terjadi jika langit tidak ada? Demi bumi. Apa yang terjadi jika bumi tidak ada? Begitu pun dengan waktu. Apa yang terjadi jika waktu tidak ada? Maka merugilah mereka yang tidak memanfaatkan waktunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pada pemikir, waktu adalah sebuah konsep perbandingan yang diciptakan untuk membedakan peristiwa masa lalu dan masa sekarang. Perbedaan rentetan peristiwa dalam suatu kurun itu kita namakan dengan waktu. Jadi bagi seorang mukmin, waktu dapat diartikan sebagai batas masa memupuk amal yang membentang sejak kelahiran hingga kematiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat selanjutnya dari surat tersebut menyatakan persyaratan ideal seorang pribadi mukmin. Idealisme pertama bernama iman dan amal shalih. Kedua hal ini merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipecahkan. Iman yang dibangun dari dimensi akal dan berujung pada pertumbuhan keyakinan yang mendalam. Namun iman saja tidak cukup, mesti ada buah yang bisa dipetik. Buah itu bernama amal shaleh dalam bentuk gerak nyata. Saat akal, hati, dan raga telah menyatu, maka sampai disini kita bisa disebut pribadi ideal yang realistis.</p>
<p style="text-align:justify;">Persyaratan ideal kedua yaitu saling mengingatkan dalam kebenaran. Dakwahlah ujung tombak kegemilangan ummat. Mencegah orang lain berbuat mungkar, dan mengajak orang lain mengerjakan yang ma&#8217;ruf. Maka ketika persyaratan ideal kedua ini dapat kita penuhi, kata Ibnu Qayyim kita telah menjadi pribadi sosial. Pribadi yang bermanfaat bukan hanya bagi keshalehan dirinya, melainkan pula bagi kemashalatan umat yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Persyaratan terakhir untuk memunculkan pesona kita sebagai seorang mukmin adalah menyangkut tentang bagaimana bertahan memunculkan pesona tersebut sampai akhir hayat. Hal ini terangkum dalam sebuah kata yang kita sebut Istiqomah. Dan satu-satunya perlengkapan untuk mencapai derajat istiqomah adalah kesabaran. Dan kesabaran tidak pernah bisa dilepaskan dari sebuah konsep yang kita sepakat menyebutnya dengan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat menjadi rembulan. Menjadi mukmin “tebar pesona” (dalam pandangan positif). Saya yakin negeri ini akan kembali mempesona, dan menjadi “model sejarah”. Ada yang tahu kenapa? Jawabnya, karena ada engkau, aku, dan kita&#8230; (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pekanbaru 3 November 2009, 22:08 WIB</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1290&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/11/04/rembulan-pesona-seorang-mukmin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Sisa Nafas Bisa Terhitung</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/10/30/bila-sisa-nafas-bisa-terhitung/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/10/30/bila-sisa-nafas-bisa-terhitung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 23:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[husnul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[nafas]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1284</guid>
		<description><![CDATA[
Diantara seluruh sahabat saya, ada satu sahabat yang selalu spesial dimata saya. Belum lama saya mengenalnya, lebih kurang 1,5 tahun. Perkenalan ini menjadi luar biasa, setelah satu demi satu lembaran kehidupan dan sampul keluarganya menjadi novel hidup yang memberikan saya hikmah yang tidak bisa dibilang biasa.
“A, cobaan ini berat banget, nyaris bikin hilang akal. Doakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1284&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1285" title="batu - petervanalen - 25sep08" src="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/batu-petervanalen-25sep08.png?w=331&#038;h=494" alt="batu - petervanalen - 25sep08" width="331" height="494" /></p>
<p style="text-align:justify;">Diantara seluruh sahabat saya, ada satu sahabat yang selalu spesial dimata saya. Belum lama saya mengenalnya, lebih kurang 1,5 tahun. Perkenalan ini menjadi luar biasa, setelah satu demi satu lembaran kehidupan dan sampul keluarganya menjadi novel hidup yang memberikan saya hikmah yang tidak bisa dibilang biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">“A, cobaan ini berat banget, nyaris bikin hilang akal. Doakan saya bisa lulus cumlaude” smsnya ketika dia sedang diuji dengan ujian paling berat saat Allah mengambil titipan yang dia (bahkan semua orang) anggap berharga. Namun, kemampuannya menyembuhkan diri sendiri setelah sehari sebelumnya nangis terisak bukan main, patut diacungi jempol.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu-satunya pelajaran hidup yang saya ambil darinya selama 1,5 tahun ini adalah “Tidak ada waktu lain selain bertasbih memuja Allah”. Di umurnya yang kepala dua, sahabat saya ini lebih mirip Rabi&#8217;ah abad 21. Bukan hanya terlahir dengan titipan wajah sempurna dari Allah, melainkan Allah telah menganugerahkan keluarga, status sosial, dan kecerdasan yang bukan biasa. Namun apa yang dipunyainya itu, tidak lantas menjadikannya lupa kepada Allah yang Maha Memberi Rezeki.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika orang lain tertidur pulas menekuk lutut, maka jam 02:30 dia membangunkan diri, membasuh anggota wudhu melawan dingin membiarkan beberapa saat menggigil. Sajadah kemudian digelar, mukena putih menjumbai, takbir pun lirih terdengar. Bila shubuh belum datang, tak lantas kantuknya memanja dia bersembunyi dibalik selimut, melainkan asyik bercengkrama dengan Al-Quran.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanyalah kepada waktu dhuha, kapan saja hari selain dia dilarang shalat, dia menyempurnakan shalat sunnahnya? Tanyakan pula pada kencleng mesjid berapa kali dia absen setiap waktu shalat wajib tanpa dia rogoh dari sakunya 5 ribu?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita tanya kepadanya, kenapa bisa seperti itu? Dia akan menjawab “ini semua karena kebaikan dan pertolongan Allah”. Jawaban ini telak dia berikan. Tapi hari ini tanpa seijinnya saya hendak membocorkan jawaban lain yang mungkin akal awam kita mampu mencernanya. “A, apa sih yang saya harapkan lagi? Sudah habis semua, sekarang saya hanya ingin mendekat sama Allah saja”. Inilah pernyataan seorang perempuan yang Allah takdirkan kanker darah menyerang tubuhnya, menggerogoti tubuh semampainya hingga payah bahkan terkapar. Muntah darah dan menggigil luar biasa sudah biasa. Selang infus ketika cuci darah adalah sarapan rutinnya. “A, ini mungkin jalan Allah menarik saya kembali ke jalan-Nya, setelah sekian lama saya membandel. Bagian tubuh yang dulu sering menjadi bahan pamer, sekarang saya tutup sempurna dengan kerudung sebagai penyempurna keindahan perempuan muslim. Yang saya inginkan adalah mati khusnul khatimah di nafas-nafas terakhir.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata terakhirnya membuat saya tertegun. Baginya nafas akhir bisa diprediksi medis, meski di tangan Allahlah segala takdir pasti terjadi. Namun pelajaran yang saya dapatkan adalah, betapa berharganya arti tiap desah nafas bagi sahabat saya ini. Ah, seandainya kita diberitahu bahwa umur kita adalah hingga minggu depan. Masihkah kita akan menunda-nunda shalat saat adzan berkumandang? Berapa juz Al-Quran-kah yang akan kita baca? Atau mungkin akan berapa kali khatamkah? Berapa pula rupiah yang hendak kita infaqkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Bila jatah satu minggu saja sudah sedemikian hebat rencana ibadah yang ingin kita lakukan, maka bagaimanakah bila pengumuman kematian itu hanyalah satu hari sebelum hari yang pasti tiba itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Niscaya bukan hanya ibadah wajib yang kita kebut. Ibadah sunnah pun kita tumpuk. Kita akan mengatur sedemikian rupa, sehingga waktu terakhir kita berada dalam waktu terbaik, dalam tempat kebaikan, dalam posisi terbaik, dalam amal terbaik. Berharap semua orang menjadi pemaaf saat kita memelas maaf atas setiap ucapan yang menyakiti, atas perbuatan mendzalimi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita berani lebih dalam lagi berandai-andai. Jikalau berita kematian itu datang satu menit sebelum tiba. Kira-kira adakah lisan kita masih lupa berdzikir? Dalam waktu 60 detik yang tersisa itu adakah kita masih memikirkan harta di genggaman? Saat itu kita mungkin akan tersadar, bahwa tak ada gunanya lagi harta yang kita cari dengan kepayahan, toh beberapa detik lagi, kitalah manusia bangkrut yang hasilnya hanya dinikmati orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu mampukah kita membayangkan bila berita kematian itu sampai sempit sekali waktunya? Hasilnya seharusnya memunculkan dua kebiasaan. Pertama, kebiasaan tidak menyia-nyiakan waktu kecuali untuk beribadah. Kedua, kebiasaan untuk selalu mensyukuri hidup karena ternyata Allah masih memberikan jatah umur. Itulah mungkin salah satu alasan mengapa Allah merahasikan datangnya waktu kematian. Agar kita berada dalam ruh dan jasad yang siap dengan perbekalan ibadah, dan membalutnya dengan syukur kala raga dan ruh masih menyatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kita akan merasa aneh pada diri kita sendiri, saat justru kematian itu dirahasiakan kita malah berleha-leha. Ibadah yang seharusnya berada dalam tataran kuantitas malah babak belur. Kualitas apa lagi. Kita seakan merasa yakin bahwa kita masih bisa bernafas hingga esok bahkan tahun depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ataukah kita hendak menunggu ujian hidup layaknya sahabat saya tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Allah, sembuhkanlah dia. Angkat penyakit yang telah menghakimi umur singkatnya. Hilangkan duka dan laranya. Kabulkan permintaannya bila itu baik menurut-Mu, dan gantilah dengan yang lebih baik karena Engkau yang maha Mengetahui. Ya Allah mudahkan dia mencapai apa yang dicita-citakannya. Karuniakan kepadanya sisa nafas yang makin mendekatkan kepada-Mu. (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p><em>Medan, 30 Oktober 05:02 WIB</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1284&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/10/30/bila-sisa-nafas-bisa-terhitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/batu-petervanalen-25sep08.png" medium="image">
			<media:title type="html">batu - petervanalen - 25sep08</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbahagialah Indonesia</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/10/11/berbahagialah-indonesia/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/10/11/berbahagialah-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 15:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Aidh al-Qarni]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic book Fair]]></category>
		<category><![CDATA[la tahzan]]></category>
		<category><![CDATA[Senayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[
(Gambar diambil dari Flickr : Dragonroy-Two boys laughing Indonesia-15Jul07)
Setelah membuka file-file lama, saya ternyata masih menyimpan catatan dialog bersama Syaikh Aidh Al-Qarni (penulis buku best seller, La Tahzan) secara langsung di Islamic Book Fair (4 Maret 2005), Senayan. Berikut kutipan taujih beliau :
Assalamu&#8217;alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Ba&#8217;da tahmid wa shalawat
Saya merasa senang menginjakkan kaki di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1280&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://farm2.static.flickr.com/1005/815394165_b6d9d21f44.jpg" alt="" width="386" height="500" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Gambar diambil dari Flickr : Dragonroy-Two boys laughing Indonesia-15Jul07)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah membuka file-file lama, saya ternyata masih menyimpan catatan dialog bersama <strong>Syaikh Aidh Al-Qarni</strong> (<em>penulis buku best seller, La Tahzan</em>) secara langsung di Islamic Book Fair (4 Maret 2005), Senayan. Berikut kutipan taujih beliau :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Assalamu&#8217;alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh<br />
Ba&#8217;da tahmid wa shalawat</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya merasa senang menginjakkan kaki di Indonesia. Karena disinilah surganya dunia. Ada dua bait syair yang ingin saya berikan. Perlu kalian ketahui bahwa di negeri kalian ini ada 3 kenikmatan. Kenikmatan pertama, air. Kedua, alam yang kaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>*Beliau terdiam sejenak*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, wajah yang cantik-cantik.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>*Hadirin pun tergelak bersama Syaikh yang tersenyum ringan*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya ingatkan kepada kalian, bersyukurlah atas kenikmatan yang telah Allah limpahkan ini. Tidak ada satupun negara yang dikaruniai Allah dengan karunia yang sedemikian besarnya, selain negara kalian ini. Maka bersyukurlah. Janganlah kalian bersedih, kalian mendapatkan segala kenikmatan di sini. InsyaAllah, kalau saya kembali ke negara saya, dan berceramah ke negara-negara lain, maka akan saya katakan, La Tahzan, Janganlah kamu bersedih. Pergilah kamu ke Indonesia, maka kamu akan merasa senang dengan segala kenikmatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya mohon kepada kalian, agar mengirimkan saya air, dan wajah-wajah yang cantik, setibanya saya di negara saya, karena ditempat kelahiran saya hanya ada tanah yang gersang. Setibanya saya di negara saya, akan saya ceritakan kepada semua orang, segala yang bagus-bagus pada mereka tentang kalian.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami sangat menghargai dan selalu memperhatikan kalian, terutama dalam aksi-aksi yang menyangkut permasalahan umat Islam. Terutama aksi kalian memprotes karikatur nabi Muhammad saw. Tidak ada negara yang memiliki potensi seperti kalian. Seperti kalian ketahui, bahwa kalian adalah umat Muslim terbesar, secara mutlak di seluruh dunia, dengan 200 juta umat muslim. Maka saya berpesan, hindarilah perpecahan, sehingga jika suatu saat Amerika dan sekutu-sekutunya menjelek-jelekkan Islam. Maka kami, dengan bangga akan berkata, “Di sana ada saudara-saudara kami yang jumlahnya ratusan juta, kami tidak akan takut dengan kalian. Cukup bagi kami memiliki Indonesia.”</p>
<p style="text-align:justify;"><em>*Bulu kudukku merinding mendengarnya*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sampaikanlah kebenaran dengan cara yang baik, kalaupun ada perdebatan, maka berdebatlah dengan cara yang baik pula. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Kita bukan teroris. Teroris adalah mereka yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah, teroris adalah mereka yang membunuh anak-anak dan wanita.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyambut baik adanya Book Fair ini. Kalau sekiranya 1 juta orang saja, dari jumlah kalian yang 200 juta jiwa membaca buku La Tahzan, maka saya yakin Islam akan bangkit. Islam akan disegani.  Maka saya pesankan kepada kalian, banyak-banyaklah membaca, baca buku apapun. Teknologi, kedokteran, filsafat, dll. Dan jadikan semua bermanfaat. Kami berharap, suatu saat kami tidak perlu lagi membeli mobil, membeli pesawat, dan yang lainnya dari Amerika, dan sekutu-sekutunya, tapi kami akan membeli semua itu dari kalian, Indonesia.  Perlu kalian ketahui, saya telah menulis tafsir Al-Qur&#8217;an singkat, dan insyaAllah akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, khusus untuk kalian, maka saya berharap penerbit Qisty Press, dapat memberikan diskon khusus pada mereka semua agar dapat memiliki tafsir tersebut. Dan semoga tafsir tersebut bisa bermanfaat bagi kalian.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga berpesan, jika adzan sudah berkumandang, segeralah shalat, dan tinggalkanlah segala kesibukan kalian, tutuplah toko-toko kalian, tinggalkanlah pekerjaan kalian. Karena yang demikian itu adalah ciri mukmin yang sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pun menaruh rasa bangga kepada seluruh wanita-wanita kalian. Saya bangga karena sikap kalian yang baik, yang ramah, saya melihat wanita-wanita kalian ketika musim haji. Perasaan bangga ini, tidak hanya bagi wanita kalian yang sudah menutup kepala mereka dengan kerudung, tapi bagi mereka yang masih terbuka pun demikian. Mereka semua sangat sopan. Saya berharap, wanita yang masih terbuka dapat menutup kepala mereka kemudian hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun mengenai musibah yang menimpa kalian silih berganti. Maka berbaik sangkalah kepada Allah, bisa jadi ini adalah ampunan dan kasih sayang Allah kepada kalian. Kita berharap mereka yang menjadi korban setiap musibah yang menimpa ini dikumpulkan di surga, karena surga lebih indah daripada Indonesia. Jangan kalian anggap ini sebagai adzab dari Allah, karena kalaulah ini adzab dari Allah, maka yang seharusnya mendapatkan adzab ini adalah Amerika dan Israel. Maka Berbahagialah. (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jakarta, 22 Syawal 1430H, 22:33 WIB</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1280&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/10/11/berbahagialah-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1005/815394165_b6d9d21f44.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membelah Arus</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/10/06/membelah-arus/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/10/06/membelah-arus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 16:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[609]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kopaja]]></category>
		<category><![CDATA[mesjid]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1276</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber gambar : Nuvailia &#8211; Rindu Allah &#8211; 10jan07)
Dalam bus kopaja 609 dari arah Blok M, saya sempat ditanya berulang-ulang oleh seorang gadis berjilbab rapi yang duduk di samping saya. “Jam berapa sekarang ya mas?”. Meski saya lebih menyukai panggilan “Kang” atau “Aa” (panggilan di rumah), saya memaklumi panggilan “Mas”-nya karena kami baru bertemu. Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1276&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1277" title="Rindu Allah - Nuvailia - 10jan07" src="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/rindu-allah-nuvailia-10jan07.jpg?w=259&#038;h=386" alt="Rindu Allah - Nuvailia - 10jan07" width="259" height="386" />(<em>Sumber gambar : <strong>Nuvailia</strong> &#8211; Rindu Allah &#8211; 10jan07</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bus kopaja 609 dari arah Blok M, saya sempat ditanya berulang-ulang oleh seorang gadis berjilbab rapi yang duduk di samping saya. “<em>Jam berapa sekarang ya mas?</em>”. Meski saya lebih menyukai panggilan “Kang” atau “Aa” (panggilan di rumah), saya memaklumi panggilan “Mas”-nya karena kami baru bertemu. Tak berani saya memandang wajahnya, dan nampaknya dia pun begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak selang beberapa lama, untuk kedua kalinya ia menanyakan pertanyaan yang sama, “<em>Jam berapa sekarang ya mas?</em>” Saya pun menjawab “<em>10 menit lagi jam enam mba</em>”. Tak lama terdengarlah suara adzan maghrib, “<em>Allahu akbar.. Allahu akbar..</em>.”. Dan gadis itu pun terlihat tergesa merobek resleting tasnya dan mengambil sebotol air mineral. Matanya memejam, bibirnya berbisik pelan, sedangkan ujung botol air mineral itu menempel di bibir bawahnya. Berdoa adalah satu-satunya hal yang terpikir oleh saya terhadap apa yang tengah dilakukan oleh gadis yang memancing saya memutar beberapa derajat sudut pandangan saya. Dia pun kemudian meneguk perlahan. Saya seakan merasakan tenggorokannya yang semula kering, kini basah. Ibarat bunga yang nyaris layu, namun kembali segar tersirami.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh… ternyata tadi ia sedang berpuasa. Subhanallah…! Setelah seperempat botol air tersebut berpindah ke lambungnya, kini ia membuka plastik hitam yang sejak tadi digenggamnya. “<em>Mau gorengan mas?</em>” tanya wanita muda itu. “<em>Oh… tidak terima kasih</em>” tolak saya halus. “<em>Susah banget puasa kalau bukan di bulan Ramadhan</em>!”, katanya disela kunyahan pisang molennya, “<em>Banyak sekali godaannya</em>!” lanjutnya setelah menelan kunyahan halus di mulutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalanya jelas terlihat menengok kiri-kanan. Tak tahu apa yang dicari. Tiba-tiba dia pun berdiri, “kiri bang.. kiri..”. Gadis itu turun dan bus kopaja pun berjalan. Saya menengok ke sebelah kanan ternyata terlihat kubah mesjid, saya pun dengan tergesa berdiri dan minta turun hendak mendirikan shalat maghrib. Berharap masih bisa ikut jamaah masjid tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Air keran membasahi anggota wudhu saya. Dingin sekaligus meninggalkan kesegaran. Saya jadi teringat pada gadis di kopaja tadi. Mungkin inilah yang dirasakannya ketika berbuka tadi, panas Jakarta dan dahaga yang menyiksa tiba-tiba lenyap dengan hadirnya bahagia ketika tegukan pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">Berpuasa di bulan Ramadhan tentunya tidak lebih sulit dibandingkan berpuasa di bulan lainnya. Sangat sulit untuk menjadi berbeda dan mempertahankan prinsip yang berbeda dengan yang diyakini kebanyakan orang. Memegang teguh prinsip di tengah desakan dari pihak yang berseberangan tentulah sangat sulit. Jika prinsip yang berseberangan dengan kita adalah hal positif dan kita terdesak untuk berbuat positif juga, maka hal tersebut justu sangat baik. Tetapi jika hal yang sebaliknya terjadi, dimana prinsip yang negatif yang berkembang pada orang kebanyakan, saat kita tidak kuat, maka dengan sangat mudah kita terseret di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika teman-teman kampus pulang sebelum mata kuliah berakhir, meskipun tak jelas dosen hadir atau tidak, maka sangat sulit untuk membendung hasrat ingin pulang juga. Ketika teman-teman kantor bekerja sebagai individu terpisah dari kerjasama sebagai suatu team besar, maka susah sekali untuk tidak mengikuti pola mereka, tidak menerapkan pola elu-elu-gue-gue. Ketika banyak teman memilih jalan pintas, mampukah kita untuk tegas dan berkata “<em>Tidak</em>”?</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah renungan saya sambil berjalan menuju mihrab mesjid, ternyata jamaah telah bubar. Di shaf depan saya menunggu, mencari teman untuk shalat berjamaah. Nihil. Namun tiba-tiba seorang perempuan yang baru saja saya temui di kopaja datang. Mukanya basah oleh air wudhu. “<em>Mba.. kita berjamaah ya&#8230;</em>” pinta saya. Dia pun tersenyum dan mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertemuan kami hanya sesingkat itu, tapi dengan pertemuan itu Allah telah mengajarkan saya satu hal. Benar sekali perkataan rosul, bahwa suatu saat orang yang memegang teguh prinsip keislaman itu, ibarat seorang yang memegang besi yang telah menjadi bara api. Panas bahkan melukai. Pertanyaannya mampukah kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya : Tentu saja mampu. Buktinya, gadis yang duduk disamping saya kala itu berhasil mempertahankan shaumnya ditengah godaan-godaan yang datang padanya. (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jakarta, 17 Syawal 1430H, 23:31 WIB</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1276&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/10/06/membelah-arus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/rindu-allah-nuvailia-10jan07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rindu Allah - Nuvailia - 10jan07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m Home&#8230;</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/10/01/im-home/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/10/01/im-home/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 13:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1274</guid>
		<description><![CDATA[
Malam ini saya menemukan satu buku harian saya yang hilang. Pengalaman hidup saya selama tahun 2006 yang lampau. Lembar demi lembar patuh membalik mengikuti sapuan jemari. Tertahan sejenak, mengurai kalimat demi kalimat hingga tergambar gerak. Dalam sebuah ruang yang kita sebut ruang sejarah. Kadang bibir tersimpul senyum, terkadang mata yang dibujuk cengeng. Kadang mengharu biru, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1274&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1273" title="metamorph" src="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/metamorph.png?w=327&#038;h=497" alt="metamorph" width="327" height="497" /></p>
<p style="text-align:justify;">Malam ini saya menemukan satu buku harian saya yang hilang. Pengalaman hidup saya selama tahun 2006 yang lampau. Lembar demi lembar patuh membalik mengikuti sapuan jemari. Tertahan sejenak, mengurai kalimat demi kalimat hingga tergambar gerak. Dalam sebuah ruang yang kita sebut ruang sejarah. Kadang bibir tersimpul senyum, terkadang mata yang dibujuk cengeng. Kadang mengharu biru, namun kadang menyesakkan batin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah.. buku harian yang indah. Di mana saat itulah saya pertama kali jatuh cinta. Penuh bunga-bunga, meski di buku harian yang sama rasa itu tiba-tiba menjadi danau air mata, karena cinta itu pun harus kandas pada akhirnya. Tapi ada rasa syukur, karena rasa itu telah membuat kami dewasa dan bergerak terus lebih baik. Ada pula pengalaman ketika saya ketakutan dimaki-maki pemabuk, meski pada ujung buku harian, pemabuk tersebut bertaubat minta diajari shalat. Ada pula nama-nama yang tercatat jelas disana, yang tiap nama itu membangkitkan pelangi emosi tersendiri dalam jiwa saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengaitkan peristiwa demi peristiwa dalam buku harian tersebut telah membangkitkan kenangan yang mungkin sangat mahal bagi saya pribadi. Hingga saya menyadari ada satu buku harian digital yang nyaris saya lupakan. Yaitu BLOG. Ya.. sudah lama saya meninggalkan blog saya. Ada semacam kerinduan yang membuat saya ingin membaca ulang beberapa postingan. Tidak lupa komentar-komentar yang masuk. Ugggh&#8230; luar biasa. Inilah mungkin karunia memory yang Allah berikan. Saya merasa bahagia membaca kembali pengalaman saya di ruang sejarah ini. Meski ada pahit yang tidak bisa saya lupakan. Dan hari ini, saya akan kembali menempati rumah maya ini. Dengan segala suka dan duka yang ada di dalamnya. (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p><em>Jakarta, 30 September 2009, 21:57 WIB</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1274&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/10/01/im-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://insansains.files.wordpress.com/2009/10/metamorph.png" medium="image">
			<media:title type="html">metamorph</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengembara&#8230;</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2009/04/21/mengembara/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2009/04/21/mengembara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 08:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[mengembara]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hiduplah engkau di dunia seperti orang asing, atau orang yang sedang dalam perjalanan. Jika sore tiba, jangan tunggu datangnya waktu pagi. Dan jika pagi tiba, jangan tunggu datangnya sore hari. Gunakan waktu luangmu sebelum datangnya kesempitan. Dan gunanakanlah hidupmu sebelum datangnya kematian&#8221;
Saya rasa nasihat diatas sudah cukup dijadikan sebuah alasan bagi saya untuk berpindah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1261&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>&#8220;Hiduplah engkau di dunia seperti orang asing, atau orang yang sedang dalam perjalanan. Jika sore tiba, jangan tunggu datangnya waktu pagi. Dan jika pagi tiba, jangan tunggu datangnya sore hari. Gunakan waktu luangmu sebelum datangnya kesempitan. Dan gunanakanlah hidupmu sebelum datangnya kematian&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya rasa nasihat diatas sudah cukup dijadikan sebuah alasan bagi saya untuk berpindah dari rumah yang pernah menjadi kesayangan saya ini. Saya pamit, dan saat ini meneduhi rumah lain yang bernama, &#8220;<strong><a href="http://sagasu.wordpress.com">SAGASU</a></strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih untuk setiap komentar yang diberikan, dan mohon maaf bila ada khilaf.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Regards,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>-Insan Sains-</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1261&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2009/04/21/mengembara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rembulan di Langit Hatiku</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2008/12/30/rembulan-di-langit-hatiku/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2008/12/30/rembulan-di-langit-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 13:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film & Music]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[langit hati]]></category>
		<category><![CDATA[rembulan]]></category>
		<category><![CDATA[rembulan di langit hatiku]]></category>
		<category><![CDATA[seismic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Dalam salah satu sujud, saya teringat kenangan dengan salah satu sahabat terbaik saya. Yang telah menjadi roommate saya selama beberapa tahun. Ada kebiasaan yang sering kami (lebih tepatnya sahabat saya) lakukan, yaitu bersenandung.
&#8220;Rembulan di Langit Hatiku&#8221; adalah senandung favoritenya. Dan saya dengan setianya melihat dan mendengarkan sahabat saya ini menyenandungkannya dengan sepenuh hati. Dan kini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1241&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam salah satu sujud, saya teringat kenangan dengan salah satu sahabat terbaik saya. Yang telah menjadi <em>roommate</em> saya selama beberapa tahun. Ada kebiasaan yang sering kami (lebih tepatnya sahabat saya) lakukan, yaitu bersenandung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rembulan di Langit Hatiku&#8221; adalah senandung favoritenya. Dan saya dengan setianya melihat dan mendengarkan sahabat saya ini menyenandungkannya dengan sepenuh hati. Dan kini ia telah menemukan cinta sejatinya&#8230; Berbahagialah duhai sahabat! Kenangan itu akan selalu ada di hati dan menghiasi persahabatan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi ingin menyenandungkannya pula. Ada yang mau memetikkan gitar untuk saya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Judul : Rembulan Di Langit Hatiku<br />
Munsyid : Seismic</p>
<p>Rembulan di langit hatiku<br />
Menyalalah engkau selalu<br />
Temani kemana meski kupergi<br />
Mencari tempat kita tuju</p>
<p>Kan ku jaga nyalamu selalu<br />
Pelita perjalananku<br />
Kan ku jaga nyalamu selalu<br />
Rembulan di langit hatiku</p>
<p>Rembulan di langit hatiku<br />
Teguhlah engkau pandu aku<br />
Ingatkanlahku bila tersalah<br />
Menempuh tempat kita tuju</p>
<p>Doakanlahku di shalat malammu<br />
Pelita perjalananku<br />
Doakanlahku di shalat malammu<br />
Rembulan di langit hatiku</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3052731/Seismic-RembulanDiLangitHatiku.mp3.html">Download mp3-nya disini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1241&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2008/12/30/rembulan-di-langit-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Episode Cinta (Bag. 9) : Love is Beautiful</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2008/12/27/episode-cinta-bag-9-love-is-beautiful/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2008/12/27/episode-cinta-bag-9-love-is-beautiful/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 14:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[beautiful]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[infinite]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[life is beautiful]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[overview]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/2008/12/27/episode-cinta-bag-9-love-is-beautiful/</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas bukan lahir dari luapan jiwa yang sedang berbunga-bunga. Bukan pula hadir dari jiwa yang sedang merasakan keindahan cinta. Bukan&#8230;! Baru saja saya membaca buku yang berjudul “Life is Beatiful” untuk yang ke sekian kalinya. Tak hanya itu, tiga hari sebelumnya saya juga telah menonton film yang berjudul “Life is Beautiful”. Kedua sumber inspirasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1238&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Judul diatas bukan lahir dari luapan jiwa yang sedang berbunga-bunga. Bukan pula hadir dari jiwa yang sedang merasakan keindahan cinta. Bukan&#8230;! Baru saja saya membaca buku yang berjudul “Life is Beatiful” untuk yang ke sekian kalinya. Tak hanya itu, tiga hari sebelumnya saya juga telah menonton film yang berjudul “Life is Beautiful”. Kedua sumber inspirasi inilah yang kemudian membangkitkan keisengan saya untuk mempelesetkan judul tersebut menjadi “Love is Beautiful”. Cinta itu indah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Life is Beautiful” = “Love is Beautiful”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika disederhanakan (dengan mencoret kata yang sama), maka akan diperoleh :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Life” = “Love”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Disederhanakan lagi (dengan mencoret huruf yang sama), maka akan menjadi :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“if” = “ov”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika “if” adalah kependekan dari “infinite”, dan “ov” adalah kependekan dari “overview”. Maka inilah cerita antara kehidupan (Life) dan cinta (Love) yang akhirnya menghadirkan keindahan (Beautiful). Mula-mula embun cinta bersemayam, menyejukkan, menentramkan, kemudian memetamorfosis jiwa. Menghadirkan kekuatan tak terbatas (infinite) untuk menciptakan kehidupan bahagia (beautiful) yang tak berbatas ruang dan waktu. Jiwa itu pun kini mampu memvisualisasi gambaran menyeluruh (overview) tentang kehidupan indah (beautiful) yang hendak dicapainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah peran cinta (Love) dalam kehidupan (Life). Senantiasa memberikan kekuatan bagi jiwa-jiwa pecinta. Sebuah kekuatan untuk mewujudkan taman hati yang dipenuhi keindahan (Beautiful), sehingga menciptakan surga sebelum surga yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam film “Life is Beautiful” tersebut dikisahkan tentang penganiayaan para tahanan Nazi. Sebuah keluarga penuh cinta hadir disana. Sang suami dengan tampang biasa, sang istri yang cantik luar biasa, serta pangeran kecil mereka yang berumur 7 tahun. Tak pernah ada kebahagiaan di camp penganiayaan itu. Dan tak usah membayangkan kesenangan bisa dirasa disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi cinta yang bersemayam dalam jiwa sang pemimpin keluarga itu telah memberi kekuatan yang tidak terbatas untuk menjadikan kehidupan mereka tetap bahagia. Penganiayaan fisik yang diterima sang suami tak menumpulkan cintanya untuk tetap mengundang simpul senyum sang istri yang juga dikuras tenaga. Kekejaman sang penguasa tak menyurutkan cinta sang ayah itu untuk tetap menghibur sang anak, dengan mengatakan bahwa mereka tengah berada dalam sebuah permainan besar untuk mendapatkan kebahagiaan dan hadiah yang sangat besar pula. Sebuah gambaran menyeluruh tentang akhir kehidupan bahagia yang ingin dicapai dengan cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah jiwa yang dipenuhi dengan cinta. Jiwa yang masih bisa memberi dalam keterbatasan, masih bersedia tersenyum dalam rintih tangisan, masih bersedia membahagiakan walau dalam kesedihan, masih mau mencintai walau teraniaya, masih berkenan mendoakan walau terdzalimi, masih bersedia menolong walau dalam kesempitan. Lain hal dengan jiwa-jiwa yang fakir cinta, menatap kondisi yang sama dengan merintih kesakitan, mengeluh kelaparan, menatap nanar siksaan demi siksaan. Sungguh tak ada kebahagiaan pada jiwa yang fakir cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Film itu telah menggugah naluri kepemimpinan saya. Hingga timbul satu pertanyaan mendasar, “Siapkah jiwa kita diisi dengan cinta?” Menyemayamkan embun cinta dalam jiwa. Mengejewantahkan satu-satunya hakikat mencintai, yaitu memberi. Memberikan segala kebahagiaan kepada orang yang dicintai. Raga boleh ditelan bumi, tapi mudah-mudahan cinta karena Zat yang mengkaruniakan cinta mengantarkan kita pada kehidupan abadi penuh keindahan. (<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p><em>Jakarta, 27 Desember 2008, 20:33 WIB</em></p>
<p><em>Next Episode : &#8230;&#8230;</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1238&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2008/12/27/episode-cinta-bag-9-love-is-beautiful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Episode Cinta (Bag. 8) : Desir Cinta di Taman Jiwa</title>
		<link>http://insansains.wordpress.com/2008/12/24/episode-cinta-bag-8-desir-cinta-di-taman-jiwa/</link>
		<comments>http://insansains.wordpress.com/2008/12/24/episode-cinta-bag-8-desir-cinta-di-taman-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 00:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[1/3 malam]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[desir]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[Mafatih Al-Jinan]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[sepertiga malam]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syekh Abbas al-Qummi]]></category>
		<category><![CDATA[taman hati]]></category>
		<category><![CDATA[taman jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://insansains.wordpress.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Kegelapan dan keheningan adalah hak paten sang malam. Saat sang malam tiba, kelelahan dan ketakutan mungkin dapat merasuk raga. Mendekap jiwa-jiwa dengan selimut mesra hingga mentari menyapa. Lain hal bagi jiwa-jiwa pecinta, malam adalah sebuah taman jiwa. Taman hati tempatnya memadu kasih membenam lelah, melepas rindu mendatangkan bahagia, membelah langit mengantarkan cinta, merobek gelap mengundang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1228&subd=insansains&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kegelapan dan keheningan adalah hak paten sang malam. Saat sang malam tiba, kelelahan dan ketakutan mungkin dapat merasuk raga. Mendekap jiwa-jiwa dengan selimut mesra hingga mentari menyapa. Lain hal bagi jiwa-jiwa pecinta, malam adalah sebuah taman jiwa. Taman hati tempatnya memadu kasih membenam lelah, melepas rindu mendatangkan bahagia, membelah langit mengantarkan cinta, merobek gelap mengundang cahaya, memecah hening mencipta desir. Dan desir itu bernama, <strong>desir cinta</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesekali, jauhkanlah lambungmu dari nyamannya tempat tidur. Bukalah jiwamu. Niscaya dirimu akan menyaksikan jamuan penuh cinta. Jika pendengaran jiwamu awas, desir itu niscaya akan terdengar. Jika penglihatan jiwamu tajam, semburat cinta itu niscaya akan terlihat jelas. Coba dengarlah dengan jiwamu salah satu desir cinta ini.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<p><em>Bismillahi rahmani rahim</em><br />
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang</p>
<p>Duhai pemilik jiwa ini&#8230;<br />
Apakah orang yang telah mencicipi manisnya cintaMu<br />
akan mengharapkan pengganti dariMu?<br />
Apakah orang yang telah merasa tenang dekat denganMu<br />
akan menginginkan pertukaran dariMu?</p>
<p>Duhai Cahaya diatas cahaya&#8230;<br />
Jadikan kami diantara orang-orang :<br />
yang Kau pilih untuk berada di dekatMu,<br />
yang Kau sucikan untuk mencintaiMu,<br />
yang Kau ridhakan untuk menerima qada&#8217;Mu,<br />
yang Kau anugerahkan untuk melihat wajahMu,<br />
yang Kau hadiahkan ridhaMu,<br />
yang Kau lindungi dari pengusiran dan kebencianMu,<br />
yang Kau dudukkan diatas kursi kejujuran di sisiMu,<br />
yang Kau istimewakan dengan makrifatMu,<br />
yang Kau pantaskan untuk menghamba kepadaMu,<br />
yang Kau tenggelamkan jiwanya dalam kehendakMu,<br />
yang Kau pilih untuk menyaksikanMu,<br />
yang Kau pusatkan perhatiannya untukMu,<br />
yang Kau kosongkan hatinya untuk cintaMu,<br />
yang Kau bangkitkan hasratnya untuk menggapai apa yang ada di sisiMu,<br />
yang Kau ilhami untuk mengingatMu,<br />
yang Kau dorong untuk mensyukuriMu,<br />
dan yang Kau jadikan dari makhlukMu yang saleh (shalehah).</p>
<p>Ya Allah&#8230;<br />
Jadikan kami diantara orang-orang :<br />
yang dambaannya adalah mencintai dan merindukanMu,<br />
yang seluruh usianya adalah merintih dan menangis kepadaMu,<br />
yang dahinya bersujud karena keagunganMu,<br />
yang matanya terjaga (di malam hari) dalam berbakti kepadaMu,<br />
yang air matanya mengalir karena takut kepadaMu,<br />
yang hatinya terikat pada cintaMu,<br />
dan yang jiwanya terpesona dengan kewibawaanMu.</p>
<p>Wahai yang cahaya qudusNya bersinar terang<br />
dan kesucian ZatNya membahagiakan hati orang-orang yang mengenalnya</p>
<p>Wahai harapan hati orang-orang yang rindu<br />
dan wahai puncak cita-cita para pecinta<br />
<strong><br />
Jiwa ini memelas memohon cintaMu,<br />
memohon cinta jiwa yang mencintaiMu,<br />
karuniakan jiwa ini kecintaan terhadap setiap amalan yang mengundang cintaMu,</strong></p>
<p>Jadikan diriMu lebih aku cintai daripada selainMu,<br />
jadikan cintaku kepadaMu membimbingku ke arah ridhaMu,<br />
kerinduanku kepadaMu mencegahku dari bermaksiat kepadaMu,<br />
anugerahkanlah kepadaku untuk melihatMu,<br />
tataplah aku dengan mata kecintaan dan kasih sayang,<br />
jangan Kau palingkan wajahMu dariku,<br />
dan jadikan aku diantara orang-orang yang telah berbahagia untuk menempuh jalan menujuMu,</p>
<p>Wahai pengabul doa, istajib du&#8217;a ana ya Allah.<br />
Wahai yang lebih kasih dari para pengasih.</p>
<p>(<strong>Insan Sains</strong>)</p>
<p>*do&#8217;a dikutip (dan mengalami pengeditan) dari kitab Mafatih Al-Jinan, Syekh Abbas al-Qummi</p>
<p><em>Jakarta, 24 Desember 2008, 05:19 WIB</em></p>
<p><em>Next episode : &#8230;.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/insansains.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/insansains.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/insansains.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/insansains.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/insansains.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/insansains.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/insansains.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/insansains.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/insansains.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/insansains.wordpress.com/1228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=insansains.wordpress.com&blog=1829943&post=1228&subd=insansains&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://insansains.wordpress.com/2008/12/24/episode-cinta-bag-8-desir-cinta-di-taman-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada7e05996fc1d72f393e50c8cc2f7f3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Insan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>