. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Archive for the ‘Buku’ Category

Menanti Pahlawan Kembali

with 6 comments

Menanti Pahlawan Kembali

Alhamdulillah, akhirnya kumpulan cerpen fiksi ilmiah-nya terbit juga. Dan cerpen berjudul “Menanti Pahlawan Kembali” terpilih jadi judul bukunya. InsyaAllah sedang menggarap novelnya. Kalau biasanya saya meresensi buku penulis lain, kali ini nyoba ngasih over-view cerpen sendiri.

Sebelumnya trims buat anak-anak ForSa (Forum Sains Indonesia) yang udah sharing ide-ide segarnya lewat postingan-postingan ilmiahnya, especially mimin dan momodnya (Larry & Ratna yang bentar lagi segera merit ^_^, Harry, Widy, Melnick, Ndar, etc). Lalu sahabat2 ex-pintunet yang gak bisa saya lupain sharing2-nya dan sudah ngajarin saya nulis (mba Apriel, mba Rina, mba Oline, mba Nisa, SUHU alias Alid, bang Jutawan, kang Darmawan, mas Eka, mas Ari, mas Chox, etc). Sahabat-sahabat blogger (Wi3nd, Rindu, Putri, Ari, Atik, Bunga, Al-Qifty, Nenyok, mas Hanifa, mas Ganjar, etc). Lalu sahabat2 di Daarut Tauhiid dan temen-temen kantor.

Cerpen ini saya buat dalam rasa bangga menjadi bagian dari negeri ini. Bukan hanya soal sumber daya alam kita yang melimpah dan menjadi incaran, namun di sisi lain negeri ini memiliki manusia-manusia yang cerdas. Anehnya, dua kelebihan tersebut belum bertemu pada satu titik potong, dan menemukan momentum sejarahnya. Bukan satu dua, generasi kita mencatat rekor prestasi dalam pertandingan tingkat internasional. Tapi lagi-lagi prestasi itu dibenam masalah-masalah lain negeri ini sehingga membuat kita serba kehilangan.

* * *

You’re a great women, honey”, ucap Hans sambil mengusap keringat di kening istrinya. Menciumnya kemudian. Membelai rambut pirangnya serta. Nafas Lana masih tersenggal, namun ada sedikit lega merasuk, meski di ujung yang lain perih terasa. Setidaknya ia bahagia masih merasakan ciuman suami di keningnya. Ia selamat, dan mata birunya meng-isyaratkan syukur yang amat dalam. Pupilnya mengecil, menerawang syukur entah kemana. Yang jelas jatuh di wajah suaminya sambil menyungging senyum.

Kelegaan itu segera meredup. Bergulir menjadi ketegangan baru yang tak kalah hebat. Dulu, orang tua sangat bersyukur ketika melihat anaknya terlahir sempurna. Sepuluh jari tangan, sepuluh jari kaki, dua mata berbinar, dan segala pesona lahir yang nampak tak ada cacat. Namun tidak demikian di jaman ini, dimana segala kesempurnaan baru di-judge bila hasil analisa GAR menyatakan bahwa gen bayi yang terlahir benar-benar memiliki nilai “raport” sempurna.

* * *

Indonesia tak mungkin memberi kehidupan bagi kita”,
desak Hans ketika memaksa Purnama untuk mengubah keputusan.

Seratus tahun Indonesia masih ada, tapi kita telah menjadi bangkai yang dilupakan dan sama sekali tak ada karya yang patut dikenang dan dibanggakan. Kita tetap hidup miskin, meski otak dan tenaga kita peras untuk menghiasi Indonesia.

Keduanya terdiam sejenak.

Indonesia terlalu kecil bagi otak secemerlang kau Pur. Di Swiss ini kau bisa menjadi dewa bagi para ilmuwan, tapi mengapa kau memilih menjadi budak di negeri yang tak bisa menjadi surga?

Singkat jawab Purnama waktu itu, “Karena aku lahir di Indonesia”, sambil melangkah pergi meninggalkan Hans.

* * *

Kita dilahirkan di Indonesia, mengapa keringat kita harus tertumpah di tanah yang lain? Jika pahlawan itu mampu memberikan raganya untuk mempertahankan negeri, maka kita bisa memberikan ilmu kita untuk membangun negeri. “Kamu dihidupi… Aku menghidupi” Selamat membaca… ^_^ (Insan Sains)

Surabaya, 17 November 2009, 20:26

Written by Insan

17 November 2009 at 8:30 pm

The True Power of Water

with 9 comments

Judul : The True Power of Water
Penulis : Masaru Emoto
Penerbit : MQ Publishing
Tahun : 2006
Genre : Pengetahuan Populer
Tebal : 192 Halaman
ISBN : 979-26-4400-8

the_true_power_of_water_260





















Secara sepintas tak ada yang istimewa dari bentuk fisik air. Bentuknya cair. Bisa menjadi padat bila dibekukan. Dan menjadi gas bila diuapkan. Penelitian tentang air pun hanya sampai sebatas mengetahui massa jenis, daya apung, dan beberapa sifat kimia-fisik dari air. Sampai pada tahun 1994 seorang peneliti Jepang yang bernama Masaru Emoto menggemparkan dunia dengan hasil penelitiannya yang menyimpulkan bahwa air itu “hidup” dan memiliki “perasaan”.

Sedikit radikal memang kesimpulan ini, dan adalah bukan hal yang mudah untuk membuktikan kesimpulan ini agar diterima oleh ilmu pengetahuan konvensional. Namun faktanya, Masaru Emoto bersama rekannya (Kazuya Ishibashi, seorang ahli sains yang ahli dalam mengobservasi objek melalui mikroskop) berhasil menunjukkan bukti-bukti hasil penelitiannya kepada publik.

Bukti penelitian Masaru Emoto itu berupa gambar-gambar kristal air yang terbentuk saat sample air dibekukan pada suhu -25 derajat celcius, dan diambil gambarnya pada suhu -5 derajat celcius. Yang paling mencengangkan bukan hanya berhasil mengambil gambar kristal air untuk pertama kalinya di dunia yang karenanya Emoto mendapatkan penghargaan. Namun yang lebih fantastis adalah ditemukannya gambar kristal air yang bermacam-macam bentuk untuk setiap “informasi” yang diberikan pada sample air yang diuji.

“Informasi” yang disampaikan pada sample air tersebut ada yang berupa kata-kata maupun sekedar tulisan diatas kertas dan ditempelkan pada wadah air yang akan diuji. Untuk setiap kata-kata atau tulisan yang bernada positif (misalnya : “aku sayang”, “kamu baik”) akan dihasilkan gambar kristal air yang benar-benar hexagonal (segi enam sempurna) dengan hiasaan indah di sekelilingnya, persis seperti manik-manik perhiasan yang berkilauan. Sedangkan untuk setiap kata-kata ataupun tulisan yang bernada negatif (misalnya : “kamu jahat”, “aku benci”) akan dihasilkan gambar kristal yang berantakan, bahkan sama sekali tidak menghasikan gambar kristal air.

Buku yang pernah masuk kategori Best Seller The New York Times ini dilengkapi juga dengan gambar-gambar hasil penelitian Masaru Emoto sehingga pembaca dapat melihat sendiri perbedaan kristal-kristal air yang terbentuk. Kertas yang cukup exclusive membuat buku ini enak pula untuk dibaca, ditambah lagi dengan nuansa fullcolor.

Berdasarkan pengujian dari seorang peneliti yang sebenarnya bukan berlatar belakang pendidikan sains ini disimpulkan bahwa kata-kata paling “ajaib” yang mampu mengubah kualitas air menjadi lebih bagus sehingga menghasilkan kristal-kristal air yang paling indah adalah dua kata, yaitu “cinta” dan “terima kasih”. Semakin bagus kristal yang terbentuk, semakin bagus kualitas air tersebut.

cintadanterimakasihh

Lalu bagaimana dengan air yang ada dalam tubuh kita? Bukankah tubuh kita 70% terdiri dari air juga? Temukan korelasi pengujian sifat air tersebut dengan psikologi seseorang dalam buku ini. Dan tentunya banyak pengetahuan dan hasil temuan lain yang akan membuat pembaca terperangah membacanya. Namun kemudian akan meng-anggukkan kepala karena banyak kenyataan dan kesamaan fakta yang akan ditemui. Misalnya, bagaimana pengaruh musik terhadap air? bagaimana pengaruh tontonan televisi terhadap sample air? Bagaimana pula pengaruh handphone? Temukan semuanya dalam buku kecil nan exclusive ini.

Overall, buku ini sarat informasi dan pengetahuan (sains) terkini. Walaupun ada pula buku yang membantah hasil penelitian ini, tapi buktinya sampai detik ini bantahan tersebut belum mampu meruntuhkan hasil penelitian Masaru Emoto dan Kazuya Ishibashi ini. (insansains)

Written by Insan

6 November 2008 at 7:30 am

Cara Mudah Merakit PC

with 2 comments

Judul : Cara Mudah Merakit PC
Penulis : Ali Zaki & SmitDev Community
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2007
Genre : Tutorial Komputer
Tebal : 136 Halaman
ISBN : 978-979-20-0969-8

























Jika kita mencoba membandingkan perkembangan teknologi komputer saat ini dengan kondisi beberapa puluh tahun yang lalu, maka kita patut berdecak kagum atas kemajuan teknologi yang begitu pesatnya. Dengan adanya komputer, maka segala kebutuhan perkembangan teknologi yang lainnya dapat difasilitasi. Sudah tidak mungkin terhitung lagi manfaat dari komputer, bahkan mobil yang digunakan, kulkas, handphone yang kita pakai, jam tangan digital yang melingkar di tangan, bahkan hampir semua peralatan elektronik yang kita pakai, sebenarnya telah tertanam sistem komputer di dalamnya.

Komputer dalam makna yang lebih khusus sering digambarkan sebagai sebuah Personal Computer (PC). Jika dahulu komputer termasuk barang yang mahal, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya, sekarang dengan makin banyaknya pemakai yang disertai dengan penemuan teknologi semikonduktor yang makin mapan, maka ongkos produksinya bisa semakin ditekan. Alhasil, komputer sekarang bukan lagi barang langka, bahkan muncul fenomena “ masyarakat yang tidak bisa hidup tanpa adanya komputer”.

Melalui buku ini, pembaca akan diajak untuk mendalami seluk-beluk komputer secara hardware (perangkat keras). Akan ditunjukkan pula bagaimana cara merakit Personal Computer yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab komputer yang hanya digunakan untuk mengetik saja, tentu akan berbeda dengan komputer yang digunakan untuk para designer. Walaupun nyatanya, bisa saja kita menggunakan komputer tercanggih sekalipun untuk mengetik-ngetik surat. Namun sangat disayangkan, karena komputer tidak digunakan optimal.

Buku ini dicetak dalam kertas exclusive dengan gambar yang full color. Hal ini sangat memberikan dorongan untuk menikmati tiap lembar yang dibaca. Bahasa yang disuguhkan dalam buku ini pun tidak banyak bertele-tele. Melainkan langsung point per point yang disertai gambar untuk memudahkan pendeskripsian.

Dari sisi content materi, nampaknya selain diperuntukkan bagi pemula yang awam mengenai komputer, buku ini juga cocok untuk dijadikan referensi. Karena selain berisi panduan singkat merakit sebuah PC, juga disertakan beberapa BAB yang memaparkan komputer mulai dari sejarahnya (lengkap dengan gambar-gambar komputer kuno), mengenal komponen-komponen di dalamnya, sampai memaparkan sedikit troubleshooting yang sering terjadi pada komputer.

Dan satu lagi yang menjadi nilai tambah untuk buku ini, yaitu menyertakan CD yang berisi video tutorial merakit PC. Yang dibagi menjadi delapan bagian, mulai dari : Mengenal motherboard, membuka casing, memasang processor dan fan, memasang memory, memasang motherboard ke casing, memasang drive optik dan hardisk, memasang kartu ekspansi, dan terakhir memasang periperal lainnya seperti mouse, keyboard dan monitor.

Overall, buku yang cukup ilustratif ini sangat bagus untuk dijadikan panduan, baik untuk pemula, dosen dan mahasiswa, maupun mereka yang berkecimpung di dunia komputer (seperti techical support, IT Department, atau pekerja di toko komputer). (insansains)

Written by Insan

4 November 2008 at 7:15 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , ,

A Thousand Splendid Suns

with 10 comments

Judul : A Thousand Splendid Suns
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Tahun : 2007
Genre : Novel
Tebal : 516 Halaman
ISBN : 979-3269-68-5























A thousand splendid suns. Seribu mentari surga. Sebuah novel yang mengetengahkan konflik demi konflik seorang perempuan yang terlahir sebagai anak haram anak yang lahir dari hubungan tidak sah, yang berjuang untuk memberi makna pada hidupnya. Novel ini ditulis oleh seorang penulis yang namanya terkenal setelah karyanya yang berjudul “The Kite Runner”. Bahkan “A Thousand Splendid Suns” ini diprediksi akan mengikuti jejak pendahulunya menjadi sebuah film layar lebar di Hollywood.

Penulis novel ini sangat jeli menggambarkan detail-detail kehidupan, mulai dari pakaian, mimik muka hingga setting latar tiap episode-episode. Benar-benar memberikan gambaran yang hidup. Tak hanya itu, pilihan kata-kata yang digunakan oleh Hosseini sungguh mengagumkan, hingga mampu mengorek, mengaduk-ngaduk bahkan mengoyak-ngoyak perasaan para pembacanya. Novel setebal 516 halaman ini dirangkai secara apik. Sang penulis sangat lihai menghubungkan alur-alur cerita yang sedang berlangsung dengan cerita-cerita sebelumnya. Sehingga tidak terkesan terputus atau terlupakan begitu saja. Bahkan tiap kalimat yang ada pada episode-episode awal, justru dihidupkan kembali di episode selanjutnya. Bahkan menjadi pemanis saat diketengahkan kembali di episode penutup. Luar biasa. Patut diacungi jempol karena mampu menghadirkan pergolakan batin, konflik yang sedemikian rumit, dan terkesan tak ada harapan bahagia untuk si tokoh utama, namun pada akhirnya, justru semua itu diakhiri dengan secuil episode yang sangat menawan, walaupun harus berakhir haru menyedihkan.

Antara bab pertama dan bab kedua dalam novel ini, terkesan tidak ada sangkut pautnya. Tokoh utama seakang hilang tak berbekas, yang ada adalah tokoh utama kedua. Namun ternyata kedua tokoh tersebut akhirnya disatukan dalam episode-episode berikutnya dimulai dari sebuah moment yang sangat unik, tak terduga. Di novel ini pula, pembaca akan dapat melihat sebuah kesabaran tanpa batas dari seorang perempuan yang tak pernah diinginkan lahir ke dunia. Kesabaran yang harus ditebusnya dengan penderitaan tak kunjung reda sejak ia lahir ke dunia, namun akhirnya ia mendapatkan cinta dan keindahan hidup walaupun harus berakhir tragis. Jadi siapkanlah tissue yang banyak sebelum membaca novel ini.

* * *

Mariam. Seorang anak perempuan yang tak pernah diakui secara sah oleh ayahnya, Jalil. Walaupun kenyataannya mereka terikat secara batin, dan saling mengasihi layaknya ayah dan anak. Hanya saja, Jalil tak mau menunjukkannya kepada khalayak. Maka ditutupinya hubungan darahnya itu dengan memberikan Mariam dan ibunya, Nana sebuah gubuk di desa terpencil, Gul Damam. Sekali dalam sepekan Jalil secara rutin mengunjungi Mariam, dan kadang-kadang membawakan hadiah sebagai bukti sayangnya kepada Mariam.

Mariam dibesarkan ditangan seorang ibu yang tak mengijinkannya bersekolah, karena ketakutannya pada olok-olokan teman-teman Mariam kelak. Sehingga Mariam kecil tumbuh tanpa pengetahuan. Satu-satunya ilmu yang dia dapat adalah dari Mullah Faizullah, seorang kakek tua yang mengajarinya membaca Al-Quran dan sembahyang. Namun kadang-kadang ayahnya, Jalil sering pula menceritakan bagaimana kehidupan-kehidupan di kota, dan kadang membacakan kepadanya syair-syair.

Hingga pada umur 15 tahun, Mariam meminta kado kepada ayahnya agar mengajak dia menonton di bioskop miliknya bersama anak-anak Jalil yang lain. Sebuah film yang pernah ayahnya ceritakan, yaitu seorang pengrajin kayu yang mendapati boneka kayunya hidup dan dapat bergerak. Namun permintaan itu, tentu saja mendapatkan penolakan, walaupun disampaikan secara halus. Hingga akhirnya, Mariam nekad pergi sendiri ke kota dan mencari rumah pengusaha terkenal, yaitu ayahnya, Jalil.

Setelah menemukan rumah yang dimaksud sampai harus tidur di jalanan, Mariam harus kecewa untuk yang kesekian kali karena ayahnya justru menyuruh sopirnya memulangkan Mariam pulang ke Gul-Damam. Dan seketika pulang ke rumahnya, Mariam mendapati ibunya telah gantung diri karena merasa kehilangan anaknya. Tak cukup disitu saja penderitaannya berakhir, setelah beberapa hari kematian ibu kandungnya, Mariam kini dipaksa ayahnya untuk menikah dengan seorang laki-laki dari Kabul, yaitu Rasheed seorang pengusaha sepatu yang umurnya 40 tahunan.

Di rumah suaminya, selama satu tahun pertama Mariam mendapat perhatian cukup baik dari Rasheed. Namun setelah Mariam keguguran, Rasheed mulai menyiksa Mariam secara fisik. Dan kekejaman Rasheed mulai menjadi-jadi kala Mariam selama 7 kali kehamilan, maka 7 kali keguguran pula.

Konflik selanjutnya pun segera muncul. Tetangga satu blok rumahnya terkena rudal Soviet, sehingga semua penghuni rumah itu tewas, kecuali anak gadisnya yang bernama Laila. Laila kemudian dirawat oleh Mariam di rumah Rasheed. Dengan dalih ingin melindungi, Rasheed kemudian menikahi Laila. Perseteruan antara Mariam dan Laila pun mulai tumbuh dan makin menyengit dari hari ke hari. Keduanya saling melemparkan pandangan sinis ketika bertemu. Mariam merasa, Laila telah merebut suaminya, walaupun pada kenyataannya Rasheed sering menyakitinya. Di sisi lain, Rasheed tentu lebih menyayangi Laila, karena ia lebih cantik dan lebih muda tentunya. Dan kecintaan Rasheed kepada Laila makin bertambah ketika Laila mulai mengandung anaknya.

Laila pun melahirkan anak perempuan cantik, Aziza. Namun bagi Rasheed, itu adalah suatu aib. Maka sejak saat itulah Rasheed mulai memperlakukan Laila sama seperti memperlakukan Mariam. Menyiksa dan mencari-cari kesalahannya. Namun kondisi yang bertolak belakang dengan suasana hati Rasheed mulai merekah. Aziza justru menjadi perekat kasih sayang diantara Mariam dan Laila. Aziza seakan memiliki dua ibu yang sangat mencintainya. Mariam dan Laila. Sungguh bagaikan ibu dan anak yang tidak bisa dipisahkan. Hingga pada suatu hari mereka merencanakan untuk lari dari rumah, keluar dari penyiksaan-penyiksaan Rasheed. Namun sayang, mereka tertangkap oleh aparat dan mengembalikannya kepada Rasheed.

Karena peristiwa percobaan lari itu, Laila dan Mariam mendapat hukuman paling sadis yang pernah dilakukan Rasheed. Yang lebih parah tentu Mariam. Konflik kemudian memuncak, saat keuangan Rasheed morat-marit gara-gara toko sepatunya kebakaran. Hal ini memaksa mereka untuk mengirim Aziza ke sebuah panti asuhan. Laila yang pada suatu kunjungannya menjenguk Aziza di panti asuhan, ternyata dipertemukan kembali dengan cinta lamanya yang disangkanya telah mati, Tariq.

Dan Tariq adalah orang yang tepat bagi Laila untuk mengadu tentang kehidupannya yang mengenaskan. Kedekatan dua cinta lama ini membuat Rasheed geram, hingga pada suatu malam Rasheed menyiksa Laila habis-habisan, bahkan hampir membunuhnya, jika saja Mariam tidak lebih dahulu menghampiri Rasheed, dan mendaratkan sekop ke wajahnya. Rasheed tewas. Hilang sudah sumber penderitaan Mariam dan Laila. Sungguh mudah jika mereka berdua ingin lari dan hidup bahagia. Tapi apa yang mereka lakukan selanjutnya? Di episode inilah, penulis mengakhiri semua cerita ini dengan sangat elegan.

Sekali lagi, salut untuk penulis yang telah mengetengahkan melodrama yang sangat apik, dan benar-benar mampu menyentuh sisi sensitif pembacanya. Kita tunggu saja, jika benar nantinya novel ini akan muncul pula di bioskop-bioskop, bahkan masuk pada jajaran film-film Hollywood. (insansains)

Written by Insan

27 Oktober 2008 at 4:31 pm

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , ,

Ipung

with 11 comments

Judul : Ipung
Penulis : Prie GS
Penerbit : Republika
Tahun : 2008
Genre : Novel Remaja
Tebal : 194 Halaman
ISBN : -

Tunggu…. biarkan bibir ini mengembangkan senyumnya. Masih terpatri dengan pesona cerita yang dibangun budayawan nyentrik -mas Prie- dalam novel remaja ini. Satu kata, “excelent”, benar-benar luar biasa, ada rasa haru, lucu, bangga, bahagia, komplit deh. Awalnya beranggapan novel ini mirip cerita-cerita remaja ABG yang klasik dan penuh dengan roman percintaan. Ah.. ternyata salah…! Memang bumbu percintaan itu ada di novel ini, tapi bukan hal ini yang hendak digali oleh sang penulis piawai ini. Melainkan semangat hidup yang penuh dengan pesan-pesan moral ditambah sedikit humor segar.

Kepiawaian dan keluasan pengalaman penulis pun jelas terlihat. Konflik-konflik yang dibangunnya tidak membosankan, dan apik tertata. Cukup banyak novel yang miskin konflik sehingga terasa hambar, namun ada juga yang terlalu banyak konflik sehingga terkesan berbelit-belit dan tidak tentu arah. Novel ini bisa dibilang benar-benar pas. Mantap. Tak hanya itu, jarang ada novel yang mampu menjaga dan mengembangkan karakter-karakter pemainnya. Novel berjudul Ipung ini benar-benar memperhatikan hal tersebut. Pembaca akan melihat dengan jelas karakter-karakter lain selain Ipung dan Paulin, seperti : Pak Bakri, Marjikun, Pak Bahrun dan Surtini benar-benar dijaga dengan baik.

Dalam segi bahasa, jelas tidak perlu diragukan lagi kualitas novel ini. Seperti hal-nya tulisan-tulisan Mas Prie yang lain, semuanya serba sederhana, tapi menyelipkan makna yang dalam. Tak salah bila kemudian di halaman awal dihadirkan prolog dari penulis yang namanya melejit dengan novel “Ayat-Ayat Cinta”nya, Habiburrahman El-Shirazy. Dalam sisi design cover pun, cukup menarik dan menggambarkan isi cerita novelnya.

Tokoh utama itu sendiri bernama Ipung, seorang anak kampung. Dan mungkin sedikit kampungan. Yang terbawa nasib baik untuk sekolah di sekolah favorite, SMA Budi Luhur, bahkan lebih dari itu, anak ceking dan terkesan acak-acakan ini masuk pula ke dalam kelas unggulan. Ya.. kelas unggulan, bukan kelas biasa. Sebuah gengsi tersendiri tentunya, bukan hanya bagi anak kampung seperti Ipung ini. Tapi benarkah prestasi ini didapat hanya karena nasib baiknya?

Karakter Ipung mampu menyihir pembacanya untuk diam-diam mengidolakan kehadiran remaja seperti ini. Apakah remaja seperti Ipung benar-benar ada? Seorang remaja yang dekat dan berbaur dengan kemiskinan. Seorang remaja yang bentuk fisiknya tidak terlalu menarik. Badan yang kurus ceking, wajah yang tidak cukup untuk dibilang ganteng, namun salah bila dibilang jelek, pas-pas-an lah. Tapi ternyata dibalik kemiskinan dan segala kekurangannya itu, Ipung tidak pernah merasa rendah diri, tidak pernah merasa minder untuk mengakuinya. Baginya tak ada beda, kaya atau miskin, ganteng atau jelek, yang ada adalah dia harus berjuang memberikan yang terbaik.

Aura inilah yang ternyata memberikan Ipung kekuatan untuk menyihir karakter-karakter lain dalam cerita ini untuk tidak mungkin bila tidak mengagumi Ipung. Tak terkecuali, gadis primadona SMA Budi Luhur tersebut, Paulin. Entah setan apa yang merasuki Paulin, hingga gadis secantik dia, punya orang tua kaya raya, mau-maunya mengejar si kerempeng Ipung habis-habisan. Tak hanya gadis primadona yang berhasil Ipung sihir, guru tergalak di SMA itu pun luluh dengan kecerdikan dan sikap polos nan tenang Ipung. Nama Ipung justru makin meroket, mengalahkan popularitas nama sekolah unggulan itu sendiri. Ipung masuk majalah remaja populer, lebih dari itu Ipung diterima menjadi reporter majalah MM. Dari kegiatan sebagai reporter inilah Ipung akhirnya bisa membiayai sekolahnya sendiri, bahkan mengirimkan wesel untuk orang tuanya.

Dan juga tak usah heran, bila akhirnya beberapa temannya ada yang merasa iri. Bahkan menghasut teman-teman yang lainnya untuk mempermalukan Ipung di depan umum. Tapi sekali lagi pembaca akan dibuat tersentak dan mungkin akan menitikkan air mata bangga ketika sang Ipung di tengah pengadilan massal, dipermalukan sejadi-jadinya di depan 200 atau 300-an siswa lainnya, diantara rasa marah, malu dan sedih, Ipung akhirnya mampu menguasai keadaan dan membuat lawan yang membencinya menjadi sayang, dan membuat kawan yang mengaguminya makin mencintai keberadaannya. Berikut kutipan kata-kata pembelaannya :

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

27 Agustus 2008 at 12:17 pm

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , ,

Head First Design Pattern

with 6 comments

Judul : Head First Design Pattern
Penulis : Eric Freeman & Elizabeth Freeman
Penerbit : O’REILLY
Tahun : 2004
Genre : Pemprograman
Tebal : 676 Halaman
ISBN : 0596-007-124

Sebagai sebuah bahasa Object Oriented Programming yang sudah sangat mapan dan matang, tak heran bila kemudian menurut sebuah lembaga survei, menobatkan JAVA sebagai bahasa pemprograman yang paling banyak digunakan oleh para programmer di seluruh dunia karena ketangguhannya tersebut. Dengan segala keluwesannya, setiap aplikasi yang dibangun dalam bahasa Java dapat digunakan pada banyak flatform, mulai dari perangkat komputer, kamera digital, Personal Desktop Assistant, mobil, printer, games, ATM, smart card, peralatan medis, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan bahasa pemprograman yang struktural, bahasa Object Oriented Programming bisa dikatakan lebih natural, dalam artian sesuai dengan cara alamiah kita berfikir. Walaupun demikian, tidak banyak lembaga-lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya untuk memahami secara utuh bahasa Object Oriented Programming ini. Malah lebih sering kita menyaksikan, peserta didik justru harus dijejali dulu dengan bahasa pemprograman yang stuktural. Sehingga hal ini memberikan kesulitan yang cukup berarti ketika hendak beralih ke bahasa full Object Oriented Programming seperti Java ini. Imbasnya adalah, tidak banyak buku-buku dalam negeri yang mengupas tentang Object Oriented Programming ini secara menyeluruh dan benar-benar sesuai kaidah Object Oriented.

Kembali ke buku yang dibahas!

Dalam dunia Rekayasa Perangkat Lunak kita mengenal istilah flowchart untuk alur aplikasi pada pemprograman struktural, sedangkan untuk Object Oriented Programming dikenal istilah Pattern. Design pattern merupakan sebuah solusi terhadap masalah pemrograman umum yang sering dihadapi dan sering berulang terjadi dalam membangun sebuah software aplikasi. Design Pattern memberi tahu kita bagaimana mendesain sebuah class dan bagaimana membuat interaksi yang terjadi antar class sehingga class yang kita bangun bisa lebih elegan dan reusable (dapat dipakai berulang-ulang).

Pada dasarnya ada banyak sekali jenis pattern. Mulai dari pattern untuk arsitektur, creational, behavior, games pattern, bahkan pattern untuk server handal. Design Pattern memungkinkan programmer-programmer baik yang sudah mahir maupun yang masih awam dapat langsung menggunakan sebuah design tanpa harus mendesain dari awal. Dan di dalam buku ini, tentunya tidak mencakup semua pattern tersebut, hanya diambil beberapa pattern yang paling sering ditemui kemudian buku ini membahasnya secara mendetail namun dengan bahasa yang mudah difahami. Pattern-pattern yang dibahas diantaranya :

  • Observer Pattern
  • Decorator Pattern
  • Factory Pattern
  • Singleton Pattern
  • Command Pattern
  • Adapter and Facade Patterns
  • Template Method Pattern
  • Iterator and Composite Patterns
  • State Pattern
  • Proxy Pattern
  • Compound Patterns

Buku Head First Design Pattern ini tergolong buku yang unik. Dalam buku ini dijelaskan pengetahuan-pengetahuan mendasar untuk membangun sebuah software aplikasi, tapi berbeda dengan buku-buku lain yang sejenis, buku ini lebih menarik karena disampaikan dalam bentuk cerita-cerita drama disertai dengan gambar-gambar yang menarik sehingga membuat kita tidak mudah jenuh, tapi justru sebaliknya lebih memudahkan pemahaman kita tentang sebuah konsep atau design pattern.

Tak hanya itu, dalam setiap ceritanya ada pula humor-humor segar yang disisipi. Pada halaman yang lain, pembaca pula akan disuguhi puzzle dan quiz untuk menguji seberapa banyak pembaca mampu memahami apa yang telah dijelaskan sebelumnya.

Overall, Head First Design Pattern ini sangat bagus untuk dijadikan buku pegangan untuk mendalami bahasa Java khususnya design pattern-nya. Belum ditemukan buku Design Pattern yang komplit, mendasar, dan menyenangkan seperti Head First Design Pattern ini. Pembaca akan diajak memahami seluk beluk Object Oriented Programming dan menjadikan kita mampu membuat kode yang lebih mapan, mudah ditelusuri, mudah dibaca dan dikembangkan, dan tentunya reusable. (insansains)

Written by Insan

25 Agustus 2008 at 4:54 pm

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , ,

The Spirit of Pluralism

with 8 comments

Judul : The Spirit of Pluralism;Menggali Nilai-Nilai Kehidupan, Mencapai Kearifan
Penulis : Adi Ekopriyono
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2005
Genre : Sosial Budaya
Tebal : 168 Halaman
ISBN : 978-979-20-7673-8

.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita tengah hidup di tanah dimana berkumpul orang-orang dari berbagai suku, berbagai ras, berbagai bahasa, pun tak luput dari berbagai agama. Di tengah kehidupan yang serba plural ini, tentu kita masih mengharapkan kehidupan bermasyakat yang tetap harmonis. Tapi apakah kehidupan masyakat yang harmonis ini akan dapat terjadi bila masing-masing kita menganggap hanya dirinyalah satu-satunya kebenaran?

Buku ini bukan ingin mengajarkan tentang pluralisme –faham yang menganggap semua aliran kepercayaan adalah sama, bukan pula buku yang secara frontal menolak keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menfatwakan keharaman pluralisme ini pada tanggal 29 Juni 2005 lalu. Bukan…! Sama sekali bukan mengarah ke sana. Akan tetapi isi buku ini lebih condong memaparkan sisi toleran dalam hal kemasyarakatan atau hubungan sosial yang seyogyanya bisa digali dan direalisasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

Buku karya Adi Ekopriyono ini berisi kumpulan essay-essay tentang nilai-nilai kemanusiaan (humanitas) yang sebagian di antaranya pernah dimuat di harian Suara Merdeka. Di dalam buku ini terdapat tiga puluh lima tulisannya yang dibagi ke dalam tiga bagian: Menemukan kebijaksanaan, Menggapai hati nurani, dan Menuju kedamaian jiwa. Buku ini banyak berbicara tentang kehidupan sosial di ranah Indonesia. Kadang berisi sindiran, kadang berisi penggalian makna sebuah peristiwa, kadang mengajak pembaca untuk bercermin diri.

Mengutip perkataannya seorang ulama muslim, “Ajaranku memang benar tapi mungkin ada salahnya. Dan ajaran orang lain salah, tapi mungkin ada benarnya.” Spirit inilah yang digali oleh penulis buku ini, dan dipaparkan secara menyejukkan di tengah mencuatnya konflik-konflik masyakarat yang selalu dikaitkan dengan agama dan berujung dengan diruncingkan menjadi konflik antar agama. Penulis mencoba menghidupkan kembali spirit toleran di tengah masyarakat yang plural. Dengan gaya bahasanya yang khas, mas Adi –panggilan akrab untuk si penulis– ini selalu menyisipkan ungkapan-ungkapan bahasa Jawa hampir dalam setiap tulisannya.

Overall, tulisan-tulisan dalam buku ini layak dibaca bagi siapa saja yang merindukan terciptanya kehidupan masyakarat Indonesia yang harmonis di tengah segala pluralitasnya. (insansains)

Written by Insan

21 Agustus 2008 at 8:38 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , ,

Restore Your Magnificence

with 12 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com

udul : Restore Your Magnificence;
Panduan Mengubah Hidup untuk Meraih Kembali Harga Diri
Penulis : Dr. Joe Rubino
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2004
Genre : Pengembangan Diri
Tebal : 205 Halaman
ISBN : 979-20-6019-7

.

Apakah harga diri itu? Harga diri adalah sebuah nilai yang menjadikan kita –manusia– mampu menjalani kehidupan sebagai makhluk sempurna dan mulia sebagaimana kodratnya ketika dilahirkan. Jika mengutip definisi harga diri dari seorang Psikoterapi terkenal, Nathaniel Branden, Ph.D., mengatakan “Harga diri adalah kecenderungan pengalaman diri sendiri sebagai orang yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dasar kehidupan dan pantas mendapatkan kebahagiaan”.

Mereka yang memiliki harga diri yang tinggi adalah mereka yang mampu mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri, mereka mampu memberi manfaat bagi diri sendiri serta bagi orang lain. Sayangnya pengalaman-pengalaman buruk, masalah-masalah hidup, perkataan-perkataan negatif, kesalahfahaman, lambat laun mengikis harga diri tersebut dan menjatuhkan kita pada jurang kehinaan. Tak ayal banyak orang menjadi egois, memupuk kekayaan sekalipun memelaratkan orang lain, bekerja hanya sekedar mendapat gaji tanpa memberi sumbangsih, atau merasa diri sebagai orang kecil, tak pernah bisa bahagia, selalu merasa tersakiti, merasa tak pantas dicintai dan apalagi mencintai.

Sudah cukup! Semua orang memang memiliki masalah, tapi bukan berarti dengan masalah itu kita menjadi orang yang tidak bahagia apalagi sampai merendahkan harga diri kita. Di antara pembaca mungkin ada yang ingat dengan perkataan salah seorang ulama muda Indonesia, KH. Abdullah Gymnastiar yang mengatakan, “Bukan masalah itu yang menjadi masalah. Namun yang menjadi masalah adalah cara kita dalam menghadapi masalah tersebut”. Nah, buku ini merupakan penjabaran langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menghadapi setiap permasalahan hidup dan mengembalikan kembali harga diri kita sebagai manusia yang memiliki kemuliaan akhlaq.

Dr. Joe Rubino memaparkan dengan sangat terstruktur panduan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Ada tiga tahapan besar yang penulis buku ini sampaikan:

  1. Menyelesaikan masalah masa lalu dan melihat sumber kemerosotan harga diri
  2. Menentukan nilai-nilai yang bisa meningkatkan harga diri kita
  3. Merancang visi dan tujuan masa depan untuk menjadi manusia yang terbaik

Dari bab ke bab pembaca diajak sang penulis untuk menerapkan langkah demi langkah memulai perjalanan kita menuju hidup yang bahagia dan bermanfaat bagi orang lain. Diakhir pembahasan tiap bab-nya selalu disisipkan latihan-latihan yang aplikatif sehingga memberi kesan buku ini bukan sekedar teoritis atau definitif semata.

Ada beberapa pembahasan yang sangat menarik dari buku ini dan selalu disinggung pada setiap bab-nya, yaitu tentang perbedaan fakta dan interpretasi. Dimana kadang-kadang kita menerima atau memberikan sebuah informasi yang dianggap sebagai sebuah fakta padahal telah menjadi pendapat sendiri (interpretasi). Kemampuan membedakan inilah yang kemudian diikuti dengan latihan pembentukan interpretasi positif yang dapat mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Di samping itu, buku ini menyertakan pula contoh-contoh kasus pengambilan interpretasi yang salah, namun umum diambil seseorang hingga menggambarkan akibat negatif yang ditimbulkan. Lalu dengan bijak disuguhkan pula solusi jika seandainya orang dalam tiap kasus tersebut mampu membangun interpretasi positif, maka akhirnya dapat memberikan nilai dan tindakan yang berbeda dan menghasilkan hasil akhir yang lebih bermakna.

Satu lagi yang tidak ketinggalan, pembaca akan dibantu untuk menyusun visi hidup yang menjadi motor penggerak setiap gerak langkah kita. Kemudian dibantu pula untuk menyusun tujuan hidup yang akhirnya terjewantahkan dalam komitmen harian yang harus diterapkan. Benar-benar buku yang terstruktur dan cocok dijadikan panduan untuk membangun kembali citra diri kita. (insansains)

Written by Insan

13 Agustus 2008 at 7:30 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , ,

Etiket Bisnis Jepang

with 6 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com

Judul : Etiket Bisnis Jepang
Penulis : Tim Pioneer
Penerbit : Pusat Pelatihan Pioneer Indonesia
Tahun : 2007
Genre : Bisnis
Tebal : 111 Halaman
ISBN : 979-26-9003-4

Sampai saat ini, kita masih berdecak kagum terhadap kehebatan bangsa Jepang untuk bangkit dari keterpurukan sejak peristiwa pembom-atoman Hiroshima dan Nagasaki. Segala infrastruktur, perekonomian dibangun kembali tidak lebih dari setengah abad. Dan tak hanya itu, kini bahkan Jepang menjadi salah satu kiblat teknologi dan management sumber daya manusia. Kalau kita mencoba menelisik rahasianya tentu kita akan menemukan sebuah kata yang telah menjadi sumber inspirasi dan kekuatan mereka, yaitu bushido.

Tak heran banyak orang yang ingin belajar bahkan bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang. Tapi tunggu dulu, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana berinteraksi dengan mitra kerja atau atasan orang Jepang? Jangan samakan dengan cara kita berhubungan dengan orang pribumi, karena dalam alam pikiran orang Jepang telah mendarah daging semangat bushido yang selalu membuatnya mengusahakan kesempurnaan dan kesungguh-sungguhan dalam segala hal.

Buku ini memaparkan secara ringkas namun tervisualisasi dengan baik perihal tata krama, etiket atau kebiasaan yang perlu dijaga ketika berinteraksi dengan atasan maupun mitra kerja di perusahaan Jepang. Disebut ringkas karena bahasanya tidak bertele-tele, langsung ke pokok kalimat. Dan disebut tervisualisasi dengan baik karena disampaikan dalam bentuk kartun, mirip seperti komik yang membantu kita memahaminya dengan memanfaatkan cara kerja otak kanan.

Buku yang diterbitkan oleh Pusat Pelatihan Pioneer Indonesia ini memuat beberapa etiket bisnis yang harus dijaga dan hal-hal yang dilarang dalam etiket bisnis Jepang, mulai dari :

  • Memperhatikan dan menyempurnakan penampilan baik bagi wanita maupun pria
  • Cara berjalan, duduk dan sikap tubuh saat memberi hormat
  • Tata krama ketika waktu kerja baik kepada atasan maupun teman kantor
  • Cara bersikap terhadap atasan, baik saat berpapasan, saat bertemu di tangga, atau saat mempersilahkannya masuk ruangan, atau saat berada dalam kendaraan yang sama
  • Tata cara menelpon dan menerima panggilan telepon
  • Cara mempersiapkan dan menghadiri pertemuan atau rapat
  • Cara menerima dan menjamu tamu maupun tata cara ketika bertamu
  • Sampai kepada etiket menghadiri undangan makan

Overall, buku ini praktis, menarik serta bisa dijadikan panduan serta dibaca dalam berbagai kesempatan. (insansains)

Written by Insan

12 Agustus 2008 at 5:50 pm

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , ,

Setan Angka; Sebuah Petualangan Matematika

with 3 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com dan www.forumsains.com

Judul : Setan Angka; Sebuah Petualangan Matematika
Penulis : Hans Magnus Enzensberger
Penerbit : TransMedia
Tahun : 2007
Genre : Novel Ilmiah
Tebal : 276 Halaman
ISBN : 979-757-181-5

Satu lagi buku yang mengenalkan dunia eksakta dengan jalan yang sangat menyenangkan dan menggugah selera baca. Buku ini seyogyanya memaparkan tentang ilmu Matematika yang njlimet, namun pembaca tidak akan sedikit pun menyadari bahwa dirinya tengah disihir oleh penulis piawai ini untuk memahami seluk beluk Matematika dari sudut pandang seorang anak kecil yang awalnya amat membenci matematika, lalu pada akhirnya menjadi seorang anak yang menguasai ilmu hitung tersebut. Bagaimanakah ceritanya?

Tersebutlah Robert, seorang anak kecil yang trauma terhadap guru Matematika yang menurutnya sangat menyebalkan dengan soal-soal kue pretzel-nya yang membingungkan. Robert kemudian menjadi muak dengan setiap angka-angka dan ilmu hitung. Tidak sedikit pun dia tertarik terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan angka-angka. Sampai suatu saat dia bertemu dengan sesosok makhluk dalam mimpinya yang mengaku sebagai “Setan Angka”. Sosok bermuka merah, berkumis panjang, sedikit berjanggut dan bertanduk dua itu mengaku menguasai seluruh angka. Tak heran bila pertama kali bertemu, Robert memasang wajah sinis pada Setan Angka.

Entahlah apa yang membuat Setan Angka selalu hadir dalam mimpi Robert tiap kali Robert memejamkan matanya. Dan tentunya bisa dibayangkan betapa jengkelnya Robert selain harus berhadapan dengan guru Matematika-nya yang menyebalkan di dunia nyata, kini setiap kali dia tertidur dia harus berhadapan dengan sosok yang justru menguasai angka-angka yang menyebalkan baginya. Namun, Setan Angka tak henti-hentinya mengajak Robert berbicara tentang angka-angka, mulai dari menunjukkan kemudahan angka 1, keajaiban angka 0, hingga angka-angka menyebalkan lainnya namun fantastis.

Kegigihan Setan Angka ternyata membuat Robert takjub dan menyimpan kekaguman tersendiri pada Setan Angka. Petualangan Setan Angka bersama Robert pun terus berlanjut dari satu mimpi ke mimpi lainnya, menguak misteri Matematika dengan cara menyenangkan. Kadang Setan Angka mengajak Robert ke pantai bermain dengan buah kelapa yang membentuk bilangan segitiga (berpangkat), kadang bermain dengan kelinci yang membentuk bilangan fibonacci, kadang menyusuri gua dan mencari tahu rahasia bilangan paling menggairahkan bagi Matematikawan, yaitu bilangan prima, dan banyak latar lain yang menarik namun terdapat konsep Matematika. Semua itu disuguhkan oleh Setan Angka kepada Robert.

Sejak saat itu Robert begitu menikmati diskusi Matematika dengan sang Setan Angka. Robert menjadi anak yang lebih senang berada di kamar setelah pulang sekolah dan mencoba memejamkan matanya untuk tertidur agar dapat bertemu dengan teman akrabnya, si Setan Angka –dibandingkan bermain bersama teman-teman seusianya. Sayangnya Setan Angka harus meninggalkan Robert di mana justru pada saat itu Robert makin merindukan pertemuan-pertemuan dengan Setan Angka yang mengajarinya pelajaran Matematika dengan lebih menyenangkan ketimbang guru Matematika-nya (Mr. Bockel).

Tanpa disadari Robert telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Ketika Mr. Bockel mengajukan pertanyaan kue pretzel yang membosankan kepada se-isi kelas, tanpa berpikir panjang ternyata Robert mampu memberikan jawaban yang sempurna dan membuat guru Matematika-nya itu terperangah. Benar-benar ajaib!

Buku ini sungguh cocok untuk segala umur. Sebagaimana sangat baik dibaca oleh mereka yang anti dan ketakutan terhadap Matematika maupun bagi mereka yang menyukai Matematika. Buku ini mirip seperti kisah Alice in Wonderland dalam hal latar yang dibawa, dan sedikit disinggung pula dengan kisah pada Flatland. Hanya dua kata untuk menggambarkan buku ini, “luar biasa”.

Tidak penasarankah Anda dengan pelajaran-pelajaran Setan Angka yang membuat Robert begitu terpesona dengan Matematika? Banyak hal mencengangkan tentang Matematika yang bisa ditemui dalam buku ini, tentunya tanpa harus mengutak-atik sedikit pun soal Matematika, sebab angka itu sendiri telah menyelesaikannya (insansains)

Written by Insan

9 Agustus 2008 at 12:06 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , , ,