Insan Sains Mati Meninggalkan…???
Gajah mati meninggalkan gading.
Harimau mati meninggalkan belang.
Kalau Insan Sains mati meninggalkan….??
Apa yang mau ditinggalkan oleh seorang Insan Sains buat peradaban ini?
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah catatan status teman baik saya di wall facebooknya,
“hidup adalah bagaimana kita bisa memberi sesuatu yang bisa berarti bagi hidup orang lain.. warisan yang tak tergantikan oleh seisi materi dunia.. warisan yang membuat hidup orang lain menjadi lebih berarti… pengalaman dan ilmu pengetahuan.. semoga suatu saat aku bisa meninggalkan itu bagi lingkunganku dan orang – orang yang ada disekitarku..” (Ali Rahman)
Penting gak sih kita berbicara dan memikirkan hal ini?
Gak penting! Kalau Anda tidak mengasihani hidup Anda.
Pertanyaan ini menjadi penting ketika kita meyakini bahwa hidup ini adalah soal berapa banyak yang dapat kita beri untuk orang, bukan berapa banyak yang kita peroleh dari orang.
Bagi saya, hidup adalah proses menanam benih.
Saya menjadi Programmer, yang jika mati saya meninggalkan program/software.
Saat ini program buatan saya masih dipakai oleh perusahaan dimana kemarin saya bekerja.
Saya menjadi Blogger, yang jika mati saya meninggalkan blog.
Saat ini sudah ada dua blog
Saya menjadi Writter, yang jika mati saya meninggalkan tulisan
Saat ini sudah dua buku dicetak.


Alhamdulilah ya senpai Insan sudah 2 buku yang tercetak amin, semoga bermanfaat. Senpai insan punya blog yang mengispirasi lha saya [?} bingung sendiri :LOL
Ari
3 Januari 2012 pada 9:19 am
…meninggalkan ilmu yang bermanfaat
ghani arasyid
15 Januari 2012 pada 12:01 pm
sementara saiyah masih belum bisa memberikan sesuatu yg bermanfaat kepada siapapun ketika maut menjemput…
kamu,insan..
sudah memiliki itu…
#hiks..makin sedih
harumhutan
22 Februari 2012 pada 5:50 pm
@ghani arasyid :
apa kabar??
lama tak membuka laman blogmu
** insan,numpang say hai yaaa
harumhutan
22 Februari 2012 pada 5:52 pm
@mbak Wiend:

hai jugaaaa mbak
kabar baik mbak, kangen nih sama blog-nya. kenapa di-private?
*maaf numpang juga akh Insan
ghani arasyid
23 Februari 2012 pada 12:44 am