. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Arsip untuk April 2011

Mencuri Untuk Negeri

dengan 2 komentar

Sekarang jaman internasional. Jepang pun tidak mungkin memajukan Jepang dengan tangan orang Jepang sendiri. Tidak mungkin! Jadi sebenarnya di Indonesia sekarang yang penting adalah harus ada orang yang pintar mencuri ilmu. Dan seperti tadi saya bilang, ilmu-ilmu seluruh dunia ada di Jepang. Sudah menjadi bahasa Jepang. Jadi orang yang mampu mencuri ilmu dari Jepang adalah orang yang dijamin pasti maju (Oku Nobuyuki)

Senang ada yang mengompori seperti ini. Selain menguasai bahasa Arab untuk memahami dengan benar sebuah ayat, saya ingin menguasai bahasa Jepang. Ingin menjadi “Pencuri”. Saya sangat kagum dengan mr. Oku-san, meskipun beliau lahir di Jepang, besar di Jepang, namun beliau mendedikasikan ilmu, pengalaman, dan ide-ide besarnya untuk kemajuan Indonesia.

Ditulis oleh Insan

25 April 2011 pada 8:01 pm

Ditulis dalam Motivasi

Dikaitkatakan dengan , , , ,

Pemberian Itu Untuk Dipakai Bukan Disimpan

dengan 5 komentar

Sambil menunggu lem dari project robot saya mengering, saya kirim sms, kemudian telp. Eh, gak ada jawaban. Ya sudah, kalau begitu menulis saja… :D

Kita tidak dapat memaksa orang yang kita hadiahi untuk selalu menggunakan hadiah dari kita, apalagi lebih mengutamakannya dibanding sesuatu yang sejenis lainnya. Kadang saya merasa saya telah memilih barang yang tidak tepat untuk diberikan, atau bisa jadi saya memberikan pada orang yang tidak tepat. Gondok rasanya bila kita mengetahui pada kenyataannya pemberian itu dianggap biasa-biasa saja, apalagi sampai tidak digunakan. Apakah ini terjadi pada saya saja? Entahlah…!! Tapi hal ini memberikan saya pelajaran berharga. Apa itu?

Jika hidup ini adalah pemberian. Mengapa tidak saya gunakan dengan baik?

Jika harta ini adalah pemberian. Mengapa tidak saya manfaatkan sesuai keinginan Sang Pemberi?

Jika akal pikiran ini adalah pemberian. Mengapa tidak saya gunakan setiap saat?

Nah, hal yang ketiga menarik untuk ditelaah. Akal pikiran. Menyambung seminar yang disampaikan oleh Mr. Oku-san. Beliau bilang begini : “Orang Jepang itu lebih dekat dan disayang Tuhan“. Dia tidak menyebutkan objek yang dibandingkannya. Beliau hanya bilang “Orang Jepang” namun tidak menyebutkan “dibanding orang titik-titik”. Tapi saya faham dan dapat membaca maksud beliau. Objek yang dibandingkan itu adalah “orang Indonesia”. Why? Karena yang dikasih seminar bukan orang Jepang, tapi orang Indonesia tulen. :)

Kenapa orang Jepang itu lebih dekat dan lebih disayang Tuhan. Beliau melanjutkan, “karena orang Jepang setiap saat menggunakan akal pikirannya“. Ughh… nonjok banget tuh. Fakta yang saat ini tidak bisa dibantah. Dimana-mana kalau kita menggunakan produk elektronik atau teknologi canggih lainnya, mulai dari motor, mobil, televisi, ac, dll pasti produksi Jepang. Dan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Bukankah produk-produk tersebut hasil akal pikiran? Dan yang lebih menakjubkan bukan hasil akhir karya tersebut, melainkan bagaimana cara orang Jepang menghasilkan produk-produk yang “menjajah” dunia tersebut.

 Dengan filosofi Kaizen, orang-orang Jepang selalu berfikir. Mohon dicamkan sekali lagi “selalu berfikir”. Ada kata “selalu” yang artinya dilakukan setiap saat, tidak pernah tidak. Mereka selalu berfikir :

- Bagaimana menghasilkan produk baru yang lebih bagus mutunya

- Bagaimana menghasilkan produk baru yang lebih murah harganya

- Bagaimana menghasilkan produk baru tanpa menambah biaya, tanpa menambah orang, dan tanpa menambah mesin

Kaizen telah mendarah daging dalam alam pikiran orang Jepang. Jika mereka telah menemukan sesuatu yang baru, sesuatu cara baru, mereka tidak lantas puas, karena mereka akan berpikir “adakah cara yang lain”. Mereka bahkan menyebut orang yang hari ini bekerjanya sama seperti hari kemarin, sama dengan orang gila. Persis seperti kata Einstein :

“Insanity is doing the same things over and over again. And expecting different results”.

Jadi Einstein bilang yang disebut orang gila itu yaitu orang yang melakukan hal yang sama terus menerus dan menginginkan hasil yang berbeda.

Yah, kata-kata Einstein ini cukup nendang. Silahkan menterjemahkan sendiri ke aktifitas sehari-hari kita. Jika keseharian kita masih sama, itu-itu terus namun ingin hasil yang lebih baik, lebih banyak, maka Einstein bilang orang itulah orang gila beneran. Saya tidak tahu betul apakah Einstein membaca Al-Quran dan Hadits, tapi setidaknya apa yang dia bilang sebagai orang gila persis seperti kalimat “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dialah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dialah orang rugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dialah orang yang bangkrut”. Kita selalu membuat pembenaran, “Emang bisa setiap hari lebih baik?”. Kita masih bertanya, tapi orang Jepang sudah membuktikannya dengan karya nyata, bahwa hal itu BISA.

Allah sudah memberi kita hadiah yang tidak dimiliki makhluk manapun. Akal Pikiran. Jadi gunakanlah setiap saat! Tong dianggurkeun (baca : jangan dibiarkan menganggur). Allah akan sayang bila pemberiannya selalu dijaga dan digunakan. Yuk, mulai sekarang sama-sama berterima kasih kepada Allah atas hadiah akal pikiran dengan cara menggunakannya setiap saat. Jika orang Jepang bisa, mengapa kita tidak?

Oke, nampaknya lemnya sudah cukup mengeras, saya harus melanjutkan lagi aktifitas saya. Bermalam minggu dengan akal pikiran.. :) Bagaimana dengan malam minggu Anda?

Ditulis oleh Insan

23 April 2011 pada 10:09 pm

Ditulis dalam Renungan

Dikaitkatakan dengan , , ,

HoRenSo

dengan satu komentar

Pernah dengar kata itu? “HORENSO”.

Not yet!

Sama kalau begitu. Saya juga baru tahu dan baru faham beberapa hari yang lalu. Gak faham-faham banget sie. :D Setidaknya tahu lebih dari sekedar translasinya yang berarti “bayam” hehehe… Jadi inget popai (tulis : popeye).  Saya termasuk salah satu orang yang beruntung dapat seminar langsung dari orang Jepangnya (Mr. Oku-san). Selain free of charge, juga makan dan ngemil gratis… hahahaha… (hussss… ketawanya kelebaran) :D

Katanya, satu diantara tiga kesuksesan Jepang adalah Horenso. Kalau boleh saya merangkum, jadi Horenso itu pada intinya berbicara tentang basic of communications. Bagaimana seharusnya setiap informasi itu kita sikapi.

Kali ini saya tidak akan panjang lebar dulu, saya telah merangkumnya dalam sebuah mind mapping dengan pola 3×3 supaya mudah diingat. Oke, selamat menelaah… (klik untuk memperbesar gambar)

Find an informations -> Share it immediately to more peoples


Ditulis oleh Insan

20 April 2011 pada 7:39 pm

Ditulis dalam Motivasi

Dikaitkatakan dengan , , , , , ,

Saatnya Menulis Lagi… ^_^

dengan 3 komentar

Sudah lama tidak beredar, dan tidak mengedarkan buah pikiran. Ini adalah sebuah cara yang benar. Cara yang paling benar untuk menghapus dalam sejarah kehidupan bahwa pernah lahir seseorang yang bernama “Insan Sains”.

Hari ini saya menemukan sebuah alasan mengapa saya harus kembali menulis. Saya ingin mengukir keabadian. Egois? Mungkin! Tapi terserah apa pendapat pembaca. Saya hanya tidak ingin menjadi orang yang wujuduhu ka adamihi, ada dan tiadanya tidak memiliki arti, hidup dan matinya gak ngaruh apa-apa.

Ditulis oleh Insan

16 April 2011 pada 2:23 am

Ditulis dalam Personal

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.