Berbahagialah Indonesia

(Gambar diambil dari Flickr : Dragonroy-Two boys laughing Indonesia-15Jul07)
Setelah membuka file-file lama, saya ternyata masih menyimpan catatan dialog bersama Syaikh Aidh Al-Qarni (penulis buku best seller, La Tahzan) secara langsung di Islamic Book Fair (4 Maret 2005), Senayan. Berikut kutipan taujih beliau :
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Ba’da tahmid wa shalawat
Saya merasa senang menginjakkan kaki di Indonesia. Karena disinilah surganya dunia. Ada dua bait syair yang ingin saya berikan. Perlu kalian ketahui bahwa di negeri kalian ini ada 3 kenikmatan. Kenikmatan pertama, air. Kedua, alam yang kaya.
*Beliau terdiam sejenak*
Ketiga, wajah yang cantik-cantik.
*Hadirin pun tergelak bersama Syaikh yang tersenyum ringan*
Dan saya ingatkan kepada kalian, bersyukurlah atas kenikmatan yang telah Allah limpahkan ini. Tidak ada satupun negara yang dikaruniai Allah dengan karunia yang sedemikian besarnya, selain negara kalian ini. Maka bersyukurlah. Janganlah kalian bersedih, kalian mendapatkan segala kenikmatan di sini. InsyaAllah, kalau saya kembali ke negara saya, dan berceramah ke negara-negara lain, maka akan saya katakan, La Tahzan, Janganlah kamu bersedih. Pergilah kamu ke Indonesia, maka kamu akan merasa senang dengan segala kenikmatannya.
Dan saya mohon kepada kalian, agar mengirimkan saya air, dan wajah-wajah yang cantik, setibanya saya di negara saya, karena ditempat kelahiran saya hanya ada tanah yang gersang. Setibanya saya di negara saya, akan saya ceritakan kepada semua orang, segala yang bagus-bagus pada mereka tentang kalian.
Kami sangat menghargai dan selalu memperhatikan kalian, terutama dalam aksi-aksi yang menyangkut permasalahan umat Islam. Terutama aksi kalian memprotes karikatur nabi Muhammad saw. Tidak ada negara yang memiliki potensi seperti kalian. Seperti kalian ketahui, bahwa kalian adalah umat Muslim terbesar, secara mutlak di seluruh dunia, dengan 200 juta umat muslim. Maka saya berpesan, hindarilah perpecahan, sehingga jika suatu saat Amerika dan sekutu-sekutunya menjelek-jelekkan Islam. Maka kami, dengan bangga akan berkata, “Di sana ada saudara-saudara kami yang jumlahnya ratusan juta, kami tidak akan takut dengan kalian. Cukup bagi kami memiliki Indonesia.”
*Bulu kudukku merinding mendengarnya*
Sampaikanlah kebenaran dengan cara yang baik, kalaupun ada perdebatan, maka berdebatlah dengan cara yang baik pula. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Kita bukan teroris. Teroris adalah mereka yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah, teroris adalah mereka yang membunuh anak-anak dan wanita.
Saya menyambut baik adanya Book Fair ini. Kalau sekiranya 1 juta orang saja, dari jumlah kalian yang 200 juta jiwa membaca buku La Tahzan, maka saya yakin Islam akan bangkit. Islam akan disegani. Maka saya pesankan kepada kalian, banyak-banyaklah membaca, baca buku apapun. Teknologi, kedokteran, filsafat, dll. Dan jadikan semua bermanfaat. Kami berharap, suatu saat kami tidak perlu lagi membeli mobil, membeli pesawat, dan yang lainnya dari Amerika, dan sekutu-sekutunya, tapi kami akan membeli semua itu dari kalian, Indonesia. Perlu kalian ketahui, saya telah menulis tafsir Al-Qur’an singkat, dan insyaAllah akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, khusus untuk kalian, maka saya berharap penerbit Qisty Press, dapat memberikan diskon khusus pada mereka semua agar dapat memiliki tafsir tersebut. Dan semoga tafsir tersebut bisa bermanfaat bagi kalian.
Saya juga berpesan, jika adzan sudah berkumandang, segeralah shalat, dan tinggalkanlah segala kesibukan kalian, tutuplah toko-toko kalian, tinggalkanlah pekerjaan kalian. Karena yang demikian itu adalah ciri mukmin yang sesungguhnya.
Saya pun menaruh rasa bangga kepada seluruh wanita-wanita kalian. Saya bangga karena sikap kalian yang baik, yang ramah, saya melihat wanita-wanita kalian ketika musim haji. Perasaan bangga ini, tidak hanya bagi wanita kalian yang sudah menutup kepala mereka dengan kerudung, tapi bagi mereka yang masih terbuka pun demikian. Mereka semua sangat sopan. Saya berharap, wanita yang masih terbuka dapat menutup kepala mereka kemudian hari.
Adapun mengenai musibah yang menimpa kalian silih berganti. Maka berbaik sangkalah kepada Allah, bisa jadi ini adalah ampunan dan kasih sayang Allah kepada kalian. Kita berharap mereka yang menjadi korban setiap musibah yang menimpa ini dikumpulkan di surga, karena surga lebih indah daripada Indonesia. Jangan kalian anggap ini sebagai adzab dari Allah, karena kalaulah ini adzab dari Allah, maka yang seharusnya mendapatkan adzab ini adalah Amerika dan Israel. Maka Berbahagialah. (Insan Sains)
Jakarta, 22 Syawal 1430H, 22:33 WIB

ceritanya sungguh bermakna buat ari senpai
ari juga sangat suka buku “La Tahzan” klo sedih baca itu ..
____________________________________________
ari
12 Oktober 2009 at 9:10 am
Kenikmatan yang terakhir itu lho yang Putri belum denger…
____________________________________________
syelviapoe3
12 Oktober 2009 at 2:12 pm
Yang ketiga, mas …
“wajah yang cantik-cantik”
he..he….
syelviapoe3
13 Oktober 2009 at 12:13 pm
jiaaaaaaaaahhhh..dia nda bilan9 klu ada disini ternyata [ ooT dulu ]
horeeeeeeeeeeeeeeee..insan n9eblo9 la9i..
welkambeeek ya sannn..**tenan9 sambutannya nda bakiak kok
**k0men besok ya buru2 neeh mu mluncur ke MQ na aA…
wi3nd
13 Oktober 2009 at 2:41 pm
halo,
… salam kenal yee
senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yg menarik
Agus Suhanto
14 Oktober 2009 at 8:42 am
** baLik la9iiii
iyah,ne pas ban9ed baru smalem dapet wawasan ini,den9an adanya bencana justru seharusnya memperkuat keyakinan kita pada san9 pen99en99am jiWa..
wah sayan9 ya,saat beliau dt9 aku nda tau,coz baru baca la_tahzan ju9a setun lalu,sampe sekaran9 belum selse2
coz dibacana pas la9i sedih hehe..
oran9 lain aah b9itu memuji indonesia ya?masa y9 oran9 indonesia sendiri,nda seeh jadi pen
well san,nice post,and keep blo9in9
wi3nd
14 Oktober 2009 at 9:23 am
Yang ini keren kang’..
Jdi mkin cinta indonesia karna ALLAH…
Hemmp..
Jdi tmbah smangadh nglahap buku…
Zhai
15 Oktober 2009 at 9:33 am
Subhanallah, bergetar hatiku membaca untaian kata itu
entah kapan terakhir kali aku mengucapkan kata itu.
tapi hari ini aku hanya ingin mengucap 3 baris kata untuk negeriku indonesia..
“I LOVE INDONESIA”
ahsinmuslim
17 Oktober 2009 at 2:47 pm
asammualaikummmmmm….
**kalemm..
yan9 punya rumah kemana ya
da lama neeh nda dihapdet hapdet??
sibuk pesbukan yaa? ato sibuk yan9 laen
*n9eluarin bakiak…
insaaannnnn..watchouttt..!!
eeiitss.bukan dilempar,mu dipake,wat nin99lain jejak
**sabtu sore diantara hujan dan petir ju9a an9in kencan9
nyampah diblo9na insan
*pulan9………
wi3nd
24 Oktober 2009 at 1:59 pm