. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Episode Cinta (Bag. 9) : Love is Beautiful

with 10 comments

Judul diatas bukan lahir dari luapan jiwa yang sedang berbunga-bunga. Bukan pula hadir dari jiwa yang sedang merasakan keindahan cinta. Bukan…! Baru saja saya membaca buku yang berjudul “Life is Beatiful” untuk yang ke sekian kalinya. Tak hanya itu, tiga hari sebelumnya saya juga telah menonton film yang berjudul “Life is Beautiful”. Kedua sumber inspirasi inilah yang kemudian membangkitkan keisengan saya untuk mempelesetkan judul tersebut menjadi “Love is Beautiful”. Cinta itu indah.

“Life is Beautiful” = “Love is Beautiful”

Jika disederhanakan (dengan mencoret kata yang sama), maka akan diperoleh :

“Life” = “Love”

Disederhanakan lagi (dengan mencoret huruf yang sama), maka akan menjadi :

“if” = “ov”

Jika “if” adalah kependekan dari “infinite”, dan “ov” adalah kependekan dari “overview”. Maka inilah cerita antara kehidupan (Life) dan cinta (Love) yang akhirnya menghadirkan keindahan (Beautiful). Mula-mula embun cinta bersemayam, menyejukkan, menentramkan, kemudian memetamorfosis jiwa. Menghadirkan kekuatan tak terbatas (infinite) untuk menciptakan kehidupan bahagia (beautiful) yang tak berbatas ruang dan waktu. Jiwa itu pun kini mampu memvisualisasi gambaran menyeluruh (overview) tentang kehidupan indah (beautiful) yang hendak dicapainya.

Begitulah peran cinta (Love) dalam kehidupan (Life). Senantiasa memberikan kekuatan bagi jiwa-jiwa pecinta. Sebuah kekuatan untuk mewujudkan taman hati yang dipenuhi keindahan (Beautiful), sehingga menciptakan surga sebelum surga yang sebenarnya.

Dalam film “Life is Beautiful” tersebut dikisahkan tentang penganiayaan para tahanan Nazi. Sebuah keluarga penuh cinta hadir disana. Sang suami dengan tampang biasa, sang istri yang cantik luar biasa, serta pangeran kecil mereka yang berumur 7 tahun. Tak pernah ada kebahagiaan di camp penganiayaan itu. Dan tak usah membayangkan kesenangan bisa dirasa disana.

Tapi cinta yang bersemayam dalam jiwa sang pemimpin keluarga itu telah memberi kekuatan yang tidak terbatas untuk menjadikan kehidupan mereka tetap bahagia. Penganiayaan fisik yang diterima sang suami tak menumpulkan cintanya untuk tetap mengundang simpul senyum sang istri yang juga dikuras tenaga. Kekejaman sang penguasa tak menyurutkan cinta sang ayah itu untuk tetap menghibur sang anak, dengan mengatakan bahwa mereka tengah berada dalam sebuah permainan besar untuk mendapatkan kebahagiaan dan hadiah yang sangat besar pula. Sebuah gambaran menyeluruh tentang akhir kehidupan bahagia yang ingin dicapai dengan cinta.

Itulah jiwa yang dipenuhi dengan cinta. Jiwa yang masih bisa memberi dalam keterbatasan, masih bersedia tersenyum dalam rintih tangisan, masih bersedia membahagiakan walau dalam kesedihan, masih mau mencintai walau teraniaya, masih berkenan mendoakan walau terdzalimi, masih bersedia menolong walau dalam kesempitan. Lain hal dengan jiwa-jiwa yang fakir cinta, menatap kondisi yang sama dengan merintih kesakitan, mengeluh kelaparan, menatap nanar siksaan demi siksaan. Sungguh tak ada kebahagiaan pada jiwa yang fakir cinta.

Film itu telah menggugah naluri kepemimpinan saya. Hingga timbul satu pertanyaan mendasar, “Siapkah jiwa kita diisi dengan cinta?” Menyemayamkan embun cinta dalam jiwa. Mengejewantahkan satu-satunya hakikat mencintai, yaitu memberi. Memberikan segala kebahagiaan kepada orang yang dicintai. Raga boleh ditelan bumi, tapi mudah-mudahan cinta karena Zat yang mengkaruniakan cinta mengantarkan kita pada kehidupan abadi penuh keindahan. (Insan Sains)

Jakarta, 27 Desember 2008, 20:33 WIB

Next Episode : ……

Written by Insan

27 Desember 2008 pada 9:09 pm

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. pertamax lagi kah…?

    hehehe…, belum pernah nonton kang… :(
    ga mudik kang…?

    jiwa diisi dengan cinta,
    menampung tetes embun cinta
    guna menyiram pohon cinta
    maka tumbuhlah bunga cinta… :)

    [ehem..., ehem..., jadi main ke tempat saya nda kang..? skalian bawa *nd*ng*n kah...? ;) ]

    -gbaiq-
    [senyum] :)
    === === ===
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ undangan?
    Mau saya kasih undangan apa? undangan sunatan ponakan saya mau? hehe…
    Saya coba re-schedule tanggal silaturahim kita ya.. Nanti saya kabari

    gbaiquni

    27 Desember 2008 at 9:24 pm

  2. Filosofi cinta yang menarik..
    Bagi saya sendiri, cinta itu masih belum terdefinisikan. :)

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Cinta memang tidak perlu definisi, tapi perlu pembuktian

    Haris Suryanegara

    27 Desember 2008 at 9:58 pm

  3. Saya belum pernah nonton film ini.. bagus ya?? jadi pengen nonton.. :D
    Memaknai hidup ini dengan cinta ;)

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Pokoknya bagus deh ini film. Dapet Academy Award

    sweetstrawberry

    28 Desember 2008 at 10:00 am

  4. Bukunya karangan siapa senpai??? jadi ingin baca juga :)

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Arvan Pradiansyah (kalo gak salah)

    ari

    28 Desember 2008 at 10:17 am

  5. Cinta memang indah ya mass… tapi terkadang pahit… (walah?!) salm kenal… ;)

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ makanya kalo lagi lihat pemandangan jangan sambil makan bratawali… :D

    airlangga89

    28 Desember 2008 at 2:39 pm

  6. Oh buku toh, kirain tentang saya … GR banget sih De !
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Gubraks….
    ya udah pilih aja deh De, mau :
    1. Rindu is Beautiful, atau
    2. Love is Rindu… :D

    Rindu

    28 Desember 2008 at 10:13 pm

  7. Saya mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1430 H ,semoga hari ini dan hari esok akan lebih baik dan terlebih baik lagi,agar kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,bukankah itu tujuan Allah menciptakan kita,untuk menjadi Rahmatan lil alamin

    Amiinn….

    Seperti buku yang bisa menjadi Rahmat bagi pembacanya

    Salam Damai penuh cinta di dalam Rahmat dan Ridho_Nya
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ amin…
    doa yang singkat namun sarat

    mujahidahwanita

    29 Desember 2008 at 4:41 am

  8. aku masih mencari2 cinta..
    semoga tahun ini kutemukan cinta sejati itu…
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ amin…
    cinta itu memberi, bukan mencari.. hehehe.. :D

    easy

    30 Desember 2008 at 8:09 am

  9. Kisah yang mengharukan memang…Sayang gak sempat nonton sampai habis…

    LiFe is (truly) beautiful

    *masih mencari cinta, mas ? :lol:

    syelviapoe3

    30 Desember 2008 at 10:14 pm

  10. its so touchi movie san..
    anD one of my favo movie..:)

    sejatina meman9 be9itu hidup diisi den9an cinta yan9 tulUs tanPa pamRih dan tanpa lelah memberi,niscaya kedamaian ada disanah..[hopefully kita semua bisa merealisasikannya,amien..]

    wi3nd

    6 Januari 2009 at 11:11 am


Tinggalkan Balasan