Episode Cinta (Bag. 7) : Garam, Simbol Kesempurnaan Cinta
Pada setiap jiwa yang dipenuhi cinta, tertanam hasrat untuk menemukan belahan cintanya. Sebuah sunnatullah yang tintanya telah mengering. Yang tidak mungkin dibantah gelengan kepala, ataupun ucapan “tidak”. Sunnatullah inilah yang menghidupkan jiwa-jiwa pecinta. Menggelorakan semangat pencarian cinta yang disembunyikan tangan kanan takdir yang bernama, waktu. Terus menggelora, hingga cinta yang dibawa tak hanya sekedar menepuk angin. Melainkan cinta yang berbalas cinta. Memeluk rindu yang telah Allah janjikan.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” (QS. Adz-Dzariat, 51:49)
“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan” (QS. 53:45)
“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan” (QS. An-Naba, 78:8)
Namun bukan cinta namanya jika belum datang ujian yang ingin menumbangkan. Salah satu ujian diantara ujian-ujian cinta adalah masalah kesetaraan. Syetan senantiasa menghembuskan keragu-raguan dalam hati para pecinta. Mulai dari meragukan yang dicinta hingga meragukan jiwa pencari cinta itu sendiri. Merasa berjiwa kerdil, merasa tak pantas mendampingi, merasa minder, merasa tak pernah bisa sempurna.
Jika ujian ini yang sedang kita hadapi. Maka ingatlah bagaimana garam (NaCl) menyempurnakan cintanya. Natrium (Na) bukanlah unsur kimia yang dapat berdiri sendiri. Begitu pula dengan Klorida (Cl). Mereka membutuhkan pasangan untuk membuat kehadiran mereka diyakini dan memberi manfaat. Ketika masih sendiri, Klorida (Cl) termasuk unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh. Biasanya berbentuk asam (HCl). Demikian pula dengan Natrium Karbonat, walaupun tidak sebahaya HCl.
Keduanya sama-sama memiliki sisi “negatif”. Namun begitu mereka berdua dengan ikhlas menerima setiap kekurangan dan ketidaksempurnaan, dan kejernihan air diundang untuk menyaksikan ikatan cinta mereka. Maka saat itulah kuncup cinta itu mekar menjadi bunga cinta yang indah sempurna. Terciptalah kristal-kristal garam yang telah kehilangan sifat-sifat “negatif” dari Natrium maupun Klorida yang menyusunnya. Yang tertinggal hanyalah sisi “positif” yang memberikan manfaat.
Itulah kesempurnaan cinta yang dibangun dari dua jiwa yang tidak sempurna. Menghasilkan jiwa baru yang saling genap-menggenapi, saling tumbuh-menumbuhkan, saling menyempurnakan maha karya kehidupan yang dititipkan sang Khaliq.
Kesempurnaan cinta garam ini senada dengan senandungnya Rumi :
Tak ubahnya langit dan bumi dikaruniai kecerdasan
karena mereka melaksanakan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan.
Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan
mengapa mereka bersanding layaknya sepasang kekasih?
Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat pada laki-laki dan perempuan
sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka
Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya
Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka
Jangan berhenti mencintai hanya karena ketidaksempurnaan diri. Senantiasalah meluruskan niat, bulatkanlah tekad, halalkanlah cinta jiwa ini dengan ikatan cinta jiwa yang mengharap cintaNya. Jagalah cintanya, hingga rindu ini senantiasa bersemayam dalam jiwa. Rindu akan perjumpaan dengan Rabb-mu.
Selamat meng-garam-kan cintamu. (Insan Sains)
Jakarta, 22 Desember 2008, 23:11 WIB
Next episode : ….

Cap pertamax dulu ah…
)…
Ehemmm… ehmmm… (awas keselek lagi), seperti menangkap bayang tersirat namun nampak jelas ^_^
(Afwan lho San
Kapan ya undangan bakalan datang ke rumah saya
*menunggu*
____________________________________________
sweetstrawberry
23 Desember 2008 at 6:33 am
apa benar petai menyababkan pusing?
dengan siapa lagi aku bertanya….wahai para blogger mania
i love you all bibe…
____________________________________________
tukyman
23 Desember 2008 at 9:45 am
subhanalloh..
insan mena9 mantabb neeh..
men9korelasikan c!Nta saMa 9aRam..
top,saluuuttt..
*kerjapkerjabmata*
tap! aku nDa suka as!n san..:)
____________________________________________
wi3nd
23 Desember 2008 at 4:06 pm
bertanya-tanya klo cinta dicampur garam jadi apa ya :XD
____________________________________________
ari
23 Desember 2008 at 4:16 pm
cricket! mantabz tuh perumpamaannya!
kerentz bro…
____________________________________________
bayu200687
23 Desember 2008 at 4:34 pm
semoga qt menemukan cinta sejati yang bisa menyempurnakan diri kita yang tak sempurna ini amiinn…
____________________________________________
Ly
23 Desember 2008 at 5:09 pm
Sahabat
Postingan yg hebat
Makasih y
Maaf daku jarang OL
____________________________________________
achoey
23 Desember 2008 at 6:15 pm
Segala sesuatu tanpa garam, jadi hambar terasa,. Hidup tanpa garam jadi hambar…
____________________________________________
Daiichi
23 Desember 2008 at 8:31 pm
Maaf yah San jika aku salah menafsirkan tulisan-mu

Insya Allah kita memang harus slalu mengingatkan.. bila ada tulisanku yg jg butuh pengkoreksian, mohon diingatkan…
____________________________________________
sweetstrawberry
24 Desember 2008 at 10:11 am
nda ju9a san..
kan da manis diriQ* dipentun9 sepatu ma insan heheh
yan9 PAS aJah nda manis,nDa asin,ban9 insan bun9kus satu ya,9ado9adoNa..jan9an lupa krupukna yan9 banyak hehehehheh…
*siuLsiuL..:)
____________________________________________
wi3nd
24 Desember 2008 at 3:47 pm
Bukan hanya NaCl…ada juga jenis garam yang lain CH3COONa…yang satunya ion negatif (asam lemah) dan yang satunya ion positif …
Menggaramkan cinta ato mengkristalkan cinta ? [he..he..]
____________________________________________
syelviapoe3
26 Desember 2008 at 11:34 am
garam NaCl..? kalo garam K2SO4 gimana…?
setuju sama putri tuh…,
mengaramkan cinta atau mengkristalkan cinta?
kalo H2O gimana…? H+ dan 02-…?
hehehe…, ini pelajaran cinta atau pelajaran kimia sih..?
-gbaiq-
[senyum]
=== === ===
____________________________________________
gbaiquni
27 Desember 2008 at 9:36 pm