. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Episode Cinta (Bag. 7) : Garam, Simbol Kesempurnaan Cinta

with 12 comments

Pada setiap jiwa yang dipenuhi cinta, tertanam hasrat untuk menemukan belahan cintanya. Sebuah sunnatullah yang tintanya telah mengering. Yang tidak mungkin dibantah gelengan kepala, ataupun ucapan “tidak”. Sunnatullah inilah yang menghidupkan jiwa-jiwa pecinta. Menggelorakan semangat pencarian cinta yang disembunyikan tangan kanan takdir yang bernama, waktu. Terus menggelora, hingga cinta yang dibawa tak hanya sekedar menepuk angin. Melainkan cinta yang berbalas cinta. Memeluk rindu yang telah Allah janjikan.

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” (QS. Adz-Dzariat, 51:49)

Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan” (QS. 53:45)

Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan” (QS. An-Naba, 78:8)

Namun bukan cinta namanya jika belum datang ujian yang ingin menumbangkan. Salah satu ujian diantara ujian-ujian cinta adalah masalah kesetaraan. Syetan senantiasa menghembuskan keragu-raguan dalam hati para pecinta. Mulai dari meragukan yang dicinta hingga meragukan jiwa pencari cinta itu sendiri. Merasa berjiwa kerdil, merasa tak pantas mendampingi, merasa minder, merasa tak pernah bisa sempurna.

Jika ujian ini yang sedang kita hadapi. Maka ingatlah bagaimana garam (NaCl) menyempurnakan cintanya. Natrium (Na) bukanlah unsur kimia yang dapat berdiri sendiri. Begitu pula dengan Klorida (Cl). Mereka membutuhkan pasangan untuk membuat kehadiran mereka diyakini dan memberi manfaat. Ketika masih sendiri, Klorida (Cl) termasuk unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh. Biasanya berbentuk asam (HCl). Demikian pula dengan Natrium Karbonat, walaupun tidak sebahaya HCl.

Keduanya sama-sama memiliki sisi “negatif”. Namun begitu mereka berdua dengan ikhlas menerima setiap kekurangan dan ketidaksempurnaan, dan kejernihan air diundang untuk menyaksikan ikatan cinta mereka. Maka saat itulah kuncup cinta itu mekar menjadi bunga cinta yang indah sempurna. Terciptalah kristal-kristal garam yang telah kehilangan sifat-sifat “negatif” dari Natrium maupun Klorida yang menyusunnya. Yang tertinggal hanyalah sisi “positif” yang memberikan manfaat.

Itulah kesempurnaan cinta yang dibangun dari dua jiwa yang tidak sempurna. Menghasilkan jiwa baru yang saling genap-menggenapi, saling tumbuh-menumbuhkan, saling menyempurnakan maha karya kehidupan yang dititipkan sang Khaliq.

Kesempurnaan cinta garam ini senada dengan senandungnya Rumi :
Tak ubahnya langit dan bumi dikaruniai kecerdasan
karena mereka melaksanakan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan.

Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan
mengapa mereka bersanding layaknya sepasang kekasih?

Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat pada laki-laki dan perempuan
sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka

Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya
Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka

Jangan berhenti mencintai hanya karena ketidaksempurnaan diri. Senantiasalah meluruskan niat, bulatkanlah tekad, halalkanlah cinta jiwa ini dengan ikatan cinta jiwa yang mengharap cintaNya. Jagalah cintanya, hingga rindu ini senantiasa bersemayam dalam jiwa. Rindu akan perjumpaan dengan Rabb-mu.

Selamat meng-garam-kan cintamu. (Insan Sains)

Jakarta, 22 Desember 2008, 23:11 WIB

Next episode : ….

Written by Insan

22 Desember 2008 pada 11:45 pm

Ditulis dalam Episode Cinta

Ditandai dengan , , , , , , ,

12 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cap pertamax dulu ah… :mrgreen:
    Ehemmm… ehmmm… (awas keselek lagi), seperti menangkap bayang tersirat namun nampak jelas ^_^
    (Afwan lho San :P )…

    Kapan ya undangan bakalan datang ke rumah saya :roll: *menunggu*
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Wadoogh… ada kalimat yang salah ya? Kok nyambungnya jadi ke undangan? Mohon diingatkan jika ada kalimat saya yang dapat menimbulkan fitnah. Saya telah berusaha membuat tulisan ini tetap netral, dan mencoba menguak tabir hikmah yang Allah berikan di alam ini. Namun karena kejahilan saya, tentulah kesalahan itu akan muncul. Bukan hanya satu-dua kali tentunya.

    Yang jelas segala yang benar dalam sebuah tulisan saya ini, adalah hak Allah untuk mendapat pujian. Adapun yang salah, adalah murni karena nafsu dan kekurangan yang ada pada diri saya.

    Sekali lagi, mohon ingatkan saya untuk tetap berada di jalan yang lurus. Tidak usah sungkan jika ingin mengoreksi saya. Saya dengan senang hati akan menerimanya.

    sweetstrawberry

    23 Desember 2008 at 6:33 am

  2. apa benar petai menyababkan pusing?
    dengan siapa lagi aku bertanya….wahai para blogger mania :)
    i love you all bibe…
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ belum pernah nyoba, dan tidak akan pernah mencoba. :D
    Mungkin yang lain bisa membantu…!

    tukyman

    23 Desember 2008 at 9:45 am

  3. subhanalloh..
    insan mena9 mantabb neeh..
    men9korelasikan c!Nta saMa 9aRam..
    top,saluuuttt..
    *kerjapkerjabmata*

    tap! aku nDa suka as!n san..:)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Oooh… Wi3nd(ce) gak suka yang asin ya. Berarti nanti kalo makan-makan, mesti yang manis-manis dong?

    wi3nd

    23 Desember 2008 at 4:06 pm

  4. bertanya-tanya klo cinta dicampur garam jadi apa ya :XD
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Cinta yang sudah banyak makan asam garam, berarti cinta yang kadar cintanya telah teruji oleh waktu sehingga berbuah pengalaman.

    *sotoy mode on* asal jawab… :D

    ari

    23 Desember 2008 at 4:16 pm

  5. cricket! mantabz tuh perumpamaannya!
    kerentz bro…
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Alhamdulillah. terima kasih

    bayu200687

    23 Desember 2008 at 4:34 pm

  6. :) semoga… hhmm… semoga apa yaacchh… ??? huehue
    semoga qt menemukan cinta sejati yang bisa menyempurnakan diri kita yang tak sempurna ini amiinn… :)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ kita? :D

    Eh.. iya deng… kita. Mudah-mudahan Allah ridha dengan apa yang tiap langkah kita tuju untuk meraih ridhaNya.

    Note : takut ada yang salah faham. maksud kata :
    kita = seluruh manusia

    Ly

    23 Desember 2008 at 5:09 pm

  7. Sahabat
    Postingan yg hebat
    Makasih y

    Maaf daku jarang OL :)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Aku juga baru beberapa hari ini online lagi. Maaf belum berkunjung ke rumahmu.

    achoey

    23 Desember 2008 at 6:15 pm

  8. Segala sesuatu tanpa garam, jadi hambar terasa,. Hidup tanpa garam jadi hambar…
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ kalo kebanyakan gimana? :D

    Daiichi

    23 Desember 2008 at 8:31 pm

  9. Maaf yah San jika aku salah menafsirkan tulisan-mu :(
    Insya Allah kita memang harus slalu mengingatkan.. bila ada tulisanku yg jg butuh pengkoreksian, mohon diingatkan… ;)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ siap…!! :)

    sweetstrawberry

    24 Desember 2008 at 10:11 am

  10. nda ju9a san..
    kan da manis diriQ* dipentun9 sepatu ma insan heheh

    yan9 PAS aJah nda manis,nDa asin,ban9 insan bun9kus satu ya,9ado9adoNa..jan9an lupa krupukna yan9 banyak hehehehheh…

    *siuLsiuL..:)

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ jadi kayak tukang gado-gado…!!!
    Ni anak kadang bikin seneng, kadang bikin kesel juga nih. Pentung juga ahggg…!! :D

    Aduh… gak maksud keras-keras loh Wi3nd.. maaf ya.. kalo sampe benjol..

    wi3nd

    24 Desember 2008 at 3:47 pm

  11. Bukan hanya NaCl…ada juga jenis garam yang lain CH3COONa…yang satunya ion negatif (asam lemah) dan yang satunya ion positif …

    Menggaramkan cinta ato mengkristalkan cinta ? [he..he..]
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Wah.. ahli kimia datang. Eh.. Teknik Kimia tepatnya.
    Bener juga ya, kata “mengkristalkan” lebih tepat dibandingkan “menggaramkan”. Makasih masukannya Put

    syelviapoe3

    26 Desember 2008 at 11:34 am

  12. garam NaCl..? kalo garam K2SO4 gimana…?

    setuju sama putri tuh…,
    mengaramkan cinta atau mengkristalkan cinta?

    kalo H2O gimana…? H+ dan 02-…?

    hehehe…, ini pelajaran cinta atau pelajaran kimia sih..?

    -gbaiq-
    [senyum] :)
    === === ===
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Iya nih..
    Nampaknya Putri dan mas Ganjar benar. Lebih tepat kalo dibilang “mengkristalkan” dibandingkan “menggaramkan”. Karena unsur yang telah membentuk senyawa kristal, maka lebih berkualitas

    gbaiquni

    27 Desember 2008 at 9:36 pm


Tinggalkan Balasan