Episode Cinta (Bag. 5) : Meminang Ketidaksempurnaan Rembulan
Kita hidup di penghujung jaman. Saat segala kesempurnaan telah diberikan habis pada orang-orang pilihan. Kesempurnaan kecantikan telah diberikan habis pada Sarah (istri nabi Ibrahim). Kesempurnaan ketampanan telah diberikan habis pada nabi Yusuf. Kesempurnaan akhlaq telah diberikan habis pada nabi Muhammad. Kesempurnaan iman telah diberikan habis pada nabi Ibrahim. Kesempurnaan kelembutan hati telah diberikan habis pada Aisyah. Kesempurnaan kekayaan telah diberikan habis pada nabi Sulaiman.
Segala kesempurnaan tersebut telah direguk habis oleh manusia-manusia pilihan Allah. Maka dari itu, tak mungkin ada seorang gadis yang menolak pria semisal nabi Yusuf, yang selain pria paling tampan di dunia juga memiliki kekuatan iman yang luar biasa. Dan tak mungkin pula ada seorang pria akan menyia-nyiakan gadis semisal Aisyah yang selain diberikan wajah yang cantik, umur yang muda, memiliki kelembutan hati yang luar biasa, juga ketawakalan yang tak perlu diragukan lagi.
Sayangnya, segala kesempurnaan itu telah habis terbagi pada mereka. Itulah yang menjadikan masalah cinta kita selalu klasik. Pilihan-pilihannya menjadi rumit. Ada pria tampan, tapi sayang agamanya lemah. Tapi ada pula pria shaleh, tapi wajahnya gagal untuk disebut tampan. Begitu pula dengan perempuan. Ada perempuan cantik, tapi sayang tampilan dan perilakunya tidak islami. Ada pula perempuan yang shalehah, tapi lagi-lagi wajahnya tidak begitu menarik. Ada si kaya, namun sayang miskin iman. Sebaliknya, ada si miskin, tapi taat bukan main.
Segala pesona yang kita miliki selalu pincang. Padahal untuk dapat berlari, kita membutuhkan dua kaki untuk melangkah. Inilah persoalan cinta kita. Kita selalu mengharap kesempurnaan pada orang yang ingin kita cintai padahal segala kesempurnaan telah direguk habis oleh manusia-manusia pilihan. Yang tersisa tinggallah cacat dan ketidaksempurnaan yang melekat pada diri kita.
Namun apakah karena ketidaksempurnaan itu lantas jiwa ini tak pantas mencintai dan dicintai?
Sejenak kita mengunjungi rembulan di malam hari. Lebih dekat.. Lebih dekat… Hingga kita dapat menginjakkan kaki padanya. Banyak lubang dimana-mana. Permukaan yang sama sekali tidak mulus dan rata. Sungguh pemandangan yang tak pernah membuat mata betah lekat-lekat memandangnya. Inilah ketidaksempurnaan rembulan. Namun saat kita kembali menginjakkan kaki di bumi. Betapa disini, kita dapat melihat cahaya putih menawan sang rembulan. Indah menyemburat. Menghiasi langit saat kelam.
* * *
Temuilah Tuhanmu. Kuatkan azzammu. Pinanglah ketidaksempurnaan rembulan. Jadikan pesona jiwa menjadi pilihan. Terimalah ketidaksempurnaan lahirnya. Niscaya celupan Allah akan menjadikan indah menawan pada kanvas ketidaksempurnaan itu, dengan kuas cinta yang diusung karena mengharap pertemuan denganNya.
Pesona jiwa akan selalu memberikan getaran rindu bagi si pecinta. Dengan getaran rindu inilah, cahaya cinta bisa terawat tanpa berbatas waktu dan usia. Namun jika pilihannya adalah pesona lahiriah (kecantikan, ketampanan, kekayaan) maka tunggulah hingga pesona tersebut sirna, kecantikan itu mengkerut, ketampanan itu memudar, kekayaan itu habis terkuras. Dan saat itulah, cinta yang didasarkan pada pesona yang akan sirna, maka cinta pasti habis tak bersisa.
Selamat meminang ketidaksempurnaan rembulan
Atau hanya bermimpi membayangkan indahnya rembulan.. (Insan Sains)
Jakarta, 19 Desember 2008, 10:42 WIB
Next episode : …..

Pertamax, hore.. :lebaydotcom:

Yah, marilah meminang ketidaksempurnaan itu. Karena tidak ada yg sempurna di dunia ini.. semua pasti ada kelebihan dan kekurangan. Dan pasangan jiwa kita biasanya saling melengkapi satu sama lain. Sifatku begini, sifatmu begitu.. berkebalikan tp saling mengisi.. :sotoy ni saya, padahal belum pernah merit:
Cintailah yg tak sempurna itu dg cara yg sesempurna mungkin
dengan selalu berpijak pd sunnatullah tentunya..
____________________________________________
sweetstrawberry
20 Desember 2008 at 9:44 pm
hiks…..hiks…..belum bisa pertamax, soalnya masih mahal hehehehehe, yang kedua cukup baelah ^_^, bingung mau comment apa lagi T_T(lg sedih) hiks……hiks….tapi terhibur dengan tulisan senpai insan ^^
____________________________________________
ari
20 Desember 2008 at 11:42 pm
duh serius ya?
____________________________________________
soewoeng
21 Desember 2008 at 12:27 am
kalo gituh guwe yg ketigaxxx
missi, numpang lewat doang.
(
kesian dah guwe.
malem minggu malah blogwalking…
bukannya walking walking ajah ama temen temen
http://nyurian.wordpress.com
____________________________________________
nyurian
21 Desember 2008 at 12:43 am
jah, awaiting moderation.
belon tentu yg ketiga daahhh…
____________________________________________
nyurian
21 Desember 2008 at 12:44 am
ya..ya..ya..
Semua org ingin menjadi atau terlihat SEMPURNA. Tapi menjadi SEMPURNA itu melelahkan!! Hanya dg bersyukur atas apa yg telah dianugerahkan-Nya pd diri qt lah, qt bisa mencapai kesempurnaan.
Cinta itu bkn menyayangi org yg sempurna, tp cinta itu adalah menyayangi org yg tak sempurna dg cara yg sempurna.
Or, if u can’t love the one u love…love the one u have.
____________________________________________
yodama
21 Desember 2008 at 7:41 am
Saya bukan perempuan yang sempurna … tapi saya berusaha mencintai dengan cara cara yang sempurna menurut ALLAH bukan menurut saya
____________________________________________
Rindu
21 Desember 2008 at 8:14 am
Aku masih mencari-Nya.
dan aku belum menemukan-Nya.
____________________________________________
rahmawati
21 Desember 2008 at 10:56 am
“Sayangnya, segala kesempurnaan itu telah habis terbagi pada mereka.”
tetapi saya berusaha dengan segala kesempurnaan itu agar melakukan “bagimu amalmu, bagiku amalku”
dengan cara2 yang sempurna menurut ALLAH bukan menurut saya
Terima kasih telah mengunjungi blog saya
“Ya Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”
Salam,
Basir
Brainmatics Cipta Informatika
http://Brainmatics.Com
Tlp. +62-21-83793383
Fax. +62-21-83793384
My Blog : Guidelife.wordpress.com
Yahoo!ID : basir_edu
____________________________________________
guidelife
21 Desember 2008 at 11:21 am
berusah untuk meraih impian itu…..setidaknya
____________________________________________
omiyan
21 Desember 2008 at 11:26 am
inilah hidup
ada tanggapan murid saya dulu
“kalau mo hidup di surga
ya jangan di dunia”….
Terima kasih telah mengunjungi blog saya
“Ya Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”
Salam,
Basir
Brainmatics Cipta Informatika
http://Brainmatics.Com
Tlp. +62-21-83793383
Fax. +62-21-83793384
My Blog : Guidelife.wordpress.com
Yahoo!ID : basir_edu
____________________________________________
guidelife
21 Desember 2008 at 11:30 am
Dalam ketidaksempurnaan selalu ter-tanam ke’unik’an *jika boleh menyebutnya demikian*
Dan bukankah kita hendaknya menyadari segala ke’minus’an selalu diiringi ke’postif’an
____________________________________________
syelviapoe3
21 Desember 2008 at 4:42 pm
salam kenal dari bogor
____________________________________________
uki21
21 Desember 2008 at 4:55 pm
InsyaAllah minggu ini aku akan meminang bintang
yang terus membantuku untuk terus menemukan jalan pulang
aku sadar aku penuh kekurangan
karnanya aku ihklaskan diri dalam pernikahan
yang terajut karna kami memliki satu kesamaan
ingin meraih cinta Kekasih tertinggi kami
Rabb Pemilik hati
cintailah orang yang mencintai pemilik cinta
____________________________________________
uki21
21 Desember 2008 at 5:07 pm
=== === ===
]
episode lima…
hmmm…, hmmm…, hmmm…
berapa episode lagi yah…?
[sebenarnya sudah baca dari semalem sih..., tapi malu ah... kalo selalu PERTAMAX yang kasih komen
menjadi sempurna karena sebagai hamba, kita selalu memiliki ketidaksempurnaan.
Pesona jiwa akan selalu memberikan getaran rindu bagi si pecinta. Dengan getaran rindu inilah, cahaya cinta bisa terawat tanpa berbatas waktu dan usia. Namun jika pilihannya adalah pesona lahiriah (kecantikan, ketampanan, kekayaan) maka tunggulah hingga pesona tersebut sirna, kecantikan itu mengkerut, ketampanan itu memudar, kekayaan itu habis terkuras. Dan saat itulah, cinta yang didasarkan pada pesona yang akan sirna, maka cinta pasti habis tak bersisa.
saya terkagum dengan paragraf ini…
salam hangat dari sahabatmu… dan para jiwa perindu surga di penghujung hari menjelang senja….
-gbaiq-
[senyum]
____________________________________________
gbaiquni
21 Desember 2008 at 5:32 pm
“Pesona Jiwa..”
Ah, indah sekali mas, jika kita bisa mencintai jiwa-jiwa yang mencintai Allah…Tentu Allah akan melipatgandakan cintaNya..
Semoga kita bisa menemukan belahan jiwa kita, dalam cinta kepada Allah..aamiin..
____________________________________________
anintadiary
22 Desember 2008 at 10:34 am
dan aku in9in mencintainya den9an sederhana,melen9kapi ketidaksempurnaannya den9an yan9 kupunya,semuanya karenaMU ya RABB..
*tumben daku komen serius ehhehe..
____________________________________________
wi3nd
22 Desember 2008 at 12:50 pm
maha besar Allah dengan segala keagungan dan kesempurnaannya
manusia hanya bisa menilai tentang kesempurnaan dengan nafsu duniawi, tanpa sadar bahwa semua ciptaan Allah adalah sempurna tanpa cacat. bahkan batu kerikil yang tak berfungsi sempurna menurut kita mungkin sempurna bagi orang lain atau mahluk lain.
menempatkan ikhlas dan sabar karena Allah sebagai landasan utama akan menjadikan semua yang ada adalah sempurna.
salam kenal “4ditz”
____________________________________________
4ditz
22 Desember 2008 at 7:45 pm
Insan sains reply:
^_^ Kata-katanya betul-betul manis. Sama seperti pemilik namanya. Mudah2an Allah segera menurunkan pangeran untuk seroja yang satu ini!!!
=====================
Amiiin Allahumma Amiin…
manis?
Bisa aja..
Hiks..
____________________________________________
sweetstrawberry
24 Desember 2008 at 10:40 am
hihihihihi..otak duduLZku la9e erorr neeh san,jad! n9aco..tapi be9ituLah jika daku mencintai seseoran9 [ nant!nya..:)]
hmmmm..unDan9an yaKh..?
december inih aDa satu hari&t9L dimana daku lah!R kedunia,datan9 yaKh…
cuKup bawa untaian doa sajah wat diriQ,makasii..:)
tuuu.da daku undan9 kan ehheh..
____________________________________________
wi3nd
24 Desember 2008 at 3:21 pm
subhanallaah, great minds think alike.
mktsr-nya masbro insan, kongruen bgt sama mkts-nya ustadz am (link).
salam kenal.
____________________________________________
keliling
25 Desember 2008 at 9:36 pm
Wew…
Titik-titik ?
hm…hm..
Isilah titik-titik dengan benar ! *seriusmodeon*
____________________________________________
syelviapoe3
26 Desember 2008 at 11:27 am
i’m still lookin’ cara apa yang paling sempurna untuk mengasihi keturunan Adam yang saat ini bersemayam dalam hati. Semoga saja, walau saat ini belum sempurna laku dalam mencintai, asal hal ini tepat mnurut-Nya, mo9a Ia berkehendak membawaku menyempurnakan rasa yang terkadang ‘timpang’ ini.
____________________________________________
faraziyya
28 Desember 2008 at 12:15 am