. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Episode Cinta (Bag. 4) : Semburat Cinta Langit dan Bumi

with 13 comments

Banyak rumah tangga telah terbentuk. Taman jiwa tempat dua hati bertemu dan taman hati tempat dua cinta berpadu. Keindahan taman hati ini tidak akan tercipta jika penghuninya tidak pernah menghiasinya. Taman hati ini tidak mungkin memiliki kekuatan untuk memberikan ketentraman bila penghuninya tidak berupaya mengusahakannya. Lalu bagaimanakah agar taman ini tetap dipenuhi pohon cinta yang memberikan penghuninya kekuatan untuk selalu tumbuh?

Sejenak kita keluar dari diri kita. Belajar pada alam yang telah dikaruniakanNya. Para penghuni taman hati itu hendaknya menyaksikan kemesraan cinta antara langit dan bumi yang tersemburat indah melalui kemegahan ciptaanNya ini. Bagaimana keduanya menjaga romantisme cinta hingga mampu membangun dan menumbuhkan semesta.

Langit senantiasa memayungi kekasihnya, bumi. Saat bumi gersang kehausan, langit dengan penuh kelembutan menurunkan air penyejuk. Melepas dahaga, agar sang kekasih tetap dapat hidup. Saat bumi menggigil kedinginan, langit dengan penuh kemesraan menyelimutkan panas mentarinya. Memberi kehangatan, agar sang kekasih tetap dapat tumbuh. Indah nian cinta sang langit ini. Memberi, tanpa mengharap yang dicinta membalas cintanya. Memberi kehidupan, memberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

Dan cinta mereka pun menjadi lebih sempurna, karena bumi tidak lantas menyia-nyiakan tanda cinta sang imam : langit. Bumi pun menebarkan cintanya. Tenggelam dalam hakikat cinta, yaitu semangat memberi.. memberi.. dan memberi. Hingga tumbuhlah hijau pepohonan. Keluarlah ranum bebuahan. Menghambur nafas kehidupan, menyejukkan, menghidupi dan menumbuhkan penghuni-penghuni diatasnya.

Ada kalanya cinta mengalami kebekuan. Saat-saat dimana kalimat “aku mencintamu sayang” terasa hambar. Dan pandangan mata tak lagi menyejukkan. Disinilah kepiawaian sang imam dibutuhkan. Perhatikanlah bagaimana langit menjaga dan menghidupkan romantisme cintanya. Langit menyuguhkan gelap malam. Sesaat membuat bumi ketakutan. Perlahan langit mulai memegang tangan bumi. Hendak mengatakan bahwa sang kekasih tidak sendirian. Dengan romantis, mereka duduk berdua, hingga langit memberi kejutan dengan kerlap-kerlip bintang. Serta purnama yang indah menawan. Bumi pun tersenyum manis, hingga jangkrik ikut bertasbih, angin ikut berdesir, dan pohon ikut bersenandung.

Itulah cinta antara langit dan bumi. Menyemburat indah, mencipta keharmonisan alam semesta.

Wahai jiwa-jiwa maskulin, belajarlah engkau pada langit agar mampu membahagiakan, melindungi dan menginspirasi istrimu untuk menjadi jiwa yang lebih baik. Wahai jiwa-jiwa feminim, belajarlah engkau pada bumi agar mampu membahagiakan, membantu dan mendorong suamimu mencapai derajat jiwa-jiwa unggulan. Saling melengkapilah, sebagaimana langit melengkapi bumi, dan bumi melengkapi langit.

Selamat menjadi langit yang bijak
Dan selamat menjadi bumi yang subur saat dipijak (Insan Sains)

Jakarta, 18 Desember 2008, 05:12 WIB

Next episode : …..

Written by Insan

19 Desember 2008 pada 10:10 pm

Ditulis dalam Episode Cinta

Ditandai dengan , , , , , , ,

13 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. menunggu postingan terbaru bung Insan…,

    “aku mencintamu sayang”

    well, kata-kata yang luar biasa…,
    dan analogi yang penuh makna…

    akhirnya…, hipotesa ini sudah menjadi bulat…
    tinggal menunggu saja episode berikutnya…

    menunggu mekarnya bunga cinta dari pohon cinta yang terpupuk dan disirami oleh embun cinta…

    [sabar menunggu mode On]

    -gbaiq-
    [senyum] :)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Selamat menanti episode selanjutnya. Tapi saya lagi belum dapat inspirasi lagi euy… Mudah-mudahan kondisi ini gak lama.

    gbaiquni

    19 Desember 2008 at 10:53 pm

  2. salam dari bandung

    saya suka membaca tulisan anda, cukup memberi inspirasi

    artikel terbaruku …..wahai perempuan

    http://esaifoto.wordpress.com
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ wah… kita dari kota yang sama ya mba…? :D

    terima kasih. salam kenal

    dunia sunyi

    20 Desember 2008 at 12:04 am

  3. yesssss, no. 2 , angka favorit ni senpai ^^,memang bener “lebih baik banyak memberi daripada memberi” hehehehe, bertanya-tanya, kapan senpai mengeluarkan buku????? & kok temanya cinta melulu ya??? jangan-jangan senpai lagi jatuh cinta ni?? (bercanda lho)
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Tidak semua yang berbicara cinta selalu sedang jatuh cinta. Tapi yang jatuh cinta pasti selalu berbicara tentang cinta. :D

    Mudah-mudahan gak bingung…!!! insyaAllah bukunya di tahun 2009. Mudah2an bisa terkabul sesuai rencana.

    ari

    20 Desember 2008 at 3:35 am

  4. Hmmmm…^^ ini pelajaran yg kudu diperhatikan untuk yg akan menikah dan yg telah menikah yah, agar tetap harmonis ;)

    Makasih banyak sharingnya…
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^Sama-sama…
    Jangan lupa undangannya… :d

    sweetstrawberry

    20 Desember 2008 at 4:32 am

  5. Wah wah barusan sie berkunjung balasan ke sini

    http://www.guidelife.wordpress.com/2008/11/12/menu-pernikahan/

    Kayanya ada korelasinya sama artikel ini, bagus untuk yang mau menikah atau yang sudah menikah xixi

    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^Thanks.. segera meluncur..

    Sassie Kirana

    20 Desember 2008 at 7:35 am

  6. Waduh jadi hetrick ,link yang bener yang kedua tuh..

    yang pertama dihapus aja mas, link nya ada kelebihan satu huruf jd gak kebaca ma wp he he
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ sudaaaah. Terlalu bersemangat ya..

    Sassie Kirana

    20 Desember 2008 at 7:38 am

  7. Sip..sip…

    menjejak ke bumi

    Sebuah analogi yang penuh romansa
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Biar manas-manasin Putri.. :D

    syelviapoe3

    20 Desember 2008 at 9:32 am

  8. Hemmm…Bingung mo comment apa..^^
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Kok bingungnya nyerang saya juga.

    Toto

    20 Desember 2008 at 11:10 am

  9. langit dan bumi dalam hubungan intim dan mesra
    yang lainnya juga, seluruh alam semesta ini
    punya cara berhubungan yang indah dan harmonis
    semuanya bertasbih dalam keserasian

    kita tinggal meniru
    apakah hati ini jernih
    untuk menangkap keseimbangan itu?
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ mudah-mudahan kita selalu dibimbing-Nya

    tren di bandung

    20 Desember 2008 at 2:46 pm

  10. aku senang membaca karya abangku ini.
    met akhirpekan ya,sahabatku
    moga menyenangkan apapun yang nanti abang lakukan
    salam hangat selalu
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ terima kasih kembali Blue

    bluethunderheart

    20 Desember 2008 at 4:40 pm

  11. Jadi pesan saya ( http://romisatriawahono.net/2008/11/18/ketika-cinta-ini-membunuhmu/) , wahai para pemuda, mari letakkan posisi hati kita pada tempatnya. Cinta itu tidak akan membunuhmu, kesalahan posisi hati itulah yang akan membunuhmu.

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya

    “Ya Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”

    Salam,

    Basir
    Brainmatics Cipta Informatika
    http://Brainmatics.Com
    Tlp. +62-21-83793383
    Fax. +62-21-83793384
    My Blog : Guidelife.wordpress.com
    Yahoo!ID : basir_edu
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ amin… terima kasih

    guidelife

    21 Desember 2008 at 11:36 am

  12. “Wahai jiwa-jiwa maskulin, belajarlah engkau pada langit agar mampu membahagiakan, melindungi dan menginspirasi istrimu untuk menjadi jiwa yang lebih baik. Wahai jiwa-jiwa feminim, belajarlah engkau pada bumi agar mampu membahagiakan, membantu dan mendorong suamimu mencapai derajat jiwa-jiwa unggulan. Saling melengkapilah, sebagaimana langit melengkapi bumi, dan bumi melengkapi langit..”

    Ah, Sesungguhnya tiada Allah menciptakan langit dan bumi selain sebagai pemberi pelajaran…dan tentu saja, tanda-tanda Kekuasaannya..Subhanallah…

    thx sudah mengingatkan mas..
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ sama-sama bunda Ais. Selamat menjadi bumi yang penuh berkah ya…

    anintadiary

    22 Desember 2008 at 10:18 am

  13. aku in9!n memberi sebanyakbanyakna,bukan meminta sebanyak banyaknya,jadi in9et pak harfan di LaskaR Pelan9!…

    doch insan..postin9an dirimu kale inih yan9 entah berapa episode la9i membuatQ terpukur..
    be9itu dalaM…

    episode cinta man9 ka9ak ada matinyee..hehhe
    ____________________________________________

    insan sains reply : ^_^ Cinta emang gak ada matinya. Tapi ide saya lagi mandeg nih. Belum dapat inspirasi.

    ADuh…. “Embun cinta” datanglah….
    hahaha.. ngekhayal mode on

    wi3nd

    22 Desember 2008 at 1:00 pm


Tinggalkan Balasan