Ucapan Perpisahan [sementara, insyaAllah]

Posted on 17 September 2008

14



Gak kerasa ini sudah postingan yang ke-100. Berarti PAS. Saya tinggalkan (sementara, insyaAllah) blog ini ya. Terima kasih untuk teman-teman yang dengan setia nengokin dan meninggalkan jejak di blog ini. Tidak perlu disebutin satu per satu tentunya. Coz bisa ketahuan dari tiap comment yang masuk, nama kalian selalu hadir disana. Blog ini jadi terasa hidup dengan kehadiran kalian. Terima kasih banyak.

Kalau pun nyatanya saya tidak kembali lagi ke rumah ini (mudah-mudahan sebaliknya), saya merasa beruntung pernah mengenal (setidaknya tahu) tentang kalian. Bisa dapat hikmah, bisa dapat senyuman, bisa dapat masukan, dan tentunya yang lebih berharga dari semua itu adalah bisa dapat mengenal kalian. Thanks so much.

Rumah ini mau saya tinggalkan (sementara, insyaAllah). Mohon kalau kebetulan lewat, “halaman”nya dibersiin. “Mushala”-nya masih bisa dipake kok. Silahkan dimakmurkan. Terus mengenai teman-teman yang lagi saingan sama saya. Teruskan ya perjuangannya. Coz saya juga tidak akan berhenti sampe saya yang menang :D. Gak boleh menyerah ditengah jalan. Dan gak boleh surut karena lawannya gak kelihatan.

Kalau ada yang tanya saya pergi kemana. Saya akan jawab, ” Saya mau siap-siap ‘pulang‘ “.

Terakhir, bukan maksud hati ingin mendahului sang Ramadhan dan mengharap sang Syawal. Tapi karena kerinduan yang takut tak terucap, maka saya ingin mengucapkan (spesial buat kalian) “Mohon maaf lahir dan batin. Minal Aidin wal faidzin. Mudah-mudahan kita mampu menyempurnakan shaum tahun ini. Dan setiap ibadah kita dibulan ini diterima-Nya”

Allahu Akbar.. Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Laa ilaaha illahu Allahu Akbar….
Allahu Akbar walillahilham…

[Menggumamkan takbir ini lirih, membuat batin merintih, mata berkaca-kaca. Rindu ingin berjumpa dengan-Nya. Rabb Engkaulah Yang Maha Besar itu. Tuntun aku untuk pulang ya Rabb. Tuntun aku…..]

Salam

.

Insan Sains

About these ads
Posted in: Personal