Keutamaan shalat tarawih

Posted on 8 September 2008

8



tarawih
Sumber Gambar : http://i100.photobucket.com/albums/m9/rhanis/tarawih.jpg

Dulu waktu masih jadi anak “baragajul”.

# Apa tuh artinya?

Au ah.. Bengal kali yach..! Bener gak sih Ney?
*Sok Sunda, tapi dah lupa kosa katanya*

Biasanya suka nganggap enteng shalat Tarawih. “Ah.. kan sunnah, ngapain juga nyusahin diri!”. Jadi ya gitu deeeh… sekalinya ngerjain juga ogah-ogahan. Paling-paling… seneng ke mesjid karena bisa maen sama temen-temen. Kekeke.. dasar bocah.. bocah…! Sampai akhirnya liat mading mesjid yang isinya tentang keutamaan shalat tarawih. Wuuuuh… cukup menambah semangat. Khususnya bagi “manusia pamrih” seperti diriku tentunya.

# Ibadah kok, ngarepin iming-iming?

Yahhh… daripada enggak..! Setidaknya tidak masuk level manusia yang meremehkan ibadah. Walaupun nggak bisa masuk golongan orang-orang yang menikmati ibadah secara tulus karena Allah.

# Ngemeng-ngemeng.. banyak cing-cong ah..! Apa sih isi tulisan di mading itu?

Oia.. iya.. Langsung aja. Keutamaan shalat tarawih pada bulan Ramadhan ini disebutkan dalam sebuah hadits :

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa dia berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda : Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.

Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran). Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.

Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya. Pada malam kedua-belas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketiga-belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan. Pada malam keempat-belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat. Pada malam kelima-belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Pada malam keenam-belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga. Pada malam ketujuh-belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi. Pada malam kedelapan-belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Pada malam kesembilan-belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus. Pada malam kedua-puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh). Pada malam kedua-puluh-satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Pada malam kedua-puluh-dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan. Pada malam kedua-puluh-tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga. Pada malam kedua-puluh-empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Pada malam kedua-puluh-lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur. Pada malam kedua-puluh-enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun. Pada malam kedua-puluh-tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Pada malam kedua-puluh-delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga. Pada malam kedua-puluh-sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima. Dan pada malam ketiga-puluh, Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis)

Jadi silahkan pilih hari yang kamu idam-idamkan…!! Kalau saya pilih malam 25 dan 30.. hihihi. Langsung bebas dari siksa kubur dan masuk ke surga plus langsung di suguhi Allah dengan buah-buahan…

*BLETAKKKK….*

Wadauuuu….
*meringis kesakitan, sambil ngelus-ngelus kepala*

Dijitak sama ustadz yang sekarang kebetulan lagi baca tulisan ini. Maaf tad.. bercanda..! :D

Note : Hadits diatas saya comot dari sini

About these ads
Ditandai: , ,
Posted in: Islam