Aku dan Tempat Nafkahku (Part I)

Posted on 9 Agustus 2008

41



Kali ini mau curhat tentang tempat dimana nafkahku kupetik. Tempat yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri, tempat yang kadang membuatku begitu bahagia, tempat yang mengajarkanku banyak hal, walaupun kadang menjadi tempat yang paling menyesakkan batin, menimpakan beban, menyulut perselisihan yang mau tidak mau lagi dan lagi akulah pihak yang harus mengalah itu. Tapi inilah episode kehidupan yang harus aku lalui. Dan asal kau ketahui kawan… aku ingin melaluinya dengan indah dan mengakhirinya dengan cemerlang.

Selamat datang di tempat pemetikan nafkahku. Kutengok jam saat ini menunjukkan pukul 00.06 wib, pertanda kurang lebih satu jam lagi aku harus berlanjut ke aktifitasku yang lain sebelum akhirnya memejamkan mata dan merebahkan badan. Baiklah.. kali ini aku tidak akan berpanjang lebar, cukup kutuliskan sedikit company profile tempatku bekerja yang sengaja langsung aku copy-paste dari draft skripsiku.

PT. Pusaka Tradisi Ibu (atau disingkat dengan nama PT. PTI) adalah perusahaan multinasional yang bergerak dalam industri produk kosmetika dan merupakan pelopor perusahaan kosmetik yang membawa label halal pada produk yang dihasilkannya. PT. Pusaka Tradisi Ibu didirikan pada tanggal 28 Februari 1985 oleh pasangan suami istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt.

Pendirian perusahaan ini dilatarbelakangi oleh pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki oleh Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt pada bidang farmasi. Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc seorang sarjana kimia lulusan Institut Teknologi Bandung tahun 1972, sedangkan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt adalah seorang sarjana farmasi lulusan perguruan tinggi yang sama, lulus pada tahun 1975 dan memperoleh gelar Apoteker pada tahun 1976 dengan bekerja di Wella pada bagian pengendalian kualitas.

Di awal produksinya, PT. Pusaka Tradisi Ibu hanya memproduksi produk perawatan rambut yang dikhususkan dipasarkan ke salon-salon. Pada tahun 1987 lahirlah merek dangan Ega. Seiring dengan perkembangan perusahaan, pada bulan Desember 1990 PT. Pusaka Tradisi Ibu memutuskan untuk mendirikan pabrik di kawasan industri Cibodas Tangerang. Lalu disusul lagi dengan pabrik lain di kawasan industri Jatake Tangerang pada awal bulan Juli 2001. Sedangkan kantor pemasarannya tetap di Jakarta.

Kemudian pada tahun 1993 PT. Pusaka Tradisi Ibu meluncurkan produk perawatan rambut dan kulit dengan merek dagang Puteri yang ditujukan untuk keperluan sehari-hari. Rupanya merek ini mempunyai kesamaan nama dengan salah satu produk kosmetik yang diproduksi oleh PT. Mustika Ratu. Dan perkara ini telah dibawa ke ruang pengadilan dimana akhirnya PT. Pusaka Tradisi Ibu dan PT. Mustika Ratu mencapai kesepakatan dimana PT. Pusaka Tradisi Ibu dapat tetap menggunakan nama Puteri untuk salah satu produknya sementara PT. Mustika Ratu menggunakan nama Puteri Mustika.

Pada tahun 1995, untuk memenuhi permintaan konsumen, PT. Pusaka Tradisi Ibu meluncurkan produk kosmetik halal untuk umat Islam dengan merek dagang Wardah yang kemudian disusul oleh peluncuran Zahra, Camilla, Fadila dan Muntaz yang dipasarkan melalui distributor Multilevel Marketing (MLM). Saat ini kantor cabang untuk produk Wardah sendiri telah tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk distributor di Malaysia dan Dubai (insyaAllah).

Saat ini PT. Pusaka Tradisi Ibu selain memasarkan produknya sendiri, juga sebagai contract manufacturer yang memberikan jasa pembuatan kosmetika dan toiletries bagi perusahaan-perusahaan lain.

As you see… kantor tempatku bekerja belumlah bisa dikatakan perusahaan besar, tapi bila dikatakan kecil pun tentulah bukan. Dan kau tahu bagaimana aku memulai perjalananku dengan latar drama sebuah perusahaan kosmetika yang notabene banyak sekali kaum hawanya itu? InsyaAllah dilanjutkan besok…..

to be continued….

About these ads
Posted in: Cerpen