Akhirnya Ijab Qabulku tertuju untuk Afina
Tulisan ini telah dipublikasikan di www.pintunet.com
Kawan…! Sebelumnya aku minta maaf atas judul diatas. Mungkin tulisan ini kurang tepat untuk dipublikasikan di forum ini. Jadi mohon dimaafkan dan dimaklumi. Terus terang, tidak mampu lagi aku membendung perasaan bahagia yang bukan kepalang ini. Sebuah kebahagiaan yang mungkin, tidak (atau belum) semua orang dapat merasakannya. Sebuah kebahagiaan yang (mungkin pula) membuat kita tersenyum hingga menitikan air mata saking harunya.
Tidak ada yang lebih membuat kita merasa bahagia, ketika kita mencinta kemudian berbalas cinta yang serupa. Dan tidak ada pula yang membuat kita merasa berbunga-bunga, ketika perasaan kasih berbalas dengan belaian sayang. Ah… betapa indahnya! Sungguh berbahagialah bagi orang-orang yang mendapatkan apa-apa yang mereka cintai. Walaupun sebenarnya kebahagiaan yang sesungguhnya ada pada mencintai apa-apa yang kita dapatkan (quote from noname).
______________________________________________________________________
Sejenak ingin ku bagi secangkir kebahagiaan yang kurasakan baru-baru ini. Kawan…! Tentulah kau pernah menantikan sesuatu yang kau rindukan bukan? Sebuah penantian yang kian lama kian menyiksa batin karena apa yang kita damba tak kunjung hadir. Hari-hari dilalui seorang diri, susah dipikul bahu sendiri, senang dirasakan sendiri, sedih ditangisi sendiri, tak ada teman berbagi suka dan duka, pokoknya semua serba sendiri. Namun kini penantian itu telah usai sudah bagiku kawan!
Seorang teman yang sangat baik beberapa bulan yang lalu “menawarkan” kepadaku sesosok elok nan rupawan (menurutku). Afina namanya. Tidak ada secuil alasan pun bagiku untuk tidak tergiur menerima tawaran tersebut. Bagaimana tidak? Disaat banyak orang (tepatnya teman kantor) mengharapkan dapat memilikinya, dan berjuang sekuat tenaga dengan men-”cari muka” di hadapan Afina, aku yang sama sekali tidak pernah bermimpi memilikinya justru ibarat kejatuhan durian runtuh, seorang utusan Afina datang memintaku untuk meminangnya. Hah meminang? Betapa jantung ini serasa mau copot, nafas spontan tersenggal, dan mata tertohok pada si teman yang kiranya saat itu tengah melayangkan asaku.
Perasaan bahagia campur pikiran-pikiran “bego dikit” mulai menyeruak (sambil meng-getok-getok kepala). Loh kok “bego”? Ya.. bego dalam artian sebenarnya, pasalnya nalar waras yang aku punya tak mampu menjawab dan menerawang (bak kang jing_hsu menyelami sisi kepribadian member), sisi diriku yang manakah yang membuat Afina berani mengambil keputusan besar ini? Berkali-kali aku bertanya kepada teman yang baik hati itu, tidak lebih hanya untuk meyakinkan bahwa diriku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin Afina yang semenarik itu (dalam banyak hal) tertarik kepadaku. Hanya ada dua kemungkinan (pikirku), pertama : mata yang elok itu sedang kelilipan. Aku yang papa dan punya banyak sekali kekurangan dipilihnya untuk menjadi pendamping.. Ah.. ini sungguh mustahil bin mustahal. Atau kemungkinan kedua, si teman yang baik ini sengaja mempermainkanku sekedar membuat hatiku mengawang-ngawang saja untuk kemudian menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya dan tertawa hingga puas melihat kebodohanku. Dan ini pun rasanya sungguh tidak mungkin untuk ukuran teman yang telah aku kenal baik wataknya ini.
______________________________________________________________________
Sejujurnya, aku cukup mengenal pribadi yang menawarkan diri lewat kawanku itu. Kami sering bertemu di kantor. Mungil-mungil namun menawan, bukan sekedar manis, tapi benar-benar beautiful. Ehm.. ehm.. jangan coba-coba membayangkannya, karena sama sekali bukan “wajah” Indo melainkan khas Singapura. Tiap kali kulihat dia dari jauh maupun saat berpapasan, jantungku pasti berdegup tidak karuan, bibirku sedikit gemetar jika hendak menyapanya. Tidak sedikitpun aroma parfum yang tercium darinya, tapi sensasinya jauh lebih mengguncang dari sekedar gempa teknonik paling dahsyat sekalipun. Ya.. inilah penyakit orang yang terlampau menyukai, orang bilang jatuh cinta! Sebagai seorang manusia normal, tentu aku memiliki keinginan seperti yang diingini oleh manusia lainnya. Sayang, aku diperingatkan oleh diriku sendiri untuk terlebih dahulu berkaca diri. Perbedaan kami sangat jauh, terlihat jelas, dari status sosial saja, kami sudah tidak sekufu.
Sebesar apapun aku menginginkannya, aku tetap tidak mampu memberikannya “mahar” yang sesuai. Akhirnya perasaan itu, selalu kupendam dan kukubur bersamaan dengan tundukan pandanganku ketika berjumpa dengannya. Walaupun begitu, kadang aku tak kuasa menahan pesonanya hingga memancing bola mata untuk diam-diam menyelinap dari ujung ke ujung, sekedar melihat parasnya disamping berjaga-jaga bila ada yang memperhatikanku. Anehnya, kapanku aku melirikkan pandangku, Afina pun rasanya telah lebih dahulu melakukan hal yang sama. Hihi.. aku pun sering tersenyum dan tersipu malu sendiri, mungkin juga Afina pasti meronalah wajahnya. Namun aku terkadang selalu merasa iri kepada orang-orang yang mati-matian berusaha mendapatkannya, berbeda denganku yang demi sebuah gengsi hanya mengharap tanpa pernah berusaha. Satu yang aku yakini, “Segala sesuatu telah ditetapkan taqdirnya. Tinggal kita yang menyambut taqdir tersebut bila telah bertemu pertanda”
Kini, tanpa pernah terbayangkan sebelumnya, seorang pujaan, Afina hadir menawarkan diri. Apakah ini pertanda taqdir yang telah disuratkan kepadaku ataukah hanya fatamorgana? Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Yaitu menyempurnakan ikhtiarku! Maka sehari sebelum berangkat ke Medan pekan lalu untuk urusan kantor, aku mendatangi si “pencuri hati”ku ini dan bercakap-cakap seperlunya, karena takut menimbulkan fitnah, juga agar ketulusan niat tidak ternodai oleh hal-hal lain.
Malam-malam di Medan aku habiskan untuk merenungi dan menentukan sikapku. Pun tidak lupa meminta pendapat teman-teman yang lebih berpengalaman dariku via Yahoo Messanger maupun handphone. Ups.. ada satu hal yang aku lupa ceritakan. Ada satu dilemma yang cukup menyiksaku. Namun mohon jangan dibaca keras-keras. Afina yang mempesona itu bukanlah perawan lagi, dia pernah menjadi milik seseorang. Inilah yang menjadi dilema bagiku kawan. Entahlah, kadang ketika mengingat kelebihan-kelebihannya hati ini rasanya seperti orang paling beruntung di dunia, namun ketika mengingat bahwa Afina pun punya satu kekurangan yang sejatinya paling di rindu oleh semua orang yaitu “KESUCIAN” yang belum terjamah, rasanya hal itu menyurutkan niatku. Nah, bila kau ada dalam posisiku kini, apakah yang akan kau putuskan kawan?
______________________________________________________________________
Ah… benar atau salah, keputusan itu telah ku ambil. Shalat malam dan shalat hajat telah kutunaikan untuk meminta petunjuk-Nya. Sehari setelah kepulanganku dari Medan, tepatnya tanggal 23 Juni 2008 dengan niat yang bulat (dan mudah-mudahan ikhlas) dia pun langsung ku lamar dan dilanjutkan dengan ijab kabul saat itu juga. Wow.. luar biasa! Cepat sekali bukan! Mohon maaf bila tidak satu member pun yang jangankan diundang (diberi kabar saja) tidak ada yang diberitahu ketika prosesi ijab qabul tersebut. Bukan bermaksud sengaja melupakan dan tidak mau berbagi kebahagiaan, melainkan karena jarak yang terlalu jauh, terlebih karena Afina adalah sebuah notebook imut.
Afina adalah teman baikku kini setelah Dell yang telah tiada karena keteledoranku akan udzurnya. Mudah-mudahan Afina dapat menemani tiap jengkal perjuangan saya untuk belajar memperbaiki diri tiada henti. Selamat datang Afina AL7180C SOTEC dalam kehidupanku, mudah-mudahan engkau bisa menemaniku hingga nafas diujung kerongkongan, tanpa aku silau dengan “Afina-Afina” lain yang lebih elok dan lebih canggih.

Saya rasa perlu mengucapkan permintaan maaf yang kedua kalinya bagi siapa pun yang merasa tertipu dengan judul tulisan ini (apalagi member yang sebelumnya pernah merasa tertipu dengan tokoh Aisyah yang di posting di sini, siapa hayooo???), walaupun diawal paragraf saya pun telah mendahului dengan permintaan maaf. ^_^
Penegasan : Afina adalah tipe Notebook dari Sotec buatan Singapura yang dijual oleh teman saya yang sekarang memiliki Mac Leopard. Arti kalimat yang lainnya silahkan diterjemahkan sendiri. Fin, itulah panggilan saya untuk notebook kesayangan saya ini. ^_^
Thanks kepada mas Rizky (teman samping meja) yang merelakan notebook kesayangan dan telah menemaninya kuliah di Singapura selama 4 tahun kemudian sekarang menjualnya kepada saya dengan harga yang cukup murah




Assalamualaikum…
wah mas-mas… ane ketipu lg neh,awass ya
wah ni tanda-tanda nih
____________________________________________
rizqi
21 Juli 2008 pada 1:26 am
Tidaaaaaak
saya ikut tertipu baca tulisannya.
Tapi keren.. keren.. salut baca tulisannya
____________________________________________
Arief
21 Juli 2008 pada 11:28 am
hebat euy si akang mah untuk merangkai kata…
Katipu euy meni sebel
alus kang sae pisan
sok atuh teraskeun ka kanyataan tuk menggenapkan setengah dien mu.
didoakeun ku sim kuring
Amin.
____________________________________________
Andri jatnika TP 27
21 Juli 2008 pada 9:59 pm
gubraak….
baru mau ucapin barakallah … duh ampun Di..jeh… heuheheu
tapi keren loh mas untaian kalimat perkalimat membuat aq terjebak dalam suasana di ta’arufan mas dengan afina nya hikz…
jadi sempet ngiri eeeuuuyy….
____________________________________________
Ly
22 Juli 2008 pada 2:08 am
Ikut tertipu juga:)
Btw… Selamat dech punya noteboke baru (eh bekas ding), lumayan bisa dicangking kemana2.
____________________________________________
yasir maqosid
22 Juli 2008 pada 3:13 am
Kaaaaaaaaaaang……….. kirain mw nge duluiiiiin……… ntar aja klo ayam bakar dah jadi br melamar yaaaa…..
____________________________________________
ABN (c)
22 Juli 2008 pada 9:43 am
Ketipu mentah2…hehehehe….nice notebook
____________________________________________
1nd1r4
25 Juli 2008 pada 5:09 pm
tadi uda menerka terka neeh,beneran apa fiktif lagi?uuuuu..ternyata “kena dech” untuk y9 ke 2 kali naaa..uuuu..hehehe..
* jitak insan*
kabuurrrrrrrr…piiiiisssss hehehh
____________________________________________
wi3nd
1 Agustus 2008 pada 1:31 am
Hemh….
Masa masuk lobang yang sama 2X.
Yang salah sebenarnya yang masuk lobang itu atau orang yang buat???
Hihiii… Tapi memang bagus koq ceritanya ^_^
____________________________________________
mayapuspitasari
6 Agustus 2008 pada 9:27 pm
hmmm,,, om jin yang satu ini rada2 nech..
kirain seriusan,,
udah serius2 sm endri & mb okta.. (makin ke bawah makin penasaran sm ceritanya..)
udah mo siapin kado segala..
ternyata,, notebook..
dasaaaaaaaaar..
Tapi keren juga ceritanya..
om jin.. jangan lupa PP-ny (Pajak Pembelian)..
hehehe…
____________________________________________
tuxi3, endrie, octa
7 Agustus 2008 pada 3:53 am
Jangan gila dong……
Masa mo ijab kabul ma laptop sich?!!
tapi asli bagus banget ceritanya, kenapa ga ngajuin buat dibuat cerita komedi aja… hehehehe…, kalo berminat buka aja situs http://www.creativesore.com, ojo kelalen yo…
tulisannya bermutu banget nich, mau dong ilmunya……. hehehe….
Piiiis…..
____________________________________________
vakta
7 Agustus 2008 pada 3:54 am
Wah..kirain tadi beneran sudah dapat pengganti..
Deu…saya ketipu lagi, ding..
Gak pa-palah…
Toh,saya juga ikut berbahagia atas terpilihnya si AFINA ini…Mudah2an bisa menemani di kala sedih dan senang
____________________________________________
syelviapoe3
11 Agustus 2008 pada 11:22 pm
Dudulz…panyateh bener Teh Afina, ari pek…leptop..:))
Ruhe
21 Agustus 2008 pada 2:05 pm
bagus…bagus…bagus….
menghibur tapi akhirnya menjengkelkan ketika sadar klo tertipu…
____________________________________________
aryani
28 September 2008 pada 11:01 pm
Daftar jd pmbaca yg tertipu susunan katanya mas


kepalang tanggung, udah ketipu jd tmbh malu klo ga skalian ksh komen
rangkaian kata yg indah mas
salam kenal
____________________________________________
tan3ยช
13 Oktober 2008 pada 1:20 am
siyaaaaaaaaaaaaaaaalllll…ketipu ketipu ketipuuuu!!!aaaaaaaarrgghH!!!
padhaal udah pake berkaca-kaca, hati meletup letup bahagia..adoooh gile ketipuuuu!!!huhuhuuuu…..
*sebel..sebel..sebell…*
____________________________________________
shassy
15 Oktober 2008 pada 1:02 pm
gubraxxx
syahahahaha
afina…
bayu200687
26 November 2008 pada 2:28 pm
wkekekekekek……
pake ijab qabul segala rek….
ehmmmm, afina…
such a great soulmate
____________________________________________
dewi
17 Desember 2008 pada 7:07 pm
wahahahaha, syukurlah ari lihat dulu notebooknya, klo nggak ketipunk lagi, btw senpai panggilannya sama kayak keponakan ari fina, karena ari memberi nama dia safina (bersinar begitulah) hehehehehe, kata-katany cool deh hehehe, ada untungnya juga ari hiatus, bisa walking2 sepuasnya ^_^
____________________________________________
ari
19 Desember 2008 pada 7:49 pm
Assalamu’alaikum warohmatullah wabarakaatuh
Subhanallah untaian kata yg begitu indah…, klo akhi adl sosok yg lum pny dambaan ht, smg Allah cpt2 dech ksh some one yg bnr2 tercpta hny bwt akhi. Amiin
Smg bsk ketika akhi sdh bnr2 meminang seorang aisyah…..satu psn dariQ….jgn smp buka aib aisyah akhi di dpn orla. Okey……
Tp…ni artikel…mang bikin Qt2 super tertarik bwt baca kok….It’s OK lah..
____________________________________________
iin
23 Desember 2008 pada 11:02 am
hihi…. ketipu bener nih… tapi bagus benar tulisan ini….
duniafaiz
25 Desember 2009 pada 3:53 am
hihi… ketipu bener ni… tapi bagus benar tulisan ini…
duniafaiz
25 Desember 2009 pada 3:54 am
heheheheh g sengaja aku liat bawah dulu jadi aku ud tahu arah ceritanya…maap
pipin
29 Desember 2009 pada 12:38 pm
hehehe…gak sengaja saya temukan postingan ini. saya baca dan akhirnya…tertipu.. tapi sudah dimaafkan. hehehe. btw, salam kenal.
erfina 'ephyn'
8 Januari 2010 pada 3:03 pm
wong opo seh iki……
hobi bnget nopu…..
nindhya lesthary
22 Juni 2010 pada 1:54 pm
aslm
untung kita tdk bjodoh y sobat, abis kalo ngmg sm kmu byk lika-likuny dbndingkn ak yg to the point brgkli heheheh
bajuqueen
31 Agustus 2010 pada 4:10 pm
numpang lewat ya mas, hihihi….
aryadi
22 Desember 2010 pada 7:53 am
haaaaaa…….!
asep nuryadi
12 Januari 2012 pada 8:16 am
heu…………….
Asuy Suyanti
19 Februari 2012 pada 3:55 pm