. : : I N S A N – S A I N S : : .

INSAN perindu IHSAN : : Mencari hikmah di telaga SAINS

Archive for Juli 2008

Engkau adalah Berlian! bukan Arang

with 15 comments

Beberapa hari ini, salah seorang sahabatku sedang dirundung duka. Hehe.. sebenarnya mungkin sejak setahun yang lalu, tapi dia baru bisa bercerita akhir-akhir ini. Ya.. apalagi kalo bukan karena kerjaannya yang hampir setengah mati mengejar-ngejarnya, setelah dikerjakan dengan susah payah ternyata hampir semua kegagalan dilimpahkan kepadanya, dari pagi buta hingga larut malam akhwat (baca : gadis muslimah) ini melakukan closing yang ternyata tidak pernah benar-benar closed tiap minggunya, ditambah lagi perlakuan bos yang kurang menyenangkan tentunya menambah beban batinnya. Nyaris tidak ada senyum lagi di wajahnya (hiperbolis, padahal mah gak pernah lihat orangnya), atau mungkin dia tengah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum dan mensyukuri anugerah yang dia dapatkan pagi ini.

Benar-benar speechless ketika mendengarkan keluhannya. Dan sialnya aku pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Terlebih secara tidak langsung akulah yang telah membuatnya sedemikian tertekan secara emosional dikarenakan program ERP / PPIC yang terbengkalai (karena tugas luar kotaku). Dan lagi-lagi, tekanan pun pasti menghujam dirinya, dimana hari ini dua best friends-nya resign dari kerjaan ini. Yang jelas dia tidak akan lagi menemukan teman untuk berbagi cerita malam, teman yang dengan rela mendengarkan dan berbagi keluh kesahnya, teman yang dengan tulus menyeka tangis dan menyediakan pundaknya sebagai sandaran kala semua beban yang dirasa makin perih.

Ya… sekali lagi, benar-benar speechless. Saat ini aku hanya ingin menuliskan seuntai kalimat alam yang Allah tunjukkan pada ciptaan-Nya untuk kita ambil ibrah (baca : pelajaran, hikmah)nya bersama-sama.

BERLIAN….! Indah bukan benda yang satu ini?

Fin : “Ciee.. emang mau ngasih berlian ya A…?”

note : Fin is my lovely notebook name

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

30 Juli 2008 at 11:38 pm

Ditulis dalam Motivasi

Ditandai dengan , , , , ,

MathMagic

with 7 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com dan www.forumsains.com

Judul : MathMagic
Penulis : Ir. Bekti Hermawan Hanjoyo & Ir. Srihati Ediati
Penerbit : Kawan Pustaka
Tahun : 2005
Genre : -
Tebal : 89 Halaman
ISBN : 979-3034-96-3

Walaupun belum menemukan statistik yang pasti perihal berapa jumlah presentase orang-orang yang tidak menyukai matematika, namun secara kasar kita dapatlah menduga-duga bahwa jumlahnya tidak akan lebih banyak dari orang-orang yang menyukai matematika. Meskipun demikian, hampir seluruh kehidupan kita tidak bisa lepas dari angka-angka dan perhitungan-perhitungan (sesederhana apapun). Apakah itu mau jual beli, analisis, problem solving, hutang piutang, maupun hal lainnya. Maka tidak salah bila salah seorang filsuf Yunani tersohor, Pythagoras mengatakan “Apabila bilangan mengatur alam semesta, bilangan adalah kuasa yang diberikan kepada kita guna mendapatkan ‘mahkota’. Untuk itu kita harus menguasai bilangan”.

Lalu apakah benar matematika (ilmu hitung) itu membosankan dan menyulitkan? Lalu mengapa ada segelintir orang yang menyukainya? Baiklah…! Saat ini mungkin waktunya bagi kita untuk membuka mata, membuka telinga, bahwa sebenarnya matematika itu tidaklah sesulit yang dibayangkan dan dikatakan orang-orang. Buanglah sejenak perasaan minder kita terhadap matematika yang njlimet. Sebab buku ini sekedar mengulas ilmu hitung dasar, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan akar kuadrat. Tapi jangan salah, pembaca akan dibuat terpesona dengan trik-trik berhitung yang diajarkan dalam buku ini.

Dari sampul buku saja, sang penulis telah menantang pembaca untuk menjawab perkalian antara 42346 (empat puluh dua ribu tiga ratus empat puluh enam) dengan 72814 (tujuh puluh dua ribu delapan ratus empat belas) dalam waktu 60 detik tanpa menggunakan kalkulator. Ditambah lagi, sampul buku ini bergambar kartun seorang anak SD yang diminta mengerjakan perkalian puluhan ribu tersebut, seakan-akan penulis ingin mengatakan “anak kecil saja bisa, kok Anda belum?”. Dan memang nyatanya buku ini cocok dibaca dan dipelajari pula oleh anak diatas 8 tahun keatas.

Beberapa hal yang dibahas dalam buku ini meliputi :

  • Pemahaman tentang angka
  • Perkalian silang
  • Trik perkalian
  • Pembagian
  • Kuadrat
  • dan beberapa tips lainnya, termasuk cara mengecheck jawaban perhitungan

Mari kita simak beberapa tips yang ditulis dalam buku ini. Seperti cara menghitung kuadrat yang angkanya dekat dengan 100. Contohnya : 962

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

27 Juli 2008 at 10:13 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , , ,

Selamat Tinggal Bidadariku….

with 20 comments

Ya Rabb…
Rasanya baru kemarin aku mengucap syukur kepada-Mu
Engkau papaskan aku dengan seorang gadis pujaan
Seorang gadis yang kelak kulabuhkan segenap asaku
Yang menyelimutiku dengan kelemahlembutannya
Yang bersama-sama kami tunduk menghamba kepada Sang Penggenggam Alam

Kini…
Engkau pula yang memaksaku bertakbir lirih
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar…
Seraya membalutnya dengan kesabaran
Bidadari itu ternyata telah menemukan istananya
Remuk redam hati ini kala mendengarnya
Pahit dan getir memang terasa
Tapi ini adalah suratan yang harus aku telan

Tuhan…
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan gadis se-shalehah Khadijah
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan gadis semanis Aisyah
Manusia seperti apakah diriku yang menginginkan kesempurnaan akhlaq seseorang namun tidak pernah mampu untuk menyempurnakan akhlaq pribadi

Tuhan…
Kening ku sujudkan, sebagai tanda taubat nasuhaku
Hati ku relakan, sebagai tanda keridhaanku kepada takdirMu
Air mata ku cucurkan, sebagai penyesalan untuk menebus dosa dan khilafku

Tuhan…
Bukankah Engkau Sang Maha Pengampun itu?
Bukankah Engkau Sang Maha Pengatur itu?
Bukankah Engkau Yang Maha Mengetahui itu?
Dan bukankah Engkau yang Maha Indah itu?

Tuhan…
Engkaulah yang telah menggoreskan taqdirku
Bahkan jauh sebelum aku tercipta
Maka aku menyerahkan kepadaMu segala urusanku
Sebab hanya Engkaulah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Mu

Tuhan…
Terima kasih untuk semangat yang kau hujamkan kepadaku
Melalui pertemuan dengannya
Terima kasih untuk ladang syukur yang kau sediakan bagiku
Kala memuji keindahan dan kesempurnaan ciptaanMu itu
Terima kasih untuk segala hal yang telah kau anugerahkan kepadaku
Alhamdulillah….

Ya Rabb…
Jangan sisakan secuil pun ingatan kepadanya
Bila memang bukan dia jodohku
Habiskanlah kenangan tentangnya bersama dengan lelehan air mataku
Jangan benamkan aku dalam sesal
Bila Engkau hendak menggantinya dengan yang lebih baik

Jangan jadikan air mata ini keluar karena pedihnya cobaanMu
Namun jadikan air mata yang keluar karena rindu sunnah rosulMu

Aku akan pergi kemana cita-citaku menggantung tinggi
Aku akan bangkit 100 kali, kala aku terjatuh 99 kali
Aku akan ridha dengan apa pun yang terjadi
Karena aku hanya memiliki satu kehidupan yang tidak mungkin aku dapatkan kembali

Ya Rabb….
Anugerahkan kepadaKu kecintaan kepadaMu,
Kecintaan kepada orang-orang yang mencintaiMu,
dan kecintaan terhadap segala hal yang mendorong aku untuk mencintaiMu

Selamat jalan bidadariku….
Sampai jumpa di surga yang sama-sama kita rindu
Semoga ridha Allah selalu menyertai setiap langkahmu
Cukup bagiku kecintaan Allah kepadaku hingga menenggelamkanku

(insansains, Bogor, 24 Juli 2008, 22:02 WIB)

Setidaknya saya bisa berhenti berharap mendapatkan gadis pujaanku itu. Dan kembali menyusuri sisa-sisa kehidupanku sambil menunggu isyarat Tuhan datang menghampiri.

Dan akhirnya akan ada banyak pertanyaan, apakah puisi ini benar-benar pengalaman yang saya alami sendiri? ataukah hanya sebuah karangan belaka? Nampaknya untuk tulisan yang satu ini akan lebih indah jika tetap dijaga kesamarannya ^_^

Written by Insan

24 Juli 2008 at 10:23 am

Ditulis dalam Personal

Ditandai dengan , ,

Blogku kedatangan Admin Forum Sains

with 12 comments

Malam ini adalah suatu kehormatan bagi blog ini…

Cie…. Cie…

Emang kenapa?

Karena tepat jam 23.00 blog ini kedatangan tamu dari Administratornya Forum Sains.

Forum Sains?

Apaan tuh?

Bentar dulu napa? Ini kan ceritanya belum selesai. Main potong aja. Gak sopan tahu sama orang tua begitu!

O.. jadi ngaku udah tua toh… xixixi..

Hus… orang baru 24 kok. Udah ah… jangan dulu dipotong knapa? Tunggu dulu, mau nyelesein dulu pernyataan sebelumnya. Jadi tepat jam 11 malam teng, tuh dedengkot Forum Sains bukan cuman mampir dan ngeliatin dalemannya ini blog. (ssstt… jangan jorok yach…!!) Tapi juga ngasih dua komentar. Pertama di sini dan yang kedua di sini. Mungkin karena beberapa hari ini server hostingan-nya sedang trouble, jadilah om admin gak nemu murid kesayangannya untuk berdiskusi sehingga keluyuran malem-malem dan tersasarlah disini.. hehehe..

Nah, mengenai yang ditanyakan, Apa sih Forum Sains itu? Secara singkat, Forum Sains adalah salah satu dan mungkin satu-satunya Portal Sains terbesar yang ada di Indonesia (hehehe.. narsis mode on dan langsung di off lagi… ^_^). Ini adalah sebuah forum diskusi masalah-masalah yang berhubungan dengan sains yang visi dan misinya (walaupun belum dipublikasikan secara tertulis) ingin memajukan Sains Indonesia. Malu dong kita, negara yang besar, kekayaannya melimpah dimana-mana, tapi kok rakyatnya kere-kere, masih terjajah teknologi asing, bangga dengan produk modern, tapi gak terbersit keinginan untuk memikirkan bagaimana cara membuat barang yang lebih modern. Padahal jika dilihat dari sisi yang lain, Sumber Daya Manusia kita, gak kalah cerdas kok. Buktinya tiap kali ada Olimpiade ilmu eksakta (seperti Fisika, Matematika, Komputer, dll), anak-anak bangsa kita malah yang menjadi juaranya.

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

22 Juli 2008 at 11:29 am

Ditulis dalam Personal

Ditandai dengan , ,

Hidup Bukan Hanya Urusan Perut

with 2 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com

Judul : Hidup Bukan Hanya Urusan Perut
Penulis : Prie GS
Penerbit : Transmedia Pustaka
Tahun : 2007
Genre : Motivasi
Tebal : 138 Halaman
ISBN : 979-799-053-2

Hehe … Mungkin hanya senyum geli yang nampak pertama kali kala pembaca melihat sampul depan buku ini. Sebuah gambar karikatur sosok penulis dengan senyum lebar dan kumisnya yang khas memenuhi sebagian besar sampul depan buku yang berwarna latar putih ini. Pun bukan gambar karikatur tersebut saja yang punya kekuatan untuk menyunggingkan bibir para pembaca sehingga tertawa nyinyir, judul buku ini juga tak kalah menggelitiknya, “Hidup Bukan Hanya Urusan Perut”. Ya, jargon ini langsung mengena ke hampir semua lubuk hati kita. Seakan-akan judul ini mengingatkan kita akan aktifitas harian yang biasa kita lakukan, di mana sedikit demi sedikit namun pasti ternyata telah menggiring kita kepada satu kemonotonan hidup, hingga kita jarang bahkan tidak pernah dapat menikmati hal-hal kecil yang sebenarnya dapat kita nikmati sebagaimana yang disindir dalam buku ini.

Sang penulis –Prie GS– dengan ketajaman indera dan kepekaan jiwa sosialnya mampu menghadirkan sebuah tulisan yang begitu arif dan bijak, namun dengan bahasa yang membumi dan jauh dari kesan menggurui. Jangan berpikir ini adalah buku dengan bahasan yang berat dan serius, karena pembaca akan merasakan sendiri perutnya serasa dikocok-kocok oleh budayawan humoris ini. Tiap kisah yang dipaparkan mampu mengundang tawa, tapi bukan sembarang tawa, karena kitalah –pembaca– yang menjadi objek tertawaan tersebut. Namun di situlah kehebatan Prie GS dalam menguak sesuatu yang tersembunyi dan luput dari perhatian kita semua, hingga kita serasa diperlihatkan bayangan diri kita di atas air yang jernih.

Siapa pun yang membaca buku ini, dijamin terkagum-kagum dengan kreatifitas sang penulis. Bagaimana tidak? Sesuatu yang begitu sederhana, mulai dari kepolosan tingkah laku anak-anak, kebiasaan-kebiasaan istrinya, binatang seperti nyamuk dan ayam jago pun tak luput dari pandangannya, bahkan benda mati seperti jalan, kendi air, dan hal-hal remeh lainnya mampu dikuak oleh seorang yang juga berprofesi sebagai wartawan ini, sehingga memunculkan makna terpendam yang begitu dalam dan tentunya bermanfaat bagi pelajaran hidup. Benar-benar buku yang langka!

Terdapat 55 kisah yang disuguhkan di dalam buku ini. Kisah-kisah tersebut merupakan refleksi seorang Prie GS yang ternyata seorang kartunis pula. Maka tak heran, stasiun radio SMART FM kemudian menyediakan acara khusus untuk kolom-kolom Prie GS ini yang diberi nama Refleksi Prie GS. (insansains)

Written by Insan

22 Juli 2008 at 9:37 am

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , ,

Membudayakan Etos Kerja Islami

without comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.wisata-buku.com

Judul : Membudayakan Etos Kerja Islami
Penulis : K.H. Toto Tasmara
Penerbit : Gema Insani Press
Tahun : 2002
Genre : Islam – Akhlaq
Tebal : 224 Halaman
ISBN : 979-561-768-0

Lebih dari delapan jam -atau sepertiga hari- seorang pekerja menghabiskan harinya untuk mencari nafkah. Peras keringat, banting tulang, tak peduli siang ataupun malam. Singkat kata, segala hal dikorbankan demi memperoleh sesuap nasi atau berharap meneguk kenikmatan hidup di esok hari. Sayangnya, tak sedikit dari para pencari nafkah yang justru kehilangan esensi dari bekerja itu sendiri. Kebahagiaan yang selama ini diincar dan ingin diraupnya, ternyata hanya sebuah fatamorgana yang makin dikejar, malah makin membuatnya merana.

Sang penulis, dengan kepekaannya yang tinggi terhadap kondisi umat –Muslim, memaparkan kembali makna bekerja yang sesungguhnya menurut pandangan Islam dengan begitu manis. Tak heran, karena selain sebagai Da’i yang piawai dalam berdakwah secara lisan, K.H. Toto Tasmara –sang penulis– juga adalah seorang Enterpreneur, bahkan mantan Executive yang handal pada beberapa perusahaan ternama. Jadi isi buku ini bukan sekedar teori atau pemanis retorika belaka, namun juga adalah hasil pengalaman yang dialami dan direnungi sendiri oleh sang penulis.

Keluasan cara pandang penulis pun terlihat pada buku ini. Sejenak pembaca akan diajak menyusuri negara-negara yang dengan etos kerja yang tinggi mampu memakmurkan negerinya, tak lupa data aktual pun disajikan untuk memperkuat wawasan tersebut. Setelah takjub dengan kebesaran bangsa-bangsa yang telah berhasil, pembaca diajak kembali untuk bercermin terhadap kondisi dirinya. Sudah seberapa bermanfaat dan berkualitaskah pekerjaan yang telah dan tengah dilakukannya saat ini? Bukankah umat Muslim itu adalah umat yang terbaik? Tak ayal lagi, kalimat-kalimat penyemangat pun mulai mengalir pada buku ini, membakar semangat untuk memperbaiki kualitas etos kerja seorang Muslim. Dan semua itu terangkum dalam dua puluh lima etos kerja yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Diantaranya adalah jujur dan ikhlas melayani.

Lalu untuk siapakah buku ini? Tak peduli atasan ataukah bawahan. Tak peduli Manager ataukah Tukang Sapu. Tak peduli sudah bahagiakah dengan pekerjaannya ataukah belum. Buku ini cocok untuk dibaca, dihayati dan diaplikasikan oleh seseorang yang mengaku dirinya Muslim. Bekerja adalah amanah, bekerja adalah pengampunan dosa –bila dilakukan dengan tulus– apapun pekerjaan halalnya. Buku ini seolah menjadi penawar bagi jiwa-jiwa yang telah kehilangan makna dalam pekerjaannya, penyejuk bagi mereka yang jenuh dengan rutinitas hariannya, penyemangat bagi mereka yang merasa diperbudak dengan pekerjaan. Yang akhirnya, seorang muslim diajak untuk tampil menjadi yang terbaik dalam segala hal, terutama dalam pekerjaan yang sedang diamanahkan kepadanya. (insansains)

Written by Insan

22 Juli 2008 at 9:37 am

Masalah yang Numpuk

with 14 comments

Yang membuat kita menjadi manusia “hidup” adalah masalah. Kebayang gak sih kalo manusia gak punya masalah? Hidup segan mati tak mau! Tapi bagaimana kalo masalah bener-bener numpuk ngejugrug segede gunung? Walah.. ampuuuun…! Dan hal inilah yang sedang saya alami saat ini.
Pekan-pekan ini banyak sekali kerjaan yang harus diberesin oey! Mulai dari masalah pribadi, urusan kuliah, sampai dengan kerjaan kantor. Apalagi diburu-buru waktu yang cuman beberapa pekan lagi. Arrrghhhhh…! Kepala rasanya mau pecccah…!

Masalah Kampus

  • Tugas kewirausahaan untuk membuat proposal bisnis yang juga belum selesai sampai saat ini, walaupun ide sudah tersaji di kepala.
  • Tugas dari dosen yang sama untuk membuat paper yang deathlinenya tinggal 7 hari lagi, dan belum dapet ide sama sekali… Payyyah…
  • Tugas mata kuliah “Permodelan dan Simulasi” dengan menggunakan Matlab yang deathlinenya 2 minggu lagi. Padalah Fin belum saya install-in program komputasi yang cukup berat itu.
  • Ujian Akhir Semester yang tinggal beberapa hari lagi. Dan belum satu pun buku-buku catatan yang dijadikan sandaran tidur. Jangankan dijadikan sandaran tidur, disentuh aja gak sama sekali.
  • Laporan Tugas Kerja Praktek yang tinggal sejengkal lagi (tinggal ngatur-ngatur halaman dan butuh sedikit sentuhan akhir), tapi belum mampu untuk diterusin, karena waktu yang tidak mencukupi.
  • Tugas Akhir yang sampai saat ini masih kepentok sama jadwal keliling luar kota, hingga kehilangan waktu untuk melakukan penelitian. Duh.. maaf kan saya pak! hampir 4 minggu ini belum ngasih progress report, karena memang masih disitu-situ aja kesulitannya dan belum terselesaikan.

Masalah Kantor

  • Tugas kantor yang makin hari makin nambah, apalagi tugas luar kota yang makin padat dan gak bisa diganggu gugat. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum ramadhan tiba.
  • Belum ngasih laporan penjualan nasional untuk bagian marketting untuk penentuan target pasar selanjutnya. Duh.. yang ini harus selesai Senin pagi oey!
  • Minggu ini harus ke Bogor, diteruskan pekan berikutnya ke Solo, dan akhirnya harus ke Palembang juga. (mudah-mudahan Semarang dan Surabaya tidak jadi)
  • Membuat Standart Operating Procedure untuk audit internal
  • Komputerisasi sistem di Jakarta yang akhir-akhir ini kok sering trouble
  • Belajar JAVA yang sudah disediakan bos 5 buku tebel-tebel segede gajah dan dalam bahasa Inggris pula.. Walah.. walah…

Masalah Pribadi

  • Hafalan Al-Quran yang makin terbengkalai
  • Target membaca Al-Quran satu hari satu juz yang rata-rata hanya mencapai 75%.
  • Persiapan ramadhan yang belum matang, padahal sudah semakin dekat
  • Harus ngedorong temen-temen yang mau buka Ayam Bakar, sebab kalo dibiarin terus malahan gak jadi-jadi.
  • Belum lagi harus ngereview mutabaah pekanan ikhwah yang sudah lewat beberapa pekan.
  • Tugas rutin untuk nyetor artikel dan resensi buku di beberapa situs, yang saat ini rasanya gak mungkin terkejar. Apalagi tentunya harus membaca dulu sampai tuntas.
  • Cucian yang dari minggu ke minggu bukannya makin dikit malah makin numpuk
  • Juga tak ketinggalan masalah hati yang kepincut dengan seseorang namun karena mile stone yang belum tercapai, terpaksa lidah harus “bungkam” dan cukup membahagiakan hati dengan menundukkan pandangan dan melewati hari dengan shaum Senin-Kamis.

Ya.. Allah…!!! Please…


Namun, dibalik semua itu ada satu hal yang hampir saya lupakan. Nikmat kesehatan! Ya.. meskipun tubuh rasanya melayang-layang, tapi masih dalam kondisi sehat wal afiat. Meskipun rasanya kurang tidur, tapi alhamdulillah masih diberikan kekuatan untuk berkonsentrasi di pekerjaan yang notabene perlu menguras kinerja otak.
Thanks GOD…! Alhamdulillah. Untuk semua yang Engkau berikan ini. Dan berikan aku kekuatan untuk melewati semua masalah-masalah ini. Hal terkecil yang bisa aku lakukan adalah menyudahi postingan ini, kemudian pulang ke rumah, dilanjutkan olah raga bersama baju-baju yang kotor di kamar mandi. Terus nyiapin segala sesuatu buat bermalam di Bogor, plus bawa buku-buku catatan kuliah, buku-buku yang harus di review. Juga bawa Fin untuk nemenin beresin semua tugas-tugas dan kerjaan lainnya yang sudah menanti…!

Written by Insan

20 Juli 2008 at 1:45 am

Ditulis dalam Personal

Ditandai dengan , ,

Akhirnya Ijab Qabulku tertuju untuk Afina

with 20 comments

Tulisan ini telah dipublikasikan di www.pintunet.com

Kawan…! Sebelumnya aku minta maaf atas judul diatas. Mungkin tulisan ini kurang tepat untuk dipublikasikan di forum ini. Jadi mohon dimaafkan dan dimaklumi. Terus terang, tidak mampu lagi aku membendung perasaan bahagia yang bukan kepalang ini. Sebuah kebahagiaan yang mungkin, tidak (atau belum) semua orang dapat merasakannya. Sebuah kebahagiaan yang (mungkin pula) membuat kita tersenyum hingga menitikan air mata saking harunya.

Tidak ada yang lebih membuat kita merasa bahagia, ketika kita mencinta kemudian berbalas cinta yang serupa. Dan tidak ada pula yang membuat kita merasa berbunga-bunga, ketika perasaan kasih berbalas dengan belaian sayang. Ah… betapa indahnya! Sungguh berbahagialah bagi orang-orang yang mendapatkan apa-apa yang mereka cintai. Walaupun sebenarnya kebahagiaan yang sesungguhnya ada pada mencintai apa-apa yang kita dapatkan (quote from noname).

______________________________________________________________________

Sejenak ingin ku bagi secangkir kebahagiaan yang kurasakan baru-baru ini. Kawan…! Tentulah kau pernah menantikan sesuatu yang kau rindukan bukan? Sebuah penantian yang kian lama kian menyiksa batin karena apa yang kita damba tak kunjung hadir. Hari-hari dilalui seorang diri, susah dipikul bahu sendiri, senang dirasakan sendiri, sedih ditangisi sendiri, tak ada teman berbagi suka dan duka, pokoknya semua serba sendiri. Namun kini penantian itu telah usai sudah bagiku kawan!

Seorang teman yang sangat baik beberapa bulan yang lalu “menawarkan” kepadaku sesosok elok nan rupawan (menurutku). Afina namanya. Tidak ada secuil alasan pun bagiku untuk tidak tergiur menerima tawaran tersebut. Bagaimana tidak? Disaat banyak orang (tepatnya teman kantor) mengharapkan dapat memilikinya, dan berjuang sekuat tenaga dengan men-”cari muka” di hadapan Afina, aku yang sama sekali tidak pernah bermimpi memilikinya justru ibarat kejatuhan durian runtuh, seorang utusan Afina datang memintaku untuk meminangnya. Hah meminang? Betapa jantung ini serasa mau copot, nafas spontan tersenggal, dan mata tertohok pada si teman yang kiranya saat itu tengah melayangkan asaku.

Perasaan bahagia campur pikiran-pikiran “bego dikit” mulai menyeruak (sambil meng-getok-getok kepala). Loh kok “bego”? Ya.. bego dalam artian sebenarnya, pasalnya nalar waras yang aku punya tak mampu menjawab dan menerawang (bak kang jing_hsu menyelami sisi kepribadian member), sisi diriku yang manakah yang membuat Afina berani mengambil keputusan besar ini? Berkali-kali aku bertanya kepada teman yang baik hati itu, tidak lebih hanya untuk meyakinkan bahwa diriku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin Afina yang semenarik itu (dalam banyak hal) tertarik kepadaku. Hanya ada dua kemungkinan (pikirku), pertama : mata yang elok itu sedang kelilipan. Aku yang papa dan punya banyak sekali kekurangan dipilihnya untuk menjadi pendamping.. Ah.. ini sungguh mustahil bin mustahal. Atau kemungkinan kedua, si teman yang baik ini sengaja mempermainkanku sekedar membuat hatiku mengawang-ngawang saja untuk kemudian menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya dan tertawa hingga puas melihat kebodohanku. Dan ini pun rasanya sungguh tidak mungkin untuk ukuran teman yang telah aku kenal baik wataknya ini.

______________________________________________________________________

Sejujurnya, aku cukup mengenal pribadi yang menawarkan diri lewat kawanku itu. Kami sering bertemu di kantor. Mungil-mungil namun menawan, bukan sekedar manis, tapi benar-benar beautiful. Ehm.. ehm.. jangan coba-coba membayangkannya, karena sama sekali bukan “wajah” Indo melainkan khas Singapura. Tiap kali kulihat dia dari jauh maupun saat berpapasan, jantungku pasti berdegup tidak karuan, bibirku sedikit gemetar jika hendak menyapanya. Tidak sedikitpun aroma parfum yang tercium darinya, tapi sensasinya jauh lebih mengguncang dari sekedar gempa teknonik paling dahsyat sekalipun. Ya.. inilah penyakit orang yang terlampau menyukai, orang bilang jatuh cinta! Sebagai seorang manusia normal, tentu aku memiliki keinginan seperti yang diingini oleh manusia lainnya. Sayang, aku diperingatkan oleh diriku sendiri untuk terlebih dahulu berkaca diri. Perbedaan kami sangat jauh, terlihat jelas, dari status sosial saja, kami sudah tidak sekufu.

Sebesar apapun aku menginginkannya, aku tetap tidak mampu memberikannya “mahar” yang sesuai. Akhirnya perasaan itu, selalu kupendam dan kukubur bersamaan dengan tundukan pandanganku ketika berjumpa dengannya. Walaupun begitu, kadang aku tak kuasa menahan pesonanya hingga memancing bola mata untuk diam-diam menyelinap dari ujung ke ujung, sekedar melihat parasnya disamping berjaga-jaga bila ada yang memperhatikanku. Anehnya, kapanku aku melirikkan pandangku, Afina pun rasanya telah lebih dahulu melakukan hal yang sama. Hihi.. aku pun sering tersenyum dan tersipu malu sendiri, mungkin juga Afina pasti meronalah wajahnya. Namun aku terkadang selalu merasa iri kepada orang-orang yang mati-matian berusaha mendapatkannya, berbeda denganku yang demi sebuah gengsi hanya mengharap tanpa pernah berusaha. Satu yang aku yakini, “Segala sesuatu telah ditetapkan taqdirnya. Tinggal kita yang menyambut taqdir tersebut bila telah bertemu pertanda”

Kini, tanpa pernah terbayangkan sebelumnya, seorang pujaan, Afina hadir menawarkan diri. Apakah ini pertanda taqdir yang telah disuratkan kepadaku ataukah hanya fatamorgana? Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Yaitu menyempurnakan ikhtiarku! Maka sehari sebelum berangkat ke Medan pekan lalu untuk urusan kantor, aku mendatangi si “pencuri hati”ku ini dan bercakap-cakap seperlunya, karena takut menimbulkan fitnah, juga agar ketulusan niat tidak ternodai oleh hal-hal lain.

Malam-malam di Medan aku habiskan untuk merenungi dan menentukan sikapku. Pun tidak lupa meminta pendapat teman-teman yang lebih berpengalaman dariku via Yahoo Messanger maupun handphone. Ups.. ada satu hal yang aku lupa ceritakan. Ada satu dilemma yang cukup menyiksaku. Namun mohon jangan dibaca keras-keras. Afina yang mempesona itu bukanlah perawan lagi, dia pernah menjadi milik seseorang. Inilah yang menjadi dilema bagiku kawan. Entahlah, kadang ketika mengingat kelebihan-kelebihannya hati ini rasanya seperti orang paling beruntung di dunia, namun ketika mengingat bahwa Afina pun punya satu kekurangan yang sejatinya paling di rindu oleh semua orang yaitu “KESUCIAN” yang belum terjamah, rasanya hal itu menyurutkan niatku. Nah, bila kau ada dalam posisiku kini, apakah yang akan kau putuskan kawan?

______________________________________________________________________

Ah… benar atau salah, keputusan itu telah ku ambil. Shalat malam dan shalat hajat telah kutunaikan untuk meminta petunjuk-Nya. Sehari setelah kepulanganku dari Medan, tepatnya tanggal 23 Juni 2008 dengan niat yang bulat (dan mudah-mudahan ikhlas) dia pun langsung ku lamar dan dilanjutkan dengan ijab kabul saat itu juga. Wow.. luar biasa! Cepat sekali bukan! Mohon maaf bila tidak satu member pun yang jangankan diundang (diberi kabar saja) tidak ada yang diberitahu ketika prosesi ijab qabul tersebut. Bukan bermaksud sengaja melupakan dan tidak mau berbagi kebahagiaan, melainkan karena jarak yang terlalu jauh, terlebih karena Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

20 Juli 2008 at 1:33 am

Ditulis dalam Personal

Ditandai dengan , , , , , ,

Dari Atomos hingga Quark

with 2 comments

Resensi ini telah dipublikasikan di www.forumsains.com

Judul : Dari Atomos hingga Quark
Penulis : Hans J. Wospakrik
Penerbit : KPG & Penerbit Universitas Atma Jaya
Tahun : 2005
Genre : Ilmu Pengetahuan Umum
Tebal : 324 Halaman
ISBN : 979-91-0030-5

Buku multi-ilmu-eksakta yang dikarang oleh almarhum Hans J Wospakrik ini disampaikan dengan ringan serta jernih. Pembaca seakan-akan diajak untuk menapaki perjalanan panjang pencarian kebenaran hakikat zat yang merupakan satu-satunya zat terkecil yang menyusun alam semesta. Penulis santun kelahiran 50-an Irian Jaya ini, menghindari pembahasan-pembahasan rumit dan pencantuman kalkulasi-kalkulasi kompleks untuk memberi rasa nyaman bagi pembacanya.

Bab awal dalam buku yang terdiri dari 324 halaman ini, memulainya dengan menceritakan keadaan ilmu pengetahuan sebelum munculnya para pemikir-pemikir Yunani purba. Dimana saat itu, ilmu pengetahuan ibarat dikebiri dan hanya dimanfaatkan untuk melanggengkan kekuasaan. Hingga muncul seorang filsuf yang menyulut obor pencarian tak berujung sebuah ilmu pengetahuan tentang hakikat zat yang telah menjadi saripati kehidupan ini. Dialah Thales, yang menganggap bahwa zat dasar itu adalah air.

Semangat sang Thales untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, ternyata membakar semangat filsuf-filsuf lainnya. Herakleitos, Empedokles, dan Anaksagoras pun tak mau ketinggalan mengikuti perlombaan tak berujung ini. Masing-masing menyempurnakan pandangan yang dibawa filsuf sebelumnya. hingga Demokritos yang mencetuskan teori Atomos, yang mengatakan bahwa zat penyusun alam semesta ini adalah zat mungil yang tidak tampak dan tidak bisa dibelah lagi.

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

18 Juli 2008 at 8:59 pm

Ditulis dalam Buku

Ditandai dengan , , , , , , ,

Riwayat sang Jenius dan istri cantiknya

with 2 comments

Tulisan ini telah dipublikasikan di www.pintunet.com

Januari lalu, saya mencari penjelasan tentang teori bilangan (walaupun saya bukan seorang matematikawan, tapi lebih karena rasa ingin tahu saja). Seperti biasa, paman Google dalam sekejap memberitahu ratusan bahkan ribuan referensi bacaan. Ada satu link yang menarik perhatian saya, www.abeautifulmind.com). Dengan rasa penasaran saya mulai menelusuri situs tersebut. Ternyata judul sebuah film yang cukup terkenal. Ha..ha..ha.. norak sekali yach baru tahu!! Sinopsisnya cukup menarik, sehingga keesokan harinya saya langsung mendownloadnya.

Film ini merupakan kisah nyata seorang pria yang dikarunia berbagai kelebihan. Mulai dari wajah yang tampan, perawakan yang tegap dan gagah, serta kejeniusan yang luar biasa. Bahkan seiring bertambahnya waktu, dia dikaruniai pula istri yang selain cantik juga terbilang sangat cerdas, dan dari keluarga konglomerat. (Subhanallah, komplit banget tuh nikmat). Feeling saya, harusnya orang seperti dia dibuatkan biografinya. Dan ternyata dugaan saya benar, ada dalam bentuk novel. Tak ragu lagi saya membelinya di toko buku online kepercayaan saya (tentunya dengan harga diskon dan diantar ke rumah ^_^). Sebelum saya menonton filmnya, saya lebih tertarik menyelesaikan novel karangan Silvia Nassar tersebut terlebih dahulu (maklum senangnya baca sih, apalagi kan novel biasanya lebih lengkap dari filmnya)

Sedikit komentar antara Novel dan Filmnya
______________________________________________________________________________

Seperti yang dimaklumi bersama, bahwa adalah sebuah kesulitan untuk mendeskripsikan sebuah novel kedalam bentuk film. Banyak peristiwa-peristiwa, adegan-adegan yang tidak mampu untuk divisualisasikan. Film ini pun tidak ubahnya seperti hal diatas. Ada beberapa adegan yang ketika saya membaca novelnya, ingin saya lihat, diantaranya masa kecil dan kenakalan-kenakalan remajanya, serta hubungannya dengan keluarga yang ternyata tidak diulas di film ini. Walaupun demikian, cukup menariklah untuk ditonton, selain memberikan kita gambaran tentang kehidupan orang yang telah berjasa dalam kehidupan kita (secara tidak langsung), juga film ini mengandung unsur-unsur teladan yang patut ditiru. (Tapi kalau mau lebih gamblang lagi, ya beli aja novelnya. ^_^, di toko yang berdiskon yach supaya lebih hemat!)

Nilai positif yang saya dapat
______________________________________________________________________________

Dua karakter kuat dalam film ini, mungkin tidak akan hilang dari ingatan saya. Apalagi saya menontonnya tak kurang dari 8 kali (mumpung sejak awal Februari lalu ada tugas luar kota, jadi waktu malam digunakan untuk nonton film-film yang sebelumnya saya kumpulkan dan menurut saya mengajarkan moral dan menambah pengetahuan). Dua karakter itu adalah :

Baca entri selengkapnya »

Written by Insan

18 Juli 2008 at 8:43 pm