Saat Allah Mempertemukan DUA HATI
Saat ini pun aku masih belum percaya bahwa akhwat (baca : gadis muslimah) cantik itu bersedia menerima pinanganku. Di depan sang abi (baca : ayah)-nya itu, aku sempat terdiam, melamun membayangkan betapa aku mungkin tergolong laki-laki paling beruntung di dunia ini. Tak di nyana, tak pernah disangka laki-laki Turki yang telah lama menetap di Indonesia ini dan masih mempunyai ikatan darah dengan salah seorang tokoh idolaku, Harun Yahya. Kelak (insyaAllah) aku akan memanggil pria dihadapan aku ini dengan sebutan “bapak mertua”.
Aku jadi teringat masa dimana aku mulai mengenal ahwat luar biasa ini di salah satu situs komunitas. SAFA begitulah dia memperkenalkan ID-nya. Aku pun tak mau kalah, InsanSains ID-ku, namaku sengaja tidak aku publikasikan. Kami makin akrab dengan seringnya berbagi ilmu dan informasi via Yahoo Messanger maupun email. Jujur, aku banyak mengambil pelajaran dari diskusi-diskusi kami selama ini, gadis lulusan mahasiswi Kedokteran Universitas Indonesia itu banyak membuka wawasan berpikirku, tidak hanya masalah keislaman yang dia mahfum, tapi juga beberapa keilmuan lainnya. Cukup banyak hal yang aku tahu tentang dirinya, itupun aku menyimpulkan sendiri dari tulisan-tulisannya selama ini. Aku sendiri belum pernah melihat foto dirinya seperti apa. Namun yang jelas, kepribadiannya sungguh menarik.
Hingga suatu saat, dia mengirimkan offline message di Yahoo Messangerku.
“Tidakkah kita ingin menyempurnakan separuh dien? ^_^”
Logo smiling face berbentuk garis bawah yang terletak diantara tanda pangkat (^_^) adalah ciri khasnya. Mungkin dia adalah tipe gadis yang selalu periang. Namun yang jelas, pesan singkatnya tersebut membuat diriku tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari. Kalimat itu selalu muncul di benakku! Tapi apa benar ditujukkan untukku? Lalu apakah istimewanya diriku? Aku pun segera meminta nasihat kepada murabbiku, “Ustadz, tolong donk bagaimana menyikapinya?”. Sang murabbi pun dengan bijak diikuti senyumannya menasehati :
“Akhi… (baca : panggilan untuk laki-laki), umur antum (baca : kamu) sudah pas, pekerjaan antum sudah mapan, keilmuan untuk mengarungi bahtera rumah tangga sudah antum miliki. Tidakkah antum ingin mendapatkan surga sebelum surga?”
Sang murabbi pun melanjutkan,
“Tidak baik menolak akhwat dari keluarga baik-baik. Sudah, segera saja antum balas, antum kirim biodata antum. Biarkan si akhwat mengetahui sebenarnya tentang antum. Dan mintalah dia untuk mengirimkan pula biodata dirinya. Perbanyaklah shalat Tahajjud dan mendekatkan diri kepada Allah. Nanti jika ingin berlanjut, insyaAllah ana (baca : saya, ustadz) insyaAllah membantu”
Kata-kata itu makin membulatkan tekadku. Harus aku akhiri masa lajangku. HARUS..! Dan inilah saatnya. Malam itu pun aku bermunajat di hadapan Sang Penguasa seluruh makhluk, mengadu kegundahan hatiku, meminta petunjuk-Nya. Akhirnya menjelang shubuh itu pula, aku menulis data pribadiku di komputer, mulai dari nama asliku (bukan sekedar ID : insan sains), tempat kediamanku, pekerjaanku, segala hal tentang orangtuaku, bahkan sampai visi dan misi dalam hidupku, segala hal (termasuk kekurangan-kekuranganku seperti mudah marah). File itu pun aku convert ke format PDF, kemudian aku kirimkan kepada gadis tersebut via email
“Bismillahirrahmani rahim
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha PenyayangUkhti.. maafkan atas keterlambatan ana membalas
pesan ukhti di YM kemarin. InsyaAllah, hari ini dengan
penuh kemantapan dan kesungguhan ana ingin
melakukan taaruf sebelum berlanjut ke jenjang yang
paling sakral.Untuk itu, ana kirimkan biodata. Mudah-mudahan
cukup memberikan informasi kepada ukhti perihal
diri ana. Pun ana lampirkan foto terbaru. Ana pun
menunggu biodata balasan dari ukti.
Mudah-mudahan tiap jengkal apa yang kita perbuat
menuai ridha dari Allah swt.Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu
Kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu
dan kecintaan terhadap segala hal yang mendorong kami
untuk mencintai-MuRegards,
insansains“
Tak berselang lama, besoknya, aku pun menerima email balasan.
To : insansains@gmail.com
From : safa@gmail.com
Subject : Re : Mudah-mudahan Allah Ridha
“Assalamu ‘alaikum..
Teriring salam sejahtera untuk ikhwan
yang dengan tulus ingin melindungi kesucian diri.
Dan yang dengan ikhlas ingin menggenapkan separuh dien.Thanks untuk kesungguhannya yach!
Isyah kirimkan biodata balasan.
Jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan kelak. ^_^Wassalam,
SAFA”
Dengan rasa penasaran, file attachment itu pun menanti untuk dibuka. Rasa tegang menyelimuti perasaanku saat itu… deg..deg……. deg.. deg…! Huh.. jantungku rasanya tidak terkendali. Mulai dari atas aku baca biodata mengenai dirinya.
Nama Lengkap : Siti Aisyah Falihah Assidiqi
Nama Panggilan : Isyah / Syah
TTL : (disembunyikan)
Pendidikan : (disembunyikan)
(disebunyikan)
(dst)
VISI HIDUP : MENJADI BIDADARI DI DUNIA DAN DI AKHIRAT
MISI HIDUP :
Mencari ridha Allah
Berbakti kepada suami
Menjadi ibu teladan dari anak-anak pengibar panji Islam
(dst.. dst…)
Begitu lengkap…!! Seakan apa yang ingin aku tanyakan, sudah ia jawab lebih dulu. Dan dari biodata tersebut aku baru mengetahui ia adalah seorang anak keturunan Turki, ayahnya dari Turki, masih berhubungan darah dengan intelektual muslim Harun Yahya, dan ibunya dari Bandung. Sstt.. tunggu dulu… di halaman terakhir, dia menyisipkan foto wajahnya yang sudah di potong dari foto keseluruhannya. SUBHANALLAH..!! Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk seindah ini. Mata biru dengan bulu mata lentik.
Satu minggu itupun aku menjauh dari internet, berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak shalat malamku, menghindar dari buaian-buaian setan yang merayu. Dan tentunya memohon bimbingan dari Allah, untuk ditunjukkan jalan menuju keridha-an-Nya. Bisa jadi gadis tersebut baik dimataku, namun dalam pandangan Allah bisa jadi sebaliknya. Hari-hari itu aku benar-benar menghabiskan malam-malam dengan bermunajat. Al-Quran tidak lupa aku hayati dan maknai tiap katanya, hingga sampai suatu ayat air mataku tiba-tiba berlinang membaca ayat yang berbunyi :
“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (yaitu surga).” (QS. An-Nur, 24:26)
Ya Allah, apakah Engkau menggolongkanku sebagai laki-laki yang baik sehingga Engkau memasangkanku dengan perempuan yang baik pula? Ataukah justru sebaliknya? Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang lampau, baik yang disengaja maupun tidak. Karuniakanlah aku hidayah-Mu yang dengan hidayah tersebut, hanya Engkaulah yang menjadi tujuan hidupku. Ya Allah jika sekiranya gadis yang saat ini mengisi hatiku akan menambah kecintaanku kepada-Mu, maka kuatkanlah ikatkannya Ya Rabb. Namun jika gadis yang saat ini mengisi hatiku justu membuatku lupa akan Kebesaran-Mu, maka sungguh, jauhkanlah aku darinya, hapuslah kenangan bersama dengannya, jangan biarkan kecintaanku kepadanya melebihi kecintaanku kepadaMu, lupakanlah dia dari ingatanku.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati kami ini telah berkumpul di tempat ini karena mengasihi-MU; bertemu untuk memenuhi perintah-Mu; bersatu untuk memikul beban da’wah-Mu. Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariat-Mu. Maka eratkanlah ya Allah atas ikatannya, dan kekalkanlah kemesraan di antara hati-hati ini. Tunjukkan kepada hati-hati ini akan jalan-Mu yang haq. Penuhkan hati ini dengan cahaya Rabbani-Mu yang tidak kunjung padam. Lapangkan hati ini dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Hidupkan hati ini dengan ma’rifat tentang-Mu. Dan jika Engkau mentakdirkan mati, maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama-MU. Engkaulah sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong.
Senin malam, saat mataku sudah lelah beraktifitas, dan tubuh sudah lunglai, meminta untuk diistirahatkan, aku pun merebahkan badan dan mulai menutup mata setelah sebelumnya melafadzkan doa tidur. Tiba-tiba sebuah pesan singkat (baca : sms) masuk ke handphoneku.
“Kok beberapa hari ini gak muncul di YM?
Btw.. abi bertanya kapan akan ke rumah? ^_^From : noname
“Mungkinkah ini Aisyah?” tanyaku dalam hati, karena dalam biodataku aku pun mencantumkan nomor handphoneku. Dengan mengucap basmalah, Ya Allah, mudah-mudahan Engkau ridha! Aku pun segera mengkabari orang tua dan memberi tahu rencanaku selanjutnya dan meminta restunya. Kemudian aku pun menelphone sang murabbi untuk meminta bantuannya meng-khitbah gadis tersebut.
Kini, dengan sang murabbi di samping kiriku aku duduk berhadapan dengan seorang pria berperawakan tinggi besar, hidung mancung, mata berbinar, alis tebal, bulu mata yang lentik, dengan jenggot lebat namun rapi, nyaris tanpa kumis (salah satu sunnah rasul untuk memanjangkan jenggot dan memotong kumis). Pakaiannya benar-benar rapi, baju koko coklat lengan pendek bercorak batik. Sebuah jam tangan stainless melingkar di pergelangan tangannya yang dipenuhi dengan bulu-bulu tipis nan rapih. Subhanallah….! Benar-benar khas Arab.
“Khaifa haluk? Bagaimana tadi nyasar-nyasar tidak cari alamatnya?” tanya sang tuan rumah memecah kebekuan. “Alhamdulillah… ana bi khair. Tidak begitu susah, walaupun nomor rumah dikawasan ini agak ngacak” jawabku. Tak ketinggalan murabbi-ku menyahut dan bahkan mereka jadi lebih enak bicara berdua, dengan sedikit bahasa Arab campuran. Aku hanya cengar-cengir ketika melihat mereka tertawa, dan sesungguhnya tidak ada yang tahu bahwa saat itu hatiku nyaris hilang kesadaran. Aku tidak bisa menahan degupan jantungku yang kian kencang. Aku merasakan tanganku sudah mulai menggigil, ini pertama kalinya aku datang melamar seorang gadis. Apakah lamaranku diterima? Huh… jantung itupun mulai tak terkendali kala sang abi memanggil anak satu-satunya yang tercantik itu,
“Syah… suguhi tamu istimewa kita dong”
Suara sang abi memanggil anak gadisnya di belakang.
“Saudara…???” beliau lupa namaku,
“Insan pak!” sahutku..!!
“Oia… saudara insan mau minum apa?” tanyanya kepadaku. Belum aku menjawab, sambil tersenyum sang abi berkata,
“oh.. lupa.. Aisyah pasti sudah tahu minuman kesukaan nak Insan. Kalau ustadz Mubarak (baca : nama Murabbiku) mau minum apa?”
Mereka berdua tertawa menjadikanku bahan sindiran.
Tiba-tiba dari sudut sebelah sana, seorang gadis nan rupawan dengan jilbab panjang dan gamis yang serba pink mulai mendekat membawakan nampan dengan tiga gelas minuman diatasnya. Perlahan tapi pasti, gadis yang sempat mencuri hatiku itu pun makin mendekat. Pandangannya selalu tertuju kebawah, entah karena takut minuman yang dibawanya tumpah ataukah memang adab menjaga pandangannya. Tapi yang jelas, aku mendengar gemerutuk tutup gelas yang makin terdengar jelas saat datang mendekat. Aku pun tak berani memandang wajahnya, jadi aku hanya menatap meja dan dan tanpa kusadari kupelintir-pelintir taplaknya (tanda gugup). Kuperhatikan sesesok tangan nan putih bergemetar menyuguhkan dan menata gelas. Gemerutuk tutup gelas itu makin keras kala disuguhkan ke hadapanku. Tak ayal lagi hal ini menjadi bahan guyonan dua pria yang merasa sudah berpengalaman dalam hidup. Kami menjadi bulan-bulanan mereka. Ku lirikan mataku melihat dirinya, wajahnya pun memerah karena malu. Aku pun kembali jadi salah tingkah. Aisyah kemudian duduk disamping abi-nya yang tinggi besar itu.
Ya Allah, rasanya baru kemarin aku melihat fotonya, hari ini aku sedang bertemu langsung dengan dirinya. “Loh.. kok pada malu-malu begitu sih?” celetuk murabbiku, dan terdengarlah tawa mereka berdua diatas hati kami yang dag-dig-dug. “Syah.. ini kan di rumah, cadarnya bisa dilepas, lagi pula yang datang kan bermaksud baik, mudah-mudahan apa yang kita perbuat tidak menimbulkan prasangka” perkataan sang abi sambil mengelus-elus kepala gadis yang kini duduk persis dihadapanku. Perlahan aku pun mulai melihat tangan kanan Aisyah membuka cadar yang menutupi wajah beningnya. Subhanallah..!
Dia pun tetap menunduk, dan berkali-kali aku lafadzkan tasbih kepada Allah dalam hati, memuji keagungan dan kemegahan ciptaan-Nya. Baru kali ini aku melihat wajah bersih nan elok, berperangai santun. Inikah BIDADARI SURGA yang TURUN KE DUNIA? Ya Allah, aku hampir tidak percaya atas apa yang aku lihat. Mata birunya berbinar, mengalahkan sinar lampu dalam ruangan itu, wajahnya benar-benar bersih, bibirnya yang merah jambu tanpa pewarna lipstik benar-benar alami. Sesekali kulirik dia sedang menggigit sedikit bibir bawahnya menahan rasa canggung. Aku seakan tersihir oleh pesonanya, tak sadar lagi aku akan pembicaraan dua lelaki yang sudah banyak makan garam. Aku larut dalam keindahan penciptaan tiada banding tersebut.
Ya Allah, inikah calon pendampingku dalam mengaruhi keridha-an-Mu? Mataku masih lekat dengan pemandangan bidadari yang kelak akan menemani sisa perjalananku di bumi ini. Tiba-tiba aku merasakan, sang Murabbi menendang-nendang kaki kiriku. Berkali-kali ia berusaha menyadarkanku untuk kembali menundukkan pandangan, saking kesalnya dia pura-pura menjatuhkan cemilan dan dia mulai beraksi dengan mencubit-cubit kakiku. Dan dengan refleks aku pun menendangnya hingga terpelanting, dan sialnya kini ia membentak, “Woi… shubuh oey…! Adzan baru lewat, kalo gak buru-buru bisa ketinggalan berjamaan di masjid” Hah… shubuh? Dan suara bentakan itu seperti aku kenal? Hah… ternyata teman sekamarku yang membangunkanku dari mimpi terindah.
Syah? Apakah kau masih ada disitu? (*sambil getok-getok kepala)




hehehe…
ternyata cuma mimpi ya, akhi?
saya pikir beneran.
Aisyah sapa?
yang di AAC?
tapi bagus sekali kisahnya…
Subhanallah.
menyentuh
____________________________________________
ghaniarasyid™
26 Mei 2008 at 6:09 am
semoga jdi kenyataan amiennnn
____________________________________________
hanggadamai
26 Mei 2008 at 9:35 am
Semoga terjadi sesungguhnya amieenn…..
____________________________________________
Rita
26 Mei 2008 at 8:29 pm
Hahaha spti adegan di AAC. kliatannya uda ngebet kawin nie. Saya doakan smoga om mendapatkan pendamping yg baik.
____________________________________________
alid abdul
26 Mei 2008 at 8:37 pm
Serasa baca novelet…
)
(gubrakk, yaahh… mimpi thoh…
____________________________________________
Dion
26 Mei 2008 at 8:48 pm
hahaha..AAC banget
btw, itu knapa poto saya dipajang?
*boong mode on
____________________________________________
wennyaulia
26 Mei 2008 at 8:51 pm
waahh….ketipu ane
kirain bener2 kisah nyata…:D
____________________________________________
picaniy
26 Mei 2008 at 9:20 pm
wah berbakat ni buat jadi pengarang novel….
yowes..moga2 cita2 bisa ngelamar akhwat yang solehah bisa tercapai……semangat…cayo cayo!!!!
____________________________________________
intanie
26 Mei 2008 at 10:13 pm
aaaaaaaaaah si om inih!!!!
bales nipu yaaaaaaaah!!!! huhuhu
padahal mau ngasih selamat dengan tulus dan udah mulai sedikit INVU inih hehehe
tapi mudah mudahan cepat jadi kenyataan deh om ya… AMIEN ^_^
____________________________________________
natazya
26 Mei 2008 at 10:18 pm
auuuuuh.. saya ditipu! ditipu!!
ga terimaaaaaaaaa..
ini toh versi ngebalesnya.. hihihihi
tak doain jadi kenyataan lah kalo yang ini sih..
____________________________________________
chic
26 Mei 2008 at 10:42 pm
bagus boss,salam kenal dari AQU
____________________________________________
HZ_MUBARAK MAP
26 Mei 2008 at 11:15 pm
Subhanallah akhi
dikau telah bertemu bidadari itu.
Sementara aku masih harus lebih bersabar
Entah kenapa setiap yang datang
tidak mampu membuat hatiku cenderung kepadanya
mungkin aku masih harus meluruskan niat
sahabat
daku turut berbahagi
____________________________________________
achoey sang khilaf
27 Mei 2008 at 5:45 am
wah! aku pikir beneran. baru mau kasih selamat!
ya sdh semoga menjadi kenyataan mimpinya itu.
dan jgn lupa berdoa kpdNya agar bidadari itu segera datang.
salamku
____________________________________________
langitjiwa
27 Mei 2008 at 8:40 am
ahahahahaha…mimpinya semoga jadi kenyataan yaaaah….
sepertinya ga semuanya fiktif tuuuuh….
ditunggu undangannya!!
____________________________________________
theloebizz
27 Mei 2008 at 5:48 pm
Insaaaaaaaaaaannnn!!!!
Sebel3x…..!!!! Tak kirain ceritanya beneran! Tak sudi-tak sudi!!! Aku tuh udah seneng dan berbunga-bunga banget kl ini beneran kenyataan. Gw dah mikir mau dtg ke resepsimu (kl diundang!).
Tetap berusaha ya, aku yakin kok sebenernya mungkin saja cerita ini adalah kenyataan yg sedikit kamu dramatisir. Aku berdoa semoga kamu cepet dapet jodoh ^_^
rgds
____________________________________________
Mama Danish
27 Mei 2008 at 7:27 pm
yaa…kecewa, tertipu deyh, cm mimpi ternyata, dah serius2 bacanya
hihi…gpp, smoga mimpinya bs kesampean..amiiin
____________________________________________
amaliasolicha
28 Mei 2008 at 2:14 am
aslm..hmm,afwan sy bngung hrs koment ap.. fyuh..trtipu,pdhl sdh ad 2crta yg ksahny ‘ngayal mode on’
tp barakallah..tulisan yg keren mas.slm knal, kunjungan prtama..subhanallah..smg dpt bidadari yg trbaik..amiin
____________________________________________
irma
28 Mei 2008 at 2:54 am
Kirain beneran…..
Wah semoga tidak sekedar mimpi indah.
Masihkah ada wanita yang se sempurna itu?
Saya salah satunya * bohong detected*
____________________________________________
tukangobatbersahaja
28 Mei 2008 at 3:46 am
wahhh selamat ya!!!
moga di redhoi allah
____________________________________________
zoel chaniago
28 Mei 2008 at 4:33 am
mimpi toh…
____________________________________________
Okta Sihotang
28 Mei 2008 at 6:55 am
oh… mimpi toh. tapi itu chat dgn komunikasi emailnya beneran kan??
____________________________________________
RhyzQ
28 Mei 2008 at 8:57 pm
kk!!!!!!!!!! (smbl bw pentungan) ikyul udah seneng banget awalnya, kirain bener2 dpt bidadari di dunia
.. tp INSHA ALLAH deh mimpinya bisa jadi nyata ;p..
btw situs komunitasnya apa? gubrakk……
____________________________________________
ikyul
28 Mei 2008 at 10:33 pm
wah mimpi yang indah dan detil sekali. biasanya kalo saya mimpi, ceritanya acak dan gak ada hubungan antara satu dengan yang lain. tapi ini mimpi istimewa sekali mas. semoga jadi kenyataan… amiin
____________________________________________
akmalhasan
28 Mei 2008 at 11:22 pm
Salam
Aduh Akhi kirain beneran, tadinya kupikir serasa baca novel,
btw trims ya sudah mampir di gubuk saya, sorry baru mampir, eh boleh nanya ga, kalau chatting ma lawan jenis termasuk khalwat ga sie *bingung*
____________________________________________
nenyok
29 Mei 2008 at 12:23 am
Duhh… jadi teringat masa buzang
Selamat yach
____________________________________________
haniifa
31 Mei 2008 at 7:07 pm
aaaah…. ternyata.. hahaha
biar ga ngayal terus
mudah2an “bidadari”nya ketemu yah, dan dalam waktu dekat ini
korban AAC nih kayana, ada adegan yang mirip tuh :p
____________________________________________
neng fey
1 Juni 2008 at 9:16 am
huyuh~ kirain beneran lo. hihihi. moga2 ketemu “bidadari”nya ya dalam waktu dekat ini
____________________________________________
Ellya
2 Juni 2008 at 8:15 am
Assalamualaikum mas insan,
wah kalo saya baca dari artikel diatas nih,keliatannya masinsan udah pingin bgt nikah ya.saya doain deh biar bs terwujud.
btw mas tokoh isyah dlm artikel diatas perfect bgt yach,klo bener ada gtu yach,pasti ikhwan2 bnyk yg mau mengkhitbah. secara idaman para ikhwan bgt.
ok,sukses slalu ya mas
Wassalam..
Riz-Q
____________________________________________
rizqi
2 Juni 2008 at 9:25 pm
Tidak ada bidadari di dunia,
sebagaimana tidak ada malaikat.
Moga bisa mendapatkan yang “mendekati”
____________________________________________
kakanda
5 Juni 2008 at 2:29 am
salam kenal..
saat mmbc bnr2 mbwt t’haru, bahagia, lucu, pokokny cmpur2.. bnr2 spt novel..
dah pngn ngasi ucapan slamat,, sampai2 berpikirn pngn bgt kenal ma mbak safa atw aisyah itu… subhanallah.. bnr2 bidadari.. tp… tnyt.. mimpi.. g jd kenalan deh…
tp smg menjdi knyataan.. amiin…
semangat!! (mencari bida2ri tsbt) \^o^/
____________________________________________
myazura
6 Juni 2008 at 1:23 pm
Ehmmm….Jgn cuma mimpi dunk. Segera diwujudkan…
Hohohoh….
Oh ya salam kenal ya….
Darwinho
____________________________________________
darwinho
8 Juni 2008 at 7:51 pm
huhuhu.. masnya ni.. aku udah sambil senyum2 bacanya.. eh, di akhir2 malah bikin aku ketawa.. lucu mas..
____________________________________________
tia
12 Juni 2008 at 6:37 am
Wah….asem….bgt,,kirain beneran lho mas..
ya aq doain moga2 cepet ktemu huriahmu,,ya Amin!!
Jadi inget aq dulu waktu di ponpes,,ya model kayak gitu temen santri+ Romo Kyai klo bangunin..malah lebih extrem,,hehe santri,,,hoei,,bangun,,shubuh2,,he,,sukiman jupukna ember digrujuk wae si wafa iki(hey sukiman,,ambilkan ember ,,diguyur saja c wafa )n_n
____________________________________________
Asror al Wafa
29 Juni 2008 at 6:58 pm
Jika kamu bisa memimpikannya maka kamu bisa mewujudkannya…. Ganbatte… yo…
)
____________________________________________
Eko Setyo Wibowo
12 Juli 2008 at 5:34 am
hebat kang suganteh beneran…
akang berbakat jadi novelis….
sok atuh didoakeun sing enggal2, nyebar undangan pernikahan>amin
____________________________________________
Andri jatnika TP 27
17 Juli 2008 at 1:43 am
uda serius bacana,& pen kasih selamat eeeee…cuma mimpi
tapi semo9a menjadi nyata dech..amiinnn…
____________________________________________
wi3nd
1 Agustus 2008 at 1:27 am
hahaha..
mimpie kali yeee..
BTW,, om jin,, salam y untuk tante Isyah..
semoga mimpimu bukan hanya sekedar mimpi belaka,, semoga bisa menjadi kenyaataan..
aminnnn..
____________________________________________
tuxi3
8 Agustus 2008 at 9:05 pm
Awalnya ana tersepona dengan cerita “^_^”, ternyata antum mimpi, untung ada yang membangunkan. Sholat subuh bisa ikut jamaah do….ng ^_^.
Ironinya setelah ana membaca sebagian komentar, e..kok balasan-balasan weleh weleh.
terlepas dari mimpi atau hanya karangan belaka, ana ucapkan selamat, antum punya talenta menjadi novelis. Ana tunggu karya berikutnya, dan:
salam kenal untuk semua.
____________________________________________
LUKMAN
11 Agustus 2008 at 2:25 am
Cantik banget…Fotonya..hem…
Kalo boleh kasih komen..(meski saya sudah tahu artikel ini hanya fiksi belaka..:D)
Sepertinya mas Insan ini mempunyai kecenderungan seperti apa yang dituliskan..(Yang di Aisyah dan AFINA *karena saya sudah terlebih dahulu terkecoh di AFINA..he..he..)
hem..mencoba membaca karakter mas Insan…
*serius mode on
he..he..
____________________________________________
syelviapoe3
12 Agustus 2008 at 1:24 am
Lebih tepatnya tentang calon yang mas insan..hem…
ingin bidadari yang periang..bidadari yang cantik…bidadari yang cerdas..(ini mah memang karakternya bidadari bukan ? he..he..)
Dan mas insan cenderung ingin ‘dilamar’ terlebih dahulu..(ato kalo bahasa sayanya ‘di-tek’)
Biasanya pria seperti ini ada kecenderungan berkarakter ’serius’ tapu juga suka humor (bener, gak, yah ?)
hm…segitu saja dulu ‘tebakan’ saya…
Kalo bener, ya, syukur….kalo enggak juga gak pa-pa…he..he..(afwan lho mas, kalo ternyata tebakannya bener..he..he..)
____________________________________________
syelviapoe3
19 Agustus 2008 at 3:26 pm
Lho benar, ya ?
hati2 saat buat cerpen..apalagi kalo cerpennya hampir sama..he..he..
____________________________________________
syelviapoe3
21 Agustus 2008 at 3:47 pm
assalamu’alaikum
saat membacanya pertama kali saya kira itu adalah sebagian dari kisah hidupnya tapi ternyata cuma mimpi to…
menjadi bidadari syurga…
kok ada yang punya ide konyol sprti itu kirain cuma saya yang punya ambisi saperti itu
KEEP FIGHT AKHI…
terus perbaiki diri
biar dapat bidadari
semoga Alloh meridhoi
____________________________________________
zulia nua fransiska
12 September 2008 at 1:58 pm
waddddddddddddddddddddu……..uh, uhu uhu uhuk, panya teh enya, Akang, sihoreng ngimpi. Matak ge ari shalat di masjid ulah langsung sare, atuh, jadi weh ngimpi papanggih jeung bidadari. Tapi……..sim kuring tadi kabawa ku alur caritana, Akang. Ngahayal….mikaharep….teu nanaon, tapi ulah ngahayal nu goreng….hadeeeeeeeeeeeee
____________________________________________
kang asep mukhtar
29 Oktober 2008 at 11:37 pm
subhanallah,,,,cerita yang bagus bgt,,,semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik yang dapat saling menyempurnakan dalam ibadah dan mendapat ridha-Nya…AMIN…..
____________________________________________
silvi
2 November 2008 at 4:19 pm
ahahahhaa.a.gubrak!!!!udah bacanya serius2 ternyata mimpi..yawes yawes…di doakan sama sayah yah semoga lekas mendapatkan bidadari syurganya..aminnn..yarobbalalamin…
hidayanti
7 November 2008 at 2:43 am
hmh,, baca cerita itu bQn bulu mataku lentik, idungku push up,, (sebelum baca paragraf terkahir)
setelah baca:
Hwwwaaaa,,!!! CuMi,,cuma mimpi!! *_*
ana doakan yg sama sprti yg lain, amiin
Assalamualaikum..^_^
irna123
15 November 2008 at 5:20 pm
jadi terharu ternyata sebatas bunga impian. Btw banyak pesan yang bisa diambil juga tuh, makasih ya kang
oen
17 November 2008 at 3:39 pm
alamak, senpai sdh serius bacanya, mimpi to *_*, tapi bener-bener mimpi yang bagus seperti yang di “KETIKA CINTA BERTASBIH ” aja hehehehehe, ari do’akan senpai dapat jodoh seperti yang dimimpi, tokorode senpai sdh mengeluarkan buku kah????
ari
30 November 2008 at 1:46 pm
senpai, ini artikel blh tidak ari pajang diblognya ari ^^
ari
5 Desember 2008 at 7:40 pm
Assalamu’alaikum
waaah ternyata kakak yang satu ini jago juga bikin fiksi, ceritanya bener2 bagus, salut ^_^
____________________________________________
uni
17 Desember 2008 at 7:48 am
Assalamu’alaikum wrwb… tak kirain beneran…. mas insan ini mau dapet gadis turki
e ternyata…. sampek ngiler aku bacanya. sip dah… Waslm
____________________________________________
ria manies
17 Desember 2008 at 10:01 am
السلام عليكم
كيف حال؟؟
kisah yang menarik,..cari-in dong,..
salam kenal ^_^
ikhwatukum fillah…
لا تنسى….
____________________________________________
rafel272
19 Desember 2008 at 2:28 pm
Assalamualaikum mas ihsan…
wuah, cerita ini dah lumayan lama yah?
tentunya sekarang aisyah itu sudah benar2 mendampingi mas kan, barokallah ya maz…
____________________________________________
aya
20 Desember 2008 at 11:03 pm
weleh2 aya chan masih ga ngeh juga klo itu mimpi, jangan pas diblog ari juga nggak baca hiks,…….hiks…..sedihnya T_T, btw senpai Insan kok aya chan bisa ada fotonya? kok ari engak ada ya??? gimana itu ceritanya ya??? kakayaknya aya chan kirim comment sambil ngisi raport murid2nya neh hehehehe
____________________________________________
ari
21 Desember 2008 at 12:03 pm
hmm, i c…i c…
hehe… kirain udah dream come true…^_^
oke deh, nambah satu lagi yang mendoakan dirimu maz..
semoga disegerakan menyempurnakan separuh agama, Amin!!
buat ari: hohoho… itu rahasiaa..
____________________________________________
aya
21 Desember 2008 at 2:06 pm
Saya ikut bantu doa semoga apa yang anda ingin capai dapat tercapai….
Ya Allah yang sebaik2nya mengetahui segala maksud dan tujuan,sebaik2 pengabul do’a
Dan sebaik2nya penolong,jangan lah kau memberikan segala urusan yang kami tidak sanggup untuk mengurusnya, tanpa EnGkau kami bukanlah apa2 dan bukan siapa2 tolonglah kami dengan wajah Engkau yang teramat mulia, semoga apa yang menjadi cita2 saudaraku Insan sains dapat tercapai…
Amiin…
Selamat berjuang ya….
Salam wamita yang fakir
____________________________________________
mujahidahwanita
27 Desember 2008 at 12:37 pm
Salamu`alaikum …
Sudah sunnatu4JJI seandainya kebaikan mendapatkan kebaikan, begitu juga sebaliknya.
Semoga jati diri muslimah yang ada selalu dapat menjaga eksistensinya, dan ALLAH menjaganya…. Amiin.
tobing
19 Mei 2009 at 3:03 pm
subhanalloh, ana pikir beneran ternyata…
semoga bisa menjadi kenyataan, walau siapapun nanti bidadari yang akan mendampingi antum semoga syukur dan sabar selalu menghiasi dzikir antum…
(wah tertipu ni padahal ud mw nangis membacanya)
Apple
25 Mei 2009 at 7:45 am
huhuhuhuhu bagus bagus bagus 4 thumbs up ( 2 jempol tangan + 2 jempol kaki )….pertama baca link membelah arus trus jd tertarik baca yang lain…nulis terus ya pak aku suka bacanya *_*
____________________________________________
irma fu
7 Oktober 2009 at 8:29 am
Aseeeeeeeeemmm….kirain beneran…dah terharu biru ampe mo nangis…eh, ternyata mimpi…
Jiaaaaaaaaahh….bener2 deh….
Blue
15 Oktober 2009 at 12:02 pm
Sama ketika aku disuruh menilai ‘bakso, aku gak pernah tau bakso seperti apa sih yang enak ?
Tapi aku (jg anak istriku) kerap mengunjungi warung bakso faforit kami, hujan pun bukan alasan utk tdk berangkat, malah semakin dingin semakin kepingin kami kesana…
Salam kenal dan izin nge-link yaa…
ocekojiro
18 November 2009 at 7:02 am