5 Mei 2008
Islam dan Sains dalam Menghargai Hal Kecil
Posted by insansains under Cambuk Hati, Matematika, Sains | Tag: Asah Otak, Kajian Islami, Sains |Dalam hidup ini, kita tidak bisa mengabaikan begitu saja hal-hal yang kecil. Sebab yang kecil itu adalah bagian dan penyusun sesuatu yang paling besar. Titik adalah bagian terkecil yang menyusun sebuah huruf. Huruf yang bagus adalah kumpulan dari titik-titik yang tertata dengan rapi. Begitupun dengan kalimat, adalah kumpulan dari huruf-huruf yang tersusun dengan apik.
Dalam Islam, banyak diabadikan pernyataan-pernyataan serupa, diantaranya :
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, maka dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al-Zalzalah, 99:7-
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa, 4:40)
Dari Abi Dzar ra. berkata : Rosulullah saw bersabda :
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun sebatas bertemu dengan saudaramu dengan wajah ceria” (HR. Muslim, 4760)
Dalam bidang mikrokosmos, kita akan mengenal istilah quark, yang merupakan partikel elementer (lebih tepatnya energi) yang menyusun sebuah atom yang merupakan penyusun sebuah materi. Kualitas sebuah materi ditentukan oleh kualitas bagian terkecil yang menyusunnya.
Jika kita ingin memandangnya dalam dunia Sains yang lain, maka kita akan menemukan apa yang disebut dengan Butterfly Effect atau juga teori Chaos. Sebuah istilah untuk mengenalkan sebuah sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Dimana, bila terjadi perubahan sedikit saja dari kondisi awal, maka akan mengubah secara drastis karakteristik sistem pada jangka panjang. Bahkan pengabaian 0.000001 saja perhitungan sebuah kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat mengakibatkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Adapun sistem lain yang termasuk adalah : atmosfer, tata surya, lempeng tektonik, fluid tektonik, fluid turbulens, ekonomi, pertumbuhan populasi, dll.
Jika dituliskan dalam sebuah persamaan, maka akan berbentuk:
Dalam bidang matematik dan geometri pun, tidak mau ketinggalan. Coba Anda perhatikan gambar dibawah ini. Sebuah segitiga yang asalnya utuh, tiba-tiba menjadi segitiga yang berlubang ketika posisi bangun-bangun penyusunnya diubah sedemikian rupa. Coba Anda pikirkan kenapa? Yang jelas, matematiklah yang akan memberikan jawabannya kepada Anda.
Jadi jangan mengharapkan sesuatu yang besar, jika Anda tidak mau melakukan hal-hal kecil. Jangan pula mengabaikan hal-hal remeh, sebab suatu saat bisa berakibat fatal. Jika kita ingin memperbarui kehidupan kita, maka jangan lupakan hal-hal kecil, dan mulailah dari hal yang paling kecil.





6 Mei 2008 at 2:45 am
syukron infonya..
____________________________________________
6 Mei 2008 at 10:26 am
siap bos!!!!
thanks buat ulasannya
____________________________________________
7 Mei 2008 at 6:30 am
Keren…..
Hal yang kecil memang akan berpengaruh ke yang besar… jadi dimulai nya juga dari kebiasaan kecil, kaya buang sampah misalnya
____________________________________________
8 Mei 2008 at 12:25 am
Bagus sekali lho… judul dan ininya.
Saya jadi inget komentar yand sampaikan mas Insan tentang bilangan nol.
Rasanya ada kesamaan lho…
Mohon bantuannya (koreksinya) !!!
http://agorsiloku.wordpress.com/2007/06/06/misteri-bilangan-nol/#comment-19552
Salam kenal, Haniifa.
____________________________________________
9 Juni 2008 at 3:44 am
Waw…
Sebenarnya dalam gambar itu, posisi hipotenusa dari segitiga yang telah dirombak posisinya sedikit di geser, dan ternyata pergeseran yang tidak tertangkap mata itu bisa memberikan perubahan sebanyak satuan luas, karena itu muncul istilah “penglihatan mudah tertipu”…