Teknik Membaca Cepat

Posted on 14 April 2008

9



Baca Buku

Ada satu bab yang menarik dalam buku Quantum Learning karangan Bobby De Porter, yaitu tentang cara membaca cepat. Sejak saat itu saya berniat sekali mengikuti pelatihan Quantum Learning. Walaupun sampai sekarang belum kesampaian dan bukunya pun dipinjam dan sampai detik ini belum kembali. Untunglah yang meminjamnya salah satu orang jenius Indonesia yang pernah menjuarai olimpiade Fisika tingkat international, jadi gak rugi-rugi amat kalau pun tidak dikembalikan, yang pasti bahwa buku itu bisa memberinya manfaat. ^_^

Namun begitu, kali ini saya ingin sharing tentang teknik membaca cepat yang saya praktikan sejak tahun 2002 (walaupun saat ini kecepatan baca saya masih belum sampai pada tahap yang diharapkan) yang diambil dari beberapa sumber, diantaranya : buku Quantum Learning, Accelerated Learning for 21th Century, dll (maksudnya : dan lupa lagi) yang jelas banyak pula saya ambil dari artikel-artikel dunia maya yang sarat informasi. Terima kasih atas ilmu-ilmu yang dibagikannya, mudah-mudahan menjadi amal baik saudara-saudara sekalian!

____________________________________________________________________

Ok.. back to the topic! Jadi apa saja sih yang bisa kita lakukan agar kecepatan membaca kita bertambah?

# Tumbuhkan Minat
Kalau dalam buku Quantum Learning dikenal istilah AMBAK (Apa Manfaatnya BAgi Ku?), kalau dalam buku Accelerated Learning dikenal istilah (…. duh lupa lagi… nanti deh dibuka-buka lagi bukunya ^_^). Sebab minat ibarat percikan api untuk membakar, dan bensin untuk bahan bakar. Jadi ketika melihat sebuah buku, tentukanlah apa yang ingin kita tahu dari buku tersebut, manfaat apa yang bisa kita petik dari buku yang akan kita baca tersebut.

# Menghilangkan suara batin
Apa ya istilah tepatnya? Tahu kan maksudnya? Ketika kita membaca, selalu diikuti oleh suara dalam diri kita. Suara inilah yang sering memperlambat kecepatan membaca kita. Nah, cobalah untuk menghiraukannya. Hal ini nampaknya membutuhkan usaha yang lumayan gigih. Namun berlatihlah…! Kita pasti bisa menghilangkannya.

# Gunakan jari sebagai penunjuk
Salah satu cara untuk menghilangkan suara batin adalah dengan melibatkan jari tangan sebagai penunjuk. Banyak yang beranggapan bahwa campur tangan jari ketika membaca dapat mengganggu konsentrasi. Padahal hal ini justru akan menjadikan kita tetap fokus dan berada dalam kecepatan membaca yang konstan. Jadi jangan ragu untuk menggunakan jari tangan kita ketika membaca.

# Maju terus!
Ada kalanya ketika sedang membaca sebuah kalimat, kita merasa ingin membaca keterkaitannya dengan kalimat sebelumnya. Mulai saat ini, bacalah terus secepat mungkin, jangan pernah membaca kembali ke bagian sebelumnya. Biarkan saja hal yang telah kita lewatkan, tetaplah fokus untuk membaca bagian selanjutnya.

____________________________________________________________________

# Yang penting adalah idenya
Seorang penulis bukan ingin menyampaikan kata-katanya, tapi ia ingin menyampaikan ide yang ada di kepalanya. Maka cobalah fahami idenya tersebut, kata-kata dan kalimat yang disusunnya hanyalah penghias semata.

# Lompati yang tidak menarik
Tidak semua yang ditulis itu perlu diingat, maka lewati saja bagian-bagian yang tidak penting. Itu sebabnya minat yang tadi ada sangat bermanfaat disini. Ketika menemukan tulisan yang tidak ingin kita ketahui, maka lewati saja.

# Setengah Jam Setengah Jam
Tidak disarankan untuk membaca 2 jam penuh sekaligus. Lebih baik dibagi 4 sesi, dimana masing-masing sesi 30 menit diselingi istirahat 5-10 menit. Menurut penelitian tentang cara kerja otak, mengatakan bahwa otak kita memiliki kemampuan menerima informasi yang penuh (100%) saat pertama kali membaca, namun akan terus berkurang selama proses membaca tersebut. Jadi agar apa yang kita baca itu melekat dibenak, perbanyaklah jeda membaca. Saat jeda itu bisa kita gunakan untuk meneguk segelas air putih, mendengarkan musik, jalan-jalan sebentar, meng-sms teman, dan hal-hal rileks lainnya.

# Warnai dengan Stabilo
Saat senggang atau saat jeda membaca, bisa pula kita gunakan untuk menandai frase yang menurut kita penting. Hal ini berguna ketika kita membaca ulang buku tersebut, kita mendapatkan penuntun untuk mendapatkan idenya. Saya sering menggunakan warna-wana cerah untuk menandainya seperti kuning dan hijau muda.

# Abaikan huruf, lihatlah perfrase bukan perkata
Tliuasn ini sneagja dbiuat aack-aacakn. Skedear utnuk mmebreithau bhawa oatk ktia ini kraeitf skeali. Ktia tdiak mmerelukan ktaa-kata ynag bnear dan tpeat, tteapi oatk ktia dpaat mnegasoisaskiannya sheingga dpaat ktia fhaami. Nah, itu karena sejak kecil kita mulai mengeja huruf per huruf kemudian menjadi kata per kata. Jika kita bisa meningkatkan lagi cara membaca kita menjadi frase per frase maka apapun kata-katanya otak kita akan memahami maksudnya.

Latihannya bisa dengan metoda 3 ketukan per satu baris buku biasa.

______*______/ ______*______ /______*______
______*______/ ______*______ /______*______
______*______/ ______*______ /______*______
______*______/ ______*______ /______*______
______*______/ ______*______ /______*______

satu.. dua.. tiga…
satu.. dua.. tiga…
dst..
Jadi bukan dibaca per katanya tapi perfrase

# Latihan-latihan-latihan
Semua tips-tips diatas tidak ada gunanya, selain disempurnakan dengan ikhtiar atau latihan. Kecepatan membaca kita bukan ditentukan seberapa cepat kita bisa membaca kata per menit, atau frase per menit, tapi seberapa banyak kita mendapatkan ide per menit. Dan tentunya untuk membaca text book, dan novel akan sangat berbeda, maka perlu disesuaikan.

____________________________________________________________________

Mudah-mudahan nanti bisa disambung lagi, soalnya ini yang saya ingat! Nanti, insyaAllah jika bukunya sudah nempel kembali di rak perpustakaan pribadi opini ini akan dilengkapi.

Atau adakah yang mau menambahkan?

About these ads
Posted in: Tips